Menjanjikan Fulus dan Bisa Menghambat HIV/Aids, Begini Cara Bikin Keripik Paria yang Kriuk

- Redaksi

Sabtu, 30 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keripik paria kriuk. l Istimewa

Keripik paria kriuk. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Sayuran paria alias pare terasa pahit dan kesat di lidah jika tidak pintar mengolahnya. Namun di tangan Nurjannah, warga Jember Paria malah berubah menjadi keripik yang enak dan laku keras dan bisa menghasilkan fulus yang tidak sedikit.

Gara gara paria ini, siapapun bisa sukses besar menjadi pengusaha keripik pare. Karena enak dan jarang ditekuni maka usaha keripik ini pun sangat laris dan kini menjadi salah satu oleh-oleh dari Jember seperti dilansir dari Kompas TV.

Sayur Paria mudah ditemukan di pasar dan hanya dijual sekira Rp6 ribu per kilogram. Karena bahan baku yang mudah didapat maka keripik pare ini bisa menjadi salah satu ide usaha yang menjanjikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, sayur paria juga mudah tumbuh di negara tropis seperti Indonesia. Ditanam di bawah pohon pun hidup dan menjalar, lalu berubah di manapun tempat yang dijalarinya.

Namun jika diolah jadi keripik, nilai jual sayur ini pun semakin naik. Terlebih, masih sedikit orang yang melakukannya.

Dengan masih langkanya orang menjual keripik paria, berarti potensi pasar yang bisa diambil juga terbilang besar. Namun, tentu saja Anda harus menguasai cara mengolahnya agar tidak pahit.

Selain itu, keripik pare juga tahan lama, maka risiko penyusutan pun tidak terlalu. Hal ini menjadi salah satu alasan keripik ini berpotensi dijadikan ide usaha.

Baca Juga :  Mau icip sagon bakar Sukabumi yang gurih dan renyah? Ke sini aja, dilengkapi resep dan cara bikin

Uniknya sayur paria ini bukan hanya sayur biasa. Namun dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit. Bahkan digadang gadang bisa menghambat virus HIV AIDS.

Sebuah blog youtube terkenal @Thehasanvideo yang diunggah pada 10 aypril 2009, bisa menjadi inspirasi dan rujukan bagi Anda yang ingin mencoba membuat keripik paria.

Bahan-bahan yang Dibutuhan:

2 kilo paria segar, cuci bersih. Potong bulat paria, buang isi didalamnya dengan sendok. Potong paria dengan menggunakan pisau tajam dengan bentuk bulat dengan ketebalan 2,5 mm.

Jika terlalu tebal maka keripik nanti akan garing di luar dan keras di dalam.
Tambahkan satu sendok garam kasar aduk rata.

Lalu tambahkan air secukupnya,agar paria bisa terendam semua. Rendam setengah jam agar getahnya hilang. Lalu peras paria dan bilas dengan air bersih.

Agar kadar garam hilang, bilas hingga 2 kali. jika sudah bersih, siapkan panci, rebus air hingga mendidih, matikan api, masukkan paria. aduk dan diamkan selama 5 menit, jangan lama rebus agar warna hijau dan tidak lembek. tiriskan paria.

Kemudian, merendamnya dengan air mendidih untuk menghilangkan rasa pahit. agar terlihat hijau, paria dibilas lagi dengan air dingin.

Baca Juga :  Laksa H Idrus Sang Legenda di Kota Sukabumi

Lalu bilas sebanyak 2 hingga 3 kali paria hingga dingin. Pada bilasan terakhir, peras hingga kuat dan tiriskan.

Bahan Adonan

  • siapkan bahan tepung
  • 300 gram tepung beras
  • 150 gram tepung tapioka
  • 100 gram tepung terigu, agar empuk dan renyah

Bumbu yang Dihaluskan

  • 5-7 siung bawang putih
  • 1 sendok ketumbar
  • 1 butir kemiri
  • garam kasar, uleg semua bumbu hingga halus. Masukkan dan tambahkan satu saset royko atau kaldu jamur, lada bubuk, kunyit dan daun jeruk
  • Iris tipis daun jeruk.

Masukkan bumbu ke dalam tepung yang sudah disediakan, campur dan berikan air. Ceplokkan satu butir telur.

Hasan video membuat keripik paria ini dalam dua cara yang berbeda. Satu adonan menggunakan telur, dan satu adonan menggunakan santan.

Saat membuat adonan, ia lebih kental dibanding adonan peyek.

Panaskan minyak goreng, masukkan paria dalam adonan tepung. Goreng dengan minyak panas. goreng satu-satu dan langsung diaduk agar paria tidak saling lengket.

Ketika warna paria sudah berubah menjadi kuning keemasan, ketika gelembung berkurang, minyak sudah tenang, berarti keripik sudah matang. angkat dan tiriskan.

Goreng sisa paria hingga habis. Jika ingin keripik yang renyah bisa dioven sebentar 15-20, untuk kurangi minyak. saat dingin kemas rapat-rapat. Dalam kondisi seperti ini keripik paria bisa awet hingga 2 bulan.

Berita Terkait

Menkeu nilai keberpihakan ke ekonomi syariah nyaris tidak ada
Menkop minta Kopdes Merah Putih bersiap produksi genteng
10 kabupaten penghasil daging ayam terbesar: Sukabumi 76 juta kg, tapi harga naik terus
Ayam ras, buras, itik, puyuh: Merinci produksi telur di Sukabumi
Daftar shuttle bus Sukabumi-Jakarta plus tarif dan jadwal, tawarkan kenyamanan dan tepat waktu
Kementerian Pertanian kawal swasembada pangan di Sukabumi
15 tren usaha mikro 2026 di desa, dari AI hingga cuci motor panggilan
Gegerbitung juara! Ini 40 kecamatan penghasil cabai keriting di Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:29 WIB

Menkeu nilai keberpihakan ke ekonomi syariah nyaris tidak ada

Jumat, 13 Februari 2026 - 04:01 WIB

10 kabupaten penghasil daging ayam terbesar: Sukabumi 76 juta kg, tapi harga naik terus

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:00 WIB

Ayam ras, buras, itik, puyuh: Merinci produksi telur di Sukabumi

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:00 WIB

Daftar shuttle bus Sukabumi-Jakarta plus tarif dan jadwal, tawarkan kenyamanan dan tepat waktu

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:19 WIB

Kementerian Pertanian kawal swasembada pangan di Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi meminjam uang untuk modal bisnis ke bank syariah - sukabumiheadline.com

Regulasi

Menkeu nilai keberpihakan ke ekonomi syariah nyaris tidak ada

Jumat, 13 Feb 2026 - 22:29 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali - Facebook Budi Azhar Mutawali

Legislatif

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi puji Program Pro Women 3

Jumat, 13 Feb 2026 - 21:12 WIB

Ilustrasi Prabowo Subianto - sukabumiheadline.com

Nasional

Prabowo mau kumpulkan semua video yang hina MBG

Jumat, 13 Feb 2026 - 17:42 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131