Mengenal 3 Pasukan Elite Prabu Siliwangi dan Kampung Setan di Gunung Salak Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 12 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Prabu Siliwangi dan pasukan. l Istimewa

Ilustrasi Prabu Siliwangi dan pasukan. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Berkat Prabu Siliwangi, Kerajaan Pajajaran menjadi sebuah kerajaan di Nusantara yang disegani. Salah satunya ditunjang pasukan yang dikenal begitu kuat.

Prabu Siliwangi disebut memiliki tiga pasukan tempur elite. Mulai dari Bayangkara yang bertugas sebagai penjaga keamanan. Kemudian ada prajurit Pamarang yang ahli dalam memainkan pedang.

Sementara ketiga, adalah pasukan Pamanah yang jago dalam memanah, atau pasukan elite yang bertugas khusus memainkan panah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga prajurit elite Kerajaan Pajajaran ini berada di bawah hulujurit atau di bawah satu komando. Sehingga, semua pasukan mampu bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Namun selama di lapangan, prajurit yang mahir berperang di era Prabu Siliwangi ternyata terkenal hampir tidak pernah berperang karena keunggulan sang Raja Pajajaran dalam bidang diplomasi.

Pasukan di Kampung Setan

Kisah lainnya menyebutkan mengenai keberadaan kampung setan di Gunung Salak yang dihuni pasukan Prabu Siliwangi, menjadi cerita masyarakat yang masih dituturkan.

Bahkan, cerita keberadaan kampung setan dan pasukan Prabu Siliwangi juga tak asing di telinga para pendaki Gunung Salak.

Baca Juga :  Mengingat Kembali Alasan Provinsi Banten Memilih Pisah dari Jawa Barat

Tak heran jika Gunung Salak menyimpan banyak misteri di dalamnya. Diceritakan para pendaki, banyak hal-hal mistis yang terjadi di luar nalar manusia.

Seperti dikutip sukabumiheadline.com dari Wikipedia Ensiklopedia, di lereng gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Bogor itu, terdapat situs sebuah kompleks Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, di mana terdapat sebuah candi yang dibangun untuk memuliakan Prabu Siliwangi.

Pura ini terletak di Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Cerita mistis itu beredar luas di tengah masyarakat setempat.

Seperti kehadiran pasukan Prabu Siliwangi dalam jumlah besar yang di antaranya prajurit terdapat sosok harimau.

Prabu Siliwangi sendiri adalah raja Pajajaran yang suka mengembara dan sering menyamar menjadi rakyat biasa, meskipun kerap di ikuti oleh pasukan elite kerajaan.

Dikisahkan, di akhir hidupnya Prabu Siliwangi harus menghindar dari Raden Kian Santang yang saat itu mengajak ayahnya masuk Islam.

Kebiasaan mengembara Prabu Siliwangi relevan dengan banyaknya tempat di Tanah Sunda yang disakralkan dan kerap dikaitkan dengan Prabu Siliwangi.

Baca Juga :  5 Misteri Prabu Siliwangi Pernah Tinggal di Gunung Halimun Sukabumi

Cerita misteri lainnya di Gunung Salak adalah keberadaan Kampung Setan dan Suara Gamelan. Menurut warga setempat, jika ada pendaki yang hilang dan kemudian ditemukan, biasanya ada hal mistis.

Yang sering mengaku bertemu dengan seseorang yang mengajaknya memasuki sebuah perkampungan. Pendaki hilang ini kerap bertemu dengan penduduk kampung tersebut, seperti dikutip dari kanal YouTube Bujang Gotri.

Kampung setan disebut layaknya kampung pada umumnya, ada hiruk pikuk seperti perkampungan penduduk biasa. Padahal, sebenarnya kampung tersebut tidak ada, tidak kasat mata, karena yang ada adalah hutan belantara.

Cerita kampung setan tersebut lah kemudian menjadikan Gunung Salak kental dengan aura mistis. Kampung yang tak terlihat, tapi ada hiruk pikuk penghuni yang tidak semua orang bisa mendengarnya.

Warga di sekitar gunung Salak benar-benar mempercayai kampung setan. Menurut kesaksian warga setempat, puncak gunung Salak terlihat sangat ramai saat malam hari. Walaupun sebenarnya itu adalah sunyi.

Konon, sering terdengar suara gamelan dari Gunung Salak, dan hal itu sudah menjadi hal lumrah bagi masyarakat setempat.

Disclaimer: Kisah ini dari satu versi.

Berita Terkait

Tren model gamis 2026: Modis & mewah dengan sentuhan payet dan bordir
5 fakta Bobby Bobob: Sutradara film alumni SMAN 1 Cikembar dan eks HRD PT GSI Sukabumi
7 khasiat daun binahong, 4 efek samping, 3 cara konsumsi dan untuk perawatan kulit
Manfaat dongeng, 7 cerita Sunda dan sejarah Hari Dongeng Nasional 28 November
“Sri Asih 1989 – Kembali Pulang” ke Sukabumi: Musikal legendaris mentas, catat waktunya
Mata Luka Sengkon Karta, Peri Sandi Huizche: 5 Fakta penyair Indonesia asal Sukabumi
15 jurusan kuliah madesu menurut Federal Reserve Bank of New York
Jeblok! RLS di Kabupaten Sukabumi 2025 hanya 7,63 tahun: Ranking 25 dari 27

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 03:21 WIB

Tren model gamis 2026: Modis & mewah dengan sentuhan payet dan bordir

Sabtu, 29 November 2025 - 00:51 WIB

5 fakta Bobby Bobob: Sutradara film alumni SMAN 1 Cikembar dan eks HRD PT GSI Sukabumi

Jumat, 28 November 2025 - 22:03 WIB

7 khasiat daun binahong, 4 efek samping, 3 cara konsumsi dan untuk perawatan kulit

Jumat, 28 November 2025 - 15:31 WIB

“Sri Asih 1989 – Kembali Pulang” ke Sukabumi: Musikal legendaris mentas, catat waktunya

Jumat, 28 November 2025 - 02:17 WIB

Mata Luka Sengkon Karta, Peri Sandi Huizche: 5 Fakta penyair Indonesia asal Sukabumi

Berita Terbaru