Mengenal Komunitas Paguris Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 22 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Paguris. l Dok. Pribadi

Komunitas Paguris. l Dok. Pribadi

Sukabumiheadline.com – Soemintha (45) salah seorang, dari dua orang, pendiri Komunitas Petualang Alam Gunung Rimba Sukabumi atau populer disebut Komunitas Paguris.

Lelaki yang akrabdisapa Endut ini mengatakan, berdirinya Paguris adalah untuk menjalin hubungan silaturahim sesama pecinta alam.

“Alasan dibentuknya Paguris untuk menjalin silaturahim sesama pecinta alam dan mewadahi para remaja yang senang berkegiatan di alam terbuka,” ujar Endut.

Paguris dibentuk sejak 10 tahun silam, tepatnya 2006. Awalnya Paguris hanya ber angotakan 10 orang. “Awal hanya beranggotakan sepuluh orang, sekarang sudah 30 orang lebih yang aktif,” tambah dia

Ia menambahkan, tidak ada syarat tertentu dan baku untuk menjadi anggota Komunitas Paguris. “Tidak ada syarat khusus untuk gabung Paguris. Mau gabung, mangga wae (boleh saja). Jadi kita tidak bikin persyaratan baku, yang penting ingin berkegiatan saja. Jadi Paguris itu hanya mewadahi kegiatan saja.”

Baca Juga :  18 Bacaleg Perempuan PBB Bersaing di Dapil 1-6 Kabupaten Sukabumi, Ini Daftar Lengkapnya

Tempat kumpul-kumpul Komunitas Paguris, lebih sering diadakan di Palabuhanratu. Mereka rutin berkumpul sedikitnya satu kali dalam sebulan.

Endut juga mengatakan, Paguris sekarang bukan hanya tentang bermain di alam rimba, tapi juga rutin mengadakan bakti sosial.

“Paguris bukan hanya berkegiatan di alam rimba, tapi sering mengadakan acara amal, pemberian AlQuran dan lain-lain,” ungkap Endut mengakhiri wawancara dengan tim sukabumiheadline.com.

Berita Terkait

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian
Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah
Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam
Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025
Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi
Solar panel untuk SD di Sukabumi: 1000Cahaya dan Greenfaith Indonesia sedekah energi
Mengenal 7 hobi Nabi Muhammad SAW, dari olah raga, spiritual hingga buah favorit
Aisyiyah dan PA Sukabumi perkuat gerakan keadilan sosial keluarga

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:40 WIB

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:41 WIB

Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah

Senin, 5 Januari 2026 - 16:15 WIB

Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:30 WIB

Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025

Minggu, 21 Desember 2025 - 21:01 WIB

Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi istri mengambil uang dari saku celana kotor yang mau dicuci - sukabumiheadline.com

Regulasi

Hukum istri ambil uang suami menurut Pasal 481 KUHP baru

Minggu, 25 Jan 2026 - 16:18 WIB