Mayoritas warga Jawa Barat tak puas kinerja Dedi Mulyadi

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi mengunjungi siswa di barak militer - Istimewa

Dedi Mulyadi mengunjungi siswa di barak militer - Istimewa

sukabumiheadline.com – Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan sejumlah persoalan yang dinilai mendesak untuk segera diselesaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyad-Erwan Setiawan.

Mengutip dari kompas.com, metode Penelitian Metode penelitian survei melalui wawancara tatap muka ini diselenggarakan Litbang Kompas dari tanggal 1–5 Juli 2025.

Sebanyak 400 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di Provinsi Jawa Barat. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, “margin of error” penelitian +/- 4,9 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi. Survei dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara).

Ketersediaan lapangan pekerjaan

Sebanyak 44,8% responden menilai lapangan pekerjaan sebagai masalah paling mendesak di Jabar.

Di urutan berikutnya, ada perbaikan jalan (30,8%), ekonomi dan harga bahan pokok (27,9%), serta pemerataan dan bantuan pendidikan, termasuk zonasi sekolah (21,2%).

Selanjutnya, 18,2% responden menyoroti persoalan sampah dan pengelolaannya sebagai masalah mendesak yang perlu segera diatasi.

Disusul keamanan dan kriminalitas, termasuk geng motor (12,1%), serta pelayanan dan fasilitas kesehatan (13%).

Adapun masalah lain yang dinilai mendesak adalah penggulangan bencana banjir (4,9%), pelayanan masyarakat (4,6%), pengentasan kemiskinan dan transportasi (masing-masing 3,8%), serta pemberantasan korupsi dan ketersediaan air bersih (masing-masing 3,1%).

Tak puas soal lapangan kerja

Peneliti Litbang Kompas, Rangga Eka Sakti, mengatakan masyarakat merasa belum puas terhadap kinerja Pemprov Jabar dalam menangani persoalan paling mendesak, yakni lapangan pekerjaan.

Berdasarkan survei, 67,2% responden tidak puas dengan kinerja Dedi-Erwan dalam mengatasi masalah lapangan kerja dan pengangguran. Hanya 31,4% yang menyatakan puas.

“Soal lapangan kerja paling kentara. Masyarakat merasa lapangan kerja sangat sempit dan berharap segera diselesaikan. Tingkat kepuasan sangat rendah,” ujar Rangga, Jumat (15/8/2025) lalu.

Selain itu, 60,4% responden juga tidak puas dengan kinerja Pemprov Jabar dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan.

Namun, di sisi lain, kepuasan publik relatif tinggi pada beberapa aspek lain. Sebanyak 66,1% responden puas dengan ketersediaan pelayanan publik, 65,7% puas dengan kecepatan pelayanan publik, dan 66% puas terhadap pengembangan pariwisata serta infrastruktur penunjangnya.

Berita Terkait

KDM siapkan dua skenario ini perbaiki jalan desa yang rusak
Dedi Mulyadi: Gedung di Jabar dilarang lebih tinggi dari kantor pemerintah
Jalanan Sukabumi bakal bebas kabel semrawut dan ODOL
Membanding 9 kota di Jawa Barat, Sukabumi 1/4 Bekasi, terluas bukan Bandung
Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang
Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak
5 prioritas Jabar di Musrenbang RKPD 2027: Sekolah gratis hingga konektivitas wilayah
KDM ajak Gen Z Jawa Barat nikah sederhana, uang mending buat beli rumah

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:56 WIB

KDM siapkan dua skenario ini perbaiki jalan desa yang rusak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:51 WIB

Dedi Mulyadi: Gedung di Jabar dilarang lebih tinggi dari kantor pemerintah

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:42 WIB

Jalanan Sukabumi bakal bebas kabel semrawut dan ODOL

Kamis, 30 April 2026 - 03:04 WIB

Membanding 9 kota di Jawa Barat, Sukabumi 1/4 Bekasi, terluas bukan Bandung

Sabtu, 25 April 2026 - 01:35 WIB

Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang

Berita Terbaru

Ilustrasi perdamaian dua pihak yang bertikai - sikabumiheadline.com

Internasional

Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan

Senin, 15 Jun 2026 - 19:50 WIB

Ilustrasi penumpang pesawat di bandara - sukabumiheadline.com

Internasional

Pulang dari Jepang ke RI kini harus bayar pajak Rp332 ribu

Minggu, 14 Jun 2026 - 11:30 WIB