Korban berjatuhan, truk sumbu tiga kompak langgar aturan di Sukabumi tak takut polisi

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi polisi tilang truk ODOL di jalan tol - sukabumiheadline.com

Ilustrasi polisi tilang truk ODOL di jalan tol - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Arus balik Lebaran masih terjadi hingga hari ini, Ahad (29/3/2026). Hal ini berarti aturan dan larangan truk berat, khusunya sumbu tiga ke atas non kebutuhan pokok, masih berlaku.

Padahal, menurut aturan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, kendaraan sumbu tiga dilarang beroperasi sejak 13 hingga 29 Maret 2026 selama masa arus mudik dan balik Idulfitri.

Namun di wilayah Sukabumi, aturan ini seperti tidak terlihat. Pasalnya, truk sumbu tiga bebas melaju tanpa merasa khawatir bakal ditilang polisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alhasil, dua kecelakaan lalu lintas (lalin) terjadi akibat beroperasinya truk sumbu tiga yang tetap melintas di Jalan Arteri Sukabumi–Bogor.

Peristiwa pertama, Sabtu (28/3/2026), di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, tiga orang menjadi korban dalam dua peristiwa berbeda.

Insiden kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tragis terjadi di Jalan Raya Sukabumi–Bogor KM 20, tepatnya di depan Kantor Samsat Cibadak, Kampung Karanghilir, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak.

Ilustrasi truk ODOL pengangkut AMDK alami kecelakaan tunggal - sukabumiheadline.com
Ilustrasi truk ODOL pengangkut AMDK alami kecelakaan tunggal – sukabumiheadline.com

Seorang perempuan warga Kecamatan Kadudampit, meninggal dunia setelah terlindas truk sumbu tiga yang melaju dari arah Cibadak menuju Kota Sukabumi.

Sementara peristiwa kedua terjadi pada Sabtu malam. Sebuah truk sumbu tiga mengalami insiden copot ban di kawasan Cibadak, tepatnya dekat Masjid Darul Matiin. Akibatnya, ban truk menghantam seorang pedagang kopi di pinggir jalan hingga mengalami luka-luka.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah seorang warga Parungkuda, Rizki Awaludin (30), mengaku heran para pengguna truk sumbu tiga seolah kompak melanggar aturan. Bahkan, mereka seperti tidak takut bakal ditilang oleh polisi.

“Aturannya kan sampai tanggal 29, hari ini masih dilarang beroperasi. Ini kita lihat banyak banget melintas,” ujarnya.

Berita Terkait

Petani dibacok di Cikidang Sukabumi, Fraksi Rakyat: Tamparan untuk pemerintah
Mengintip capaian 1 tahun Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Asep Japar – Andreas
DPRD Kabupaten Sukabumi awasi keabsahan legalitas HGU, opsi kembalikan ke negara
Nasib miris Abah Mitra dan Sawiah asal Sukabumi, tidur di luar karena gubuk mau ambruk
Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani
Rotasi di Polres Sukabumi Kota, 2 Kasat dan 5 kecamatan punya kapolsek baru
Kasus Yusup cabuli anak tiri di Parungkuda Sukabumi, tetangga ungkap fakta ini
Kementan turun tangan perbaiki saluran irigasi rusak di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:07 WIB

Petani dibacok di Cikidang Sukabumi, Fraksi Rakyat: Tamparan untuk pemerintah

Senin, 18 Mei 2026 - 23:05 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi awasi keabsahan legalitas HGU, opsi kembalikan ke negara

Sabtu, 16 Mei 2026 - 02:22 WIB

Nasib miris Abah Mitra dan Sawiah asal Sukabumi, tidur di luar karena gubuk mau ambruk

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:44 WIB

Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:27 WIB

Rotasi di Polres Sukabumi Kota, 2 Kasat dan 5 kecamatan punya kapolsek baru

Berita Terbaru

Ilustrasi dua pria bertengkar, salah satu memegang golok - sukabumiheadline.com

Kriminal

Berebut lahan garapan, pria di Cikidang Sukabumi dibacok

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:23 WIB

Ilustrasi Dolar AS dan Rupiah - sukabumiheadline.com

Ekonomi

Sindir Rupiah loyo, DPR: Kalau Rp17.845 Indonesia Merdeka

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:00 WIB