Mang Udi, anggota Polri dan aktor komedi asal Sukabumi jauh sebelum Mei Mahatthir jadi komika

- Redaksi

Minggu, 4 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel grup pelawak BKAK, terdiri dari kursi ke kanan: Mang Diman, Mang Hari, Mang Dudung dan Mang Udi (yang memiliki nama asli Karmudi) - Istimewa

Personel grup pelawak BKAK, terdiri dari kursi ke kanan: Mang Diman, Mang Hari, Mang Dudung dan Mang Udi (yang memiliki nama asli Karmudi) - Istimewa

sukabumiheadline.com – Jauh sebelum komika yang juga anggota polisi, Mei Mahatthir Gamayel merambah dunia hiburan Tanah Air, ada pelawak asal Sukabumi, Jawa Barat, yang juga merambah dunia hiburan hingga aktor komedi yang terkenal pada masanya.

Sosok Mei, polisi kelahiran 30 Mei 1984 yang kini berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua atau Aipda itu, bertugas sebagai anggota Samaptha Bhayangkara (Sabhara) yang bertugas di Polres Kota Balikpapan. Ia dikenal publik setelah belum lama ini mengikuti ajang pencarian bakat komika yang disiarkan di stasiun televisi swasta nasional.

Namun jauh sebelum Mei, ada aktor komedi Indonesia asal Sukabumi bernama Karmudi yang juga merupakan anggota Polri yang bertugas di Polres Sukabumi Kota, tepatnya pada era 1960-an.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karmudi yang memiliki nama panggung Mang Udi itu, lahir di Sukabumi, 28 April 1928 dan meninggal pada 1982.

Rekomendasi Redaksi: Profil dan filmografi Dedi Setiadi, sutradara terbaik Indonesia asal Sukabumi jadi idola Nikita Willy

Poster film Singa Betina dari Marunda dibintangi grup Reog BKAK asal Sukabumi - Istimewa
Poster film Singa Betina dari Marunda dibintangi grup Reog BKAK asal Sukabumi – Istimewa

Karier Mang Udi di dunia hiburan 

Mang Udi adalah anggota Polri yang juga menjadi anggota grup lawak Reog BKAK.

Popularitasnya saat itu sebagai pelawak, membawa Mang Udi dan grup BKAK merambah layar lebar. Personel grup BKAK, terdiri dari Mang Diman, Mang Hari, Mang Dudung dan Mang Udi.

Baca Juga :  Reaksi artis asal Sukabumi Herfiza Novianti soal isu Ricky Harun karaoke bareng LC

Karenanya, tak hanya Mang Udi, hampir di seluruh filmnya ia selalu main bersama-sama anggota Reog BKAK yang lain. Peran yang dibawakannya kebanyakan adalah peran komedi sesuai dengan profesinya sebagai pelawak.

Rekomendasi Redaksi: Kiprah Tan Boen Soan, jurnalis dan penulis novel asal Sukabumi pertama, lahir 1905

 

Debut layar lebar 

Tercatat mulai 1971, Mang Udi dan semua personel Reog BKAK debut dalam film Singa Betina dari Marunda.

Dalam film yang disutradarai oleh Ramelan, tersebut Mang Udi beradu akting dengan sejumlah aktris dan aktor ternama Indonesia saat itu. Dari mulai Connie Sutedja, WD Mochtar, Wolly Sutinah (Mak Uwok), Laila Sari hingga aktris remaja Dina Diana.

Kemudian pada 1976,  Mang Udi kembali tampil dalam film Ingin Cepat Kaya. Dalam film yang mengangkat cerita tentang pesugihan itu, disutradarai B.Z. Kadaryono, dan dibintangi Lenny Marlina, Muni Cader, dan Maruli Sitompul.

Rekomendasi Redaksi: Mini biografi Wisjnu Mouradhy: Film, penghargaan untuk sutradara dan aktor asal Sukabumi lahir 1921

IMG 20240803 230811
Poster film Ingin Cepat Kaya dibintangi grup Reog BKAK asal Sukabumi – Istimewa

Filmografi

Sepanjang kariernya di dunia film, Mang Udi dan BKAK telah tampil dalam empat judul film, yaitu:

  • Singa Betina dari Marunda (1971)
  • Gara-Gara (1973)
  • Dasar Rezeki (1973)
  • Ingin Cepat Kaya (1976)
Baca Juga :  Profil dan Biodata Faank, Vokalis Band asal Sukabumi dan Menengok Mushala Wali Parungkuda

Baca Juga:

Mang Udi meninggal dunia pada 1982. Sedangkan Mang Diman (R. Soepardiman Hardjosepoetro), sebelum meninggal dunia pada 2001 masih sempat tampil kembali dalam film Ada Apa Dengan Cinta atau AADC bersama Dian Sastro dan Nicholas Saputra.

Baca Juga:

Generasi berikutnya, sejumlah pelawak dan aktor asal Sukabumi terus beregenerasi. Dari mulai Aom Kusman, Yan Asmi, hingga Ananda Omesh, Irvan S. Kartawiria, Gerall Saprilla dan lainnya.

Melihat regenerasi yang tak pernah mati, semoga akan selalu lahir komedian-komedian lainnya dari Sukabumi yang mampu eksis mewarnai dunia hiburan di Indonesia.

Berita Terkait

Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?
Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi
Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya
Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya
Menelisik alasan penolakan jalur KA ke Palabuhanratu Sukabumi oleh RA Eekhout
Jadwal 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1447 H Muhamadiyah – NU dan perbedaan metode
Dahsyatnya bacaan di antara dua sujud, doa yang merangkum semua harapan manusia
Kisah 5 tokoh Sukabumi mualaf dan sukses jadi pengusaha, menteri, hingga istri pangeran

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:00 WIB

Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:19 WIB

Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:55 WIB

Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:02 WIB

Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya

Senin, 26 Januari 2026 - 02:04 WIB

Menelisik alasan penolakan jalur KA ke Palabuhanratu Sukabumi oleh RA Eekhout

Berita Terbaru

Kebun Alpukat Cidahu Ayeuna - Ist

UMKM

Mengintip dua kebun alpukat di Cidahu Sukabumi

Kamis, 5 Feb 2026 - 21:42 WIB

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Politik

Ketum PKB keukeuh ingin Pilkada oleh DPRD

Kamis, 5 Feb 2026 - 19:29 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131