Mau Lebaran, Jalan Kabupaten Sukabumi, Parungkuda – Pakuwon hancur

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Idul Fitri 1447 H hanya tinggal hitungan hari, 20/21 Maret 2026. Namun, Jalan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ruas Parungkuda – Pakuwon, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, itu dibiarkan hancur tanpa upaya menguruk lubang jalan yang menganga di hampir semua ruas penghubung Parungkuda dengan 4 kecamatan lainnya tersebut.

Padahal, setiap harinya jalur tersebut selalu ramai kendaraan yang melintas sejak dinihari hingga malam hari. Hal itu karena jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk bekerja, ke sekolah, hingga membawa hasil pertanian ke pasar.

Terlebih hari-hari terakhir Ramadan dan menjelang Lebaran tahun ini, banyak pemudik yang melintas tujuan Kabandungan, Kalapanunggal, Bojonggenteng, dan Parakansalak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut sontak dikeluhkan warga yang rutin melintas jalan yang juga minim lampu penerangan jalan umum (PJU) itu.

Gak ngerti emang gimana maunya pemerintah ini. Jalan sepi pengguna malah diaspal. Lha ini jalan ramai pengguna siang malam, malah bertahun-tahun dibiarkan hancur,” kata Suhendi (49) kepada sukabumiheadline.com, Kamis (19/3/2026).

Pemilik usaha warung nasi itu mengaku setiap pagi berangkat ke pasar bersama istrinya. Menurutnya, kondisi makin parah ketika jalan usi diguyur hujan.

“Ya becek. Kubangan air di mana-mana. Udah gitu, gelap pula. Aneh aja, kok dibiarkan hancur, atau paling tidak, jangan dibiarkan,” katanya.

Diberitakan sukabumiheadline..com sebelumnya, sejumlah warga dari komunitas sopir truk lagu olahan berinisiatif mengumpulkan donasi untuk mengurug jalan berlubang dengan kerikil. Upaya serupa juga dilakukan oleh sejumlah kepala desa (kades) darij Kecamatan Parakansalak.

Namun, alih-alih segera diperbaiki atau diuruk sementara ketika jalan kembali memperlihatkan lubang-lubang besar, hingga musim mudik dan dua hari menjelang Lebaran 2026, lubang jalan masih mendominasi ruas tersebut, ketimbang upaya perbaikan yang dilakukan pemda.

Berita Terkait

Harga Yamaha Zuma 125: Skutik tangguh serba bisa dan irit BBM
Xiaomi 17 Max meluncur tahun ini, cek review spesifikasi dan harga
Perubahan perilaku perempuan 2026: Wellness, mental health, unplugging, ekspresi diri, kritis
Identifikasi 17 jenis komoditas potensial jadi buah unggulan dari Sukabumi
Mitigasi bencana, BCA Syariah tanam 1.500 pohon di Cisitu, Sukabumi
Cerita Mak Mimit, janda huni gubuk bersama anak berkebutuhan khusus di Sukabumi
Cekcok dengan pegawai, Kades Babakanjaya Sukabumi dituding arogan
Cek harga Vivo V40 5G, kamera Zeiss setara DSLR dan AMOLED 120Hz

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:00 WIB

Mau Lebaran, Jalan Kabupaten Sukabumi, Parungkuda – Pakuwon hancur

Minggu, 15 Februari 2026 - 05:08 WIB

Harga Yamaha Zuma 125: Skutik tangguh serba bisa dan irit BBM

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:01 WIB

Xiaomi 17 Max meluncur tahun ini, cek review spesifikasi dan harga

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:00 WIB

Perubahan perilaku perempuan 2026: Wellness, mental health, unplugging, ekspresi diri, kritis

Senin, 12 Januari 2026 - 01:41 WIB

Identifikasi 17 jenis komoditas potensial jadi buah unggulan dari Sukabumi

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Mau Lebaran, Jalan Kabupaten Sukabumi, Parungkuda – Pakuwon hancur

Kamis, 19 Mar 2026 - 08:00 WIB