Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menyantap hidangan khas Sunda di saung tengah sawah - sukabumiheadline.com

Ilustrasi menyantap hidangan khas Sunda di saung tengah sawah - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Bisnis rumah makan (RM) Sunda memiliki potensi pasar yang sangat besar di Indonesia, terutama karena cita rasanya yang khas—segar, tidak terlalu pedas/manis, dan penggunaan lalapan—disukai banyak kalangan.

Menurut data Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, pada 2022 terdapat 84 RM, di mana 76 di antaranya adalah RM Sunda. Jumlah tersebut kemudian naik jadi 87 pada 2023.

Namun, industri ini juga menghadapi persaingan ketat dan tantangan operasional. Terbukti pada 2024 dan 2025, jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi turun jadi total hanya 80. Selain RM umum, penurunan jumlah juga dialami RM Sunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika diasumsikan 76 dibagi 47 kecamatan yang ada, maka hanya ada 1,6 RM Sunda per kecamatan. Ironisnya, jumlah tersebut tentunya jauh lebih sedikit ketimbang RM Padang.

Jika dibandingkan dengan jumlah RM Padang yang lebih dari 2 per kecamatan, tentunya mendirikan RM Sunda merupakan peluang bisnis yang menjanjikan, karena artinya jumlah warga Sukabumi yang hobi makan di luar jumlahnya tidak sedikit.

Lantas, bagaimana peluang dan tantangan mendirikan RM Sunda?

Baca Juga :  Daftar rumah makan Sunda enak di Sukabumi, harga mulai dari Rp5 ribu

Peluang dan tantangan mendirikan RM Sunda 

Berikut adalah analisis peluang dan tantangan rumah makan Sunda, seperti dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa (17/3/2026).

Peluang Bisnis RM Sunda 

Masakan Sunda dikenal luas dan populer di Indonesia. Menu seperti nasi liwet, pepes ikan, karedok, dan ayam bakar/goreng memiliki basis konsumen yang loyal.

Wilayah Sukabumi dan Jawa Barat sering dijadikan tujuan wisata, yang meningkatkan permintaan terhadap kuliner tradisional Sunda. Dari mulai lalapan jengkol dan petai, sayur asam, hidangan serba oncom hingga empal daging sapi.

Selain itu, tren makanan sehat menguntungkan rumah makan Sunda yang identik dengan sayuran segar (lalapan), sambal, dan metode masak yang sehat seperti pepes.

RM Sunda juga dapat dikembangkan dalam berbagai konsep, mulai dari warung nasi sederhana, lesehan keluarga, hingga restoran premium. Peluang membuat suasana makan yang homey (nyaman) dengan konsep lesehan atau pemandangan alam (saung) sangat diminati, terutama untuk makan bersama keluarga.

Tantangan RM Sunda

Banyak rumah makan tradisional masih menggunakan pencatatan manual, belum memaksimalkan sistem POS (Point of Sale), dan belum terintegrasi dengan aplikasi pesan antar (GrabFood/GoFood).

Baca Juga :  5 rekomendasi dan jam buka restoran sunda di Jakarta

Di sisi lain, keterbatasan lahan parkir sering kali menjadi kendala untuk dikunjungi, khususnya bagi rumah makan yang berada di pusat kota atau di pinggir jalan yang padat.

Sementara itu, kualitas masakan Sunda sangat bergantung pada kesegaran sayuran dan bahan baku (ikan/ayam). Menjaga konsistensi bahan baku agar tetap segar setiap hari membutuhkan rantai pasok yang baik.

Dan yang tidak kalah penting, banyak rumah makan Sunda, terutama yang tradisional, kurang melakukan promosi aktif baik di media sosial maupun digital, sehingga jangkauan pasarnya terbatas.

Padahal, tren makanan luar negeri (makanan kekinian/asing) menjadi ancaman, terutama untuk menggaet konsumen generasi muda.

Strategi untuk Sukses

  • Peningkatan Kualitas Produk & Pelayanan: Mempertahankan rasa asli tetapi tetap berinovasi.
  • Digitalisasi: Menggunakan sistem POS, promosi di media sosial, dan mendaftar di layanan pesan antar makanan.
  • Branding yang Unik: Menjual pengalaman, seperti pemandangan saung dan suasana Sunda yang kental.

Berita Terkait

Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat
Lumbung padi di Jawa Barat: Indramayu juara, Sukabumi 5 besar
10 ribu ton! 38 kecamatan penghasil kacang panjang di Sukabumi, kaya protein nabati, vitamin, dan mineral
Membanding produksi daging kerbau, sapi, kambing, domba dan babi di Sukabumi
Daftar kecamatan penghasil petai Sukabumi, produksi ribuan ton
Volume produksi daging sapi Sukabumi, kandungan gizi dan harga
Menteri hingga kades di Sukabumi ungkap kendala operasional Kopdes Merah Putih
Ini daftar kecamatan sentra ikan lele Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:00 WIB

Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:56 WIB

Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:27 WIB

Lumbung padi di Jawa Barat: Indramayu juara, Sukabumi 5 besar

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:19 WIB

10 ribu ton! 38 kecamatan penghasil kacang panjang di Sukabumi, kaya protein nabati, vitamin, dan mineral

Senin, 2 Maret 2026 - 02:05 WIB

Membanding produksi daging kerbau, sapi, kambing, domba dan babi di Sukabumi

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131