32 C
Sukabumi
Senin, Juni 24, 2024

Hamas Gencatan Senjata di Gaza, Hizbullah Tetap Gempur Israel dari Lebanon

sukabumiheadline.com l Milisi perlawanan Lebanon, Hizbullah dilaporkan...

Persib Pernah Rugi Rp18 Miliar, Glenn Sugita Bos Maung Bandung Berharta Rp29 Triliun

sukabumiheadline.com - Perjalanan Persib Bandung yang menjelma...

Juara Liga 1, Persib Bandung wakil Indonesia di kompetisi Asia

sukabumiheadline.com - AFC Champions League Two adalah...

Kronologis Remaja Cidahu Tewas Tawuran di Bojonggenteng Sukabumi, Kata Warga Pakuwon

SukabumiKronologis Remaja Cidahu Tewas Tawuran di Bojonggenteng Sukabumi, Kata Warga Pakuwon

sukabumiheadline.com l Beredar di media sosial foto seorang remaja berusia 18 tahun yang disebut sebagai korban begal, tergeletak di atas dipan di ruang perawatan.

Tubuhnya memerah dilumuri darah hingga baju dan celana yang dikenakan basah dengan darah. Tampak dalam sejumlah video yang beredar, darah bercucuran dari luka berbentuk lubang menganga di bagian dada akibat luka bacok dengan senjata tajam.

Diketahui, korban bernama Mamad, warga Gang H. Rizwan, Pondokkaso, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia diketahui bukan korban begal, namun menjadi korban aksi tawuran remaja yang terjadi pada Selasa (14/11/2023) dinihari.

Baca Juga: Ada Mayat Pria Misterius di Toilet Wisata Kuliner Karang Taruna Sukabumi

Foto Mamad dengan narasi sebagai korban begal beredar di media sosial. l Istimewa
Foto Mamad dengan narasi sebagai korban begal beredar di media sosial. l Istimewa

Menurut warga di lokasi kejadian, RM (26), para pelaku tawuran sebelumnya janjian dengan lawannya di sekitar Lapang Sepak Bola Pakuwon, RT 005/001 Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Senin (13/11/2023) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Namun, RM tidak mengetahui alasan tawuran menjadi bergeser sekira 200 meter dari Lapang Pakuwon ke arah Parakansalak.

Enggak tahu kenapa tawuran jadi geser ke dekat permukiman warga, dekat Toko Beas. Mungkin mereka mencari tempat yang lebih terang,” jelas RM kepada sukabumiheadline.com, Rabu (15/11/2023) malam.

RM menambahkan, ada 15 remaja menunggu di lokasi, Lapang Pakuwon, sebelum kejadian. Sementara, dari pihak lawannya datang sekira 5 motor berpenumpang remaja yang masing-masing berboncengan dua dan tiga orang.

“Ada sekira 15 remaja di sini yang terlibat. 12 warga sini dan tiga orang warga Cidahu. Yang dari Cidahu itu memang katanya sengaja diminta datang ke sini,” jelas RM.

“Dari pihak yang datang sekira 10 orang, mereka baik motor boncengan. Ada lima motor,” imbuhnya.

Akibat kejadian tawuran tersebut, Mamad harus meregang nyawa akibat terkena luka bacok celurit di bagian dada.

“Meninggalnya bukan di lokasi saat kejadian,” pungkas RM.

Penjelasan Polsek Bojonggenteng

Senada dengan RM, Kapolsek Bojonggenteng Iptu Sopian mengatakan peristiwa berawal saat korban tengah minum kopi bersama dua temannya yang juga warga Cidahu yakni FS (17) dan AF (15) di tempat pencucian motor di wilayah Cidahu, pada Senin malam, sekira  pukul 23.00 WIB.

Sekira 15 menit berselang, Mamad menerima telepon dari temannya berinisial LT.

“Tidak diketahui pasti apa pembicaraan korban saat itu dengan LT, namun selanjutnya korban mengajak kedua teman minum kopi, yaitu FS dan AF untuk menuju ke rumah LT di wilayah Desa Cibodas,” kata Kapolsek.

“Setiba di rumah LT, diketahui oleh saksi (FS dan AF) bahwa di rumah tersebut ada kurang lebih 12 orang,” imbuh Sopian.

Baca Juga: 5 Fakta Wisatawan Bogor Tenggelam di Pantai Citepus Palabuhanratu Sukabumi

Selanjutnya, korban (Mamad) bersama FS dan AF diajak minum kopi oleh LT. Dari obrolan sambil minum kopi itu barulah diketahui tujuan LT mengundang mereka ke rumahnya karena ia tengah menunggu ada penyerangan.

Namun, meskipun FS dan AF tidak mengetahui serangan yang dimaksud oleh LT, Mamad bersama kedua temannya dari Cidahu serta belasan teman LT lainnya, menuju Lapang Sepak Bola Pakuwon dengan berjalan kaki.

“Setibanya di lapang sepak bola itu, kurang lebih 10 menit kemudian datang lima sepeda motor yang masing-masing motor dinaiki tiga orang, mendekat ke lapang sepak bola,” jelas Kapolsek Bojonggenteng.

“LT seketika memberi komando untuk menyerang, sehingga beberapa teman LT melempar bom molotov ke arah pengendara sepeda motor,” lanjut Sopian.

Ditambahkan Sopian, dari lima sepeda motor yang datang, hanya dua orang yang awalnya terlibat perkelahian dengan LT, hingga akhirnya berkelahi dengan korban.

“Dalam kejadian ini, korban terkena luka bacok celurit pada bagian dada dan meninggal dunia,” ungkap Sopian.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer