Kolang-kaling Sukabumi, kecamatan penghasil dan manfaatnya bagi kesehatan

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pohon aren dan kolang-kaling - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pohon aren dan kolang-kaling - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kolang-kaling adalah makanan kenyal berbentuk lonjong, berwarna putih transparan, yang berasal dari endosperma biji buah aren muda (Arenga pinnata).

Umumnya diolah menjadi manisan atau campuran es buah, kolang-kaling kaya akan serat, kalsium, dan karbohidrat, serta sering dikonsumsi sebagai takjil buka puasa. Karenanya, menjelang Ramadhan 1447 H/2026 ini, permintaan kolang-kaling selalu meningkat signifikan.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai kolang-kaling:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Asal dan Proses: Dibuat dari buah pohon aren yang dibakar atau direbus untuk menghilangkan getah gatal, kemudian diambil bijinya dan direndam dalam air kapur.
  • Tekstur dan Rasa: Memiliki tekstur kenyal dan lembut dengan rasa netral yang menyegarkan.

Produksi kolang-kaling Sukabumi 

Produksi kolang-kaling di Sukabumi, khususnya di daerah seperti Kecamatan Cisolok, merupakan usaha musiman yang meningkat pesat, terutama menjelang Ramadhan.

Warga mengolah biji pohon aren secara tradisional dengan merebus dan menumbuknya untuk menghasilkan tekstur kenyal. Produksi ini melibatkan tenaga kerja lokal dan menjadi sumber pendapatan penting.

Informasi terkait produksi kolang-kaling di Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com, Senin (9/2/2026) dari laman Badan Pusat Statistik (BPS), adalah sebagai berikut:

Sentra Produksi: Salah satu tempat produksi kolang kaling adalah di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Dengan demikian, pohon aren dan produksi kolang-kaling relatif terjaga di kawasan kasepuhan atau kampung adat.

Selain Cisolok, wilayah lain yang menjadi produsen aktif adalah Kecamatan Tegalbuleud (khususnya Desa Bangbayang), dan Kecamatan Nyalindung (Dusun Ciherang, Desa Cijangkar).

Volume Produksi dan Harga: Kolang-kaling segar di pasaran dijual dengan harga kisaran Rp13.000 hingga Rp29.800 per kg atau per kemasan tertentu.

Tidak tersedia data spesifik produksi kolang-kaling di Sukabumi di data BPS, namun di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, warga mampu memproduksi hingga 100 kilogram kolang-kaling per hari.

Distribusi Kolang-kaling Sukabumi: Hasil produksi dari petani asli Sukabumi ini tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi juga dikirim dalam jumlah besar ke Jakarta dan daerah sekitarnya, terutama menjelang bulan Ramadan.

Proses Tradisional: Produksi melibatkan perebusan buah aren (caruluk) hingga matang, kemudian dikupas dan ditumbuk agar pipih dan bertekstur kenyal.

Peningkatan Tenaga Kerja: Permintaan yang tinggi, terutama saat bulan Ramadhan, mendorong pengrajin untuk menambah pekerja agar produksi maksimal, dengan contoh salah satu produsen melibatkan hingga 8 pekerja.

Waktu Produksi: Produksi kolang kaling seringkali bersifat musiman, meningkat drastis menjelang bulan suci Ramadhan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan khas tersebut.

Komoditas Potensial: Meskipun Sukabumi dikenal dengan berbagai potensi pertanian, produksi kolang-kaling menjadi salah satu ekonomi kreatif berbasis hasil alam yang signifikan.

Manfaat kolang-kaling untuk kesehatan

Selain untuk konsumsi biasa, kolang-kaling juga memiliki sejumlah manfaat yang baik bagi kesehatan, seperti:

  • Kesehatan Tulang: Kandungan kalsium yang tinggi membantu mencegah osteoporosis.
  • Pencernaan: Kaya serat yang baik untuk melancarkan pencernaan.
  • Rendah Kalori: Cocok untuk camilan sehat diet, mengandung sekitar 27 kkal per 100 gram.
  • Pengolahan: Sering diolah menjadi manisan, kolak, campuran es buah/campur, atau acar. Kolang-kaling juga dikenal dengan sebutan buah atap atau dalam bahasa Belanda disebut glibbertjes.

Berita Terkait

15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat
32 kecamatan penghasil 332 ton buah nenas Sukabumi, tak sekadar enak
Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan
Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat
Lumbung padi di Jawa Barat: Indramayu juara, Sukabumi 5 besar
10 ribu ton! 38 kecamatan penghasil kacang panjang di Sukabumi, kaya protein nabati, vitamin, dan mineral
Membanding produksi daging kerbau, sapi, kambing, domba dan babi di Sukabumi
Daftar kecamatan penghasil petai Sukabumi, produksi ribuan ton

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:56 WIB

15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:09 WIB

32 kecamatan penghasil 332 ton buah nenas Sukabumi, tak sekadar enak

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:00 WIB

Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:56 WIB

Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:27 WIB

Lumbung padi di Jawa Barat: Indramayu juara, Sukabumi 5 besar

Berita Terbaru

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

Purbaya: Anggaran MBG mau dipangkas Rp40 triliun

Kamis, 26 Mar 2026 - 00:51 WIB