sukabumiheadline.com l CICURUG – Komunitas satu ini terbilang membumi karena memilih nama Leklox Boseh. Seperti diketahui, leklok adalah istilah dalam bahasa Sunda untuk menggambarkan kondisi tubuh yang lelah atau berjalan sempoyongan akibat kecapekan.
Sedangkan boseh, juga diambil dari bahasa Sunda. Kata boseh, lazim digunakan untuk aktivitas menggowes atau mengayuh sepeda.
Komunitas Leklox Boseh adalah komunitas sekumpulan warga Sukabumi yang memiliki hobi sama, mengayuh sepeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketuai Ahmad Fauzi, komunitas ini berdiri semenjak tahun 2018. Dalam usianya yang sudah menginjak tiga tahun, komunitas ini sudah memiliki 150 anggota.
“Alhamdulillah, jumlah anggota sekarang sudah 150 orang,” kata Fauzi kepada sukabumiheadline.com, Minggu 1 Agustus 2021.
Selain menggowes rutin setiap hari Minggu atau hari libur nasional, komunitas ini juga sering menjajal rute-rute yang baru mereka lintasi.
“Kalau sudah direncanakan dari jauh hari, biasa memilih rute rute perkotaan. Pernah jajal rute muterin Gunung Gede Pangrango, lalu Cigombong -Sukabumi – Cianjur – Puncak sampai ke Bandung,” papar pria berusia 29 tahun itu.
Selain itu, Leklox Boseh juga pernah menjajal rute Jakarta untuk merasakan suasana car free day (CFD).
“Saat sebelum pandemi, kita pernah ke Jakarta, merasakan suasana CFD di sana. Kalau lokalan Sukabumi, paling ke Palabuhanratu, banyak sih yang sudah disinggahi,” tambahnya.
Tidak sekadar menyalurkan hobi gowes sepeda, komunitas Leklox Boseh juga sering melakukan aksi sosial.
“Setiap ada event kami selalu selalu mengadakan kegiatan sosial seperti santunan yatim atau menyalurkan donasi ke panti asuhan,” pungkas Fauzi mengakhiri perbincangan.