21.8 C
Sukabumi
Selasa, Juni 18, 2024

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Desain Ala Skuter Retro, Intip Spesifikasi dan Harga Suzuki Saluto 125

sukabumiheadline.com l Di belahan dunia lain, Suzuki...

Suzuki SUI 125 Meluncur, Spesifikasi Vespa Banget Harga Terjangkau

sukabumiheadline.com l Skutik modern Suzuki Vespa SUI...

Mengenal Visi Besar Ponpes Irsyadul Mutaalimin di Nagrak Sukabumi

KhazanahMengenal Visi Besar Ponpes Irsyadul Mutaalimin di Nagrak Sukabumi

SUKABUNIHEADLINE.com l NAGRAK – Pondok pesantren (Ponpes) merupakan lembaga pendidikan keislaman di Indonesia yang keberadaannya turut mendampingi sepanjang perjalanan bangsa ini sejak pra dan pascakemerdekaan Republik Indonesia.

Dari ponpes pula lahir banyak founding father dan pemimpin yang turut mengharumkan nama bangsa dan negara di pentas internasional seperti Presiden Indonesia ke-5, KH Abdurrahman Wahid.

Bahkan, Pahlawan Nasional asal Sukabumi, KH Ahmad Sanusi merupakan tokoh yang lekat dengan dunia pesantren. Sosok mujahid yang namanya tercatat sebagai tokoh di balik persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia. Baca lengkap: Keturunan Rasulullah SAW, 5 Fakta KH Ahmad Sanusi Pahlawan Nasional asal Sukabumi

Di Kampung Gudang RT 004/005, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terdapat sebuah ponpes yang juga memiliki visi melahirkan para pejuang, kader Muslim yang berakhlakul karimah, kuat dalam akidah dan kaya akan ilmu.

Tak heran jika ponpes yang dipimpin Ustadz Agus Hamdan ini memiliki misi mencetak kader Muslim yang mampu memahami islam dengan pemahaman yang benar dan mencetak kader muslim yang mengimani islam dengan keimanan yang benar dan mendalam.

“Kemudian, mencetak kader Muslim yang mengamalkan Islam oleh pribadi, keluarga, dan lingkungan masyarakat, serta kader Muslim yang memperjuangkan Islam dengan harta, jiwa dan raganya,” papar Ustadz Agus kepada sukabumiheadline.com, Jumat (9/12/2022).

Profil Ponpes Irsyadul Muta’alimin

Masih menurut Ustadz Agus, ponpes yang berdiri sejak 2019 itu, saat ini memiliki 92 santri mukim dan sisanya nonmukim.

Santri putri Ponpes Irsyadul Mutaalimin Nagrak, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Adapun, sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini, berupa masjid berukuran 8 x 10 meter, asrama putra 2 lokal berukuran 4 x 10 meter dan asrama putri 3 lokal berukuran 8 x 30 meter.

Kemudian, tambah dia, kantor dua lokal berukuran 4 x 4 meter, ruang belajar berukuran  7 x 6 meter sebanyak lima lokal, serta WC/MCK 6 lokal berukuran 1 x 3 meter.

Sekolah formal Ponpes Irsyadul Mutaalimin Nagrak, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

“Program kegiatan kami, antara lain pondok pesantren dan pendidikan formal madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA), majelis taklim dan koperasi pesantren,” paparnya.

Adapun, tambah Ustadz Agus, materi pembelajaran yang diberikan, antara lain Tauhid, Fiqih dan Ushul Fiqih, Tashawuf, Nahwu, Shorof,  Tafsir, Hadits dan Akhlak.

“Kemudian Tarikh, Ilmu Membaca AlQuran. Kami juga memberikan pendidikan tambahan berupa Latihan Wirausaha, Agrobisnis seperti Perikanan, Peternakan dan Pertanian,” paparnya.

Santri putra Ponpes Irsyadul Mutaalimin Nagrak, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Sementara, untuk waktu pembelajaran para santri, dimulai sejak pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.

“Kegiatan santri sehari-hari, dimulai dengan Shalat Tahajud dan Tadarus AlQuran, dilanjut Shalat Subuh dan mengikuti pembelajaran di pesantren. Kegiatan santri diakhiri dengan Muroja’ah, Mudzakarah,” ungkapnya.

Sedangkan, untuk majelis taklim dilaksanakan setiap hari Ahad sore.

“Kemudian koperasi kami, karena kami juga berdiri belum lama, saat ini baru memiliki sekira 30 anggota,” ungkap ustadz yang bergelar MPd tersebut.

“Pesantren kami juga meraih juara Musabaqah Qiroatil Kutub dalam perayaan Hari Santri Nasional di Nagrak, pada 23 oktober 2022 lalu,” imbuhnya.

Kendala yang Dihadapi

Mantan pengajar di SMA Islam Parungkuda itu menambahkan, kendala yang dihadapi lembaganya saat ini adalah ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan.

“Salah satu yang utama, misalnya, ruang kelas. Meskipun sudah permanen, tetapi belum diberi langit-langit. Sementara, masih tersedia lahan sekira lebih dari 800 meter yang diperuntukkan untuk sarana pendidikan lainnya,” jelas Ustad Agus.

Jalan menuju Ponpes Irsyadul Mutaalimin Nagrak, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Selain itu, tambah Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kecamatan Nagrak itu, akses jalan menuju ponpesnya juga belum diaspal, sehingga sangat merepotkan bagi para santri, terutama pada musim penghujan.

“Kemudian jalan, akses masuk sepanjang sekira 300 meter belum diaspal. Memang lumayan repot kalau musim hujan seperti saat ini,” pungkasnya.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer