Menteri hingga kades di Sukabumi ungkap kendala operasional Kopdes Merah Putih

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih masih menemui sejumlah kendala lapangan di sejumlah daerah. Menurut Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, salah satunya masih ada desa yang belum memiliki akses listrik dan juga koneksi internet sebagai faktor penting pembentukan koperasi.

“Kami menemukan berbagai masalah yang sangat miris, ngilu, karena ada ribuan lebih dari desa masih belum ada listriknya masih ada belasan ibu desa yang belum terkoneksi internet,” ujar Ferry beberapa waktu lalu.

Sementara itu, salah seorang kepala desa (kades) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengungkap persoalan berbeda, yakni ketiadaan lahan untuk kantor KDMP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Desa Sundawenang mah belum ada lahan,” kata Kades Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Wahid Syamsul Rizal kepada sukabumiheadline.com, Rabu (25/2/2026) dinihari.

Pengarahan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (23/4/2025) - Pemkab Sukabumi
Pengarahan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (23/4/2025) – Pemkab Sukabumi

Ia mengatakan, pihak Pemdes Sundawenang pernah mengajukan penggunaan lahan milik Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP) Tanaman Industri dan Penyegar, yang berlokasi di Jl. Raya Pakuwon Km. 2, Parungkuda.

Baca Juga :  Menkop minta Kopdes Merah Putih bersiap produksi genteng

Namun, institusi di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang berfokus pada penelitian, perakitan teknologi, dan produksi benih unggul tersebut menolak permintaan Pemdes Sundawenang.

“Pernah mengajukan permohonan penggunaan lahan BRMP, tapi tidak disetujui sama BRMP,” ungkap Wahid.

“Masih nyari lokasi lain, belum ada lagi lokasinya,” imbuhnya.

Permasalahan umum koperasi 

Logo Koperasi
Logo Koperasi yang baru – Istimewa

Di sisi lain, seperti dirangkum sukabumiheadline.com dari artikel di laman resmi Badan Internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) berjudul Cooperative Shortcomings, berikut adalah sejumlah permasalahan utama koperasi.

Koperasi berpusat pada risiko tata kelola (korupsi/kolusi), keterbatasan modal dan infrastruktur, serta SDM yang belum memadai.

Sehingga, koperasi menghadapi kendala operasional, potensi penyalahgunaan dana, hingga kekhawatiran elit lokal memanfaatkan koperasi, sehingga berisiko gagal beroperasi dan menimbulkan kerugian.

Baca Juga :  Bupati Sukabumi sebut 337 Koperasi Desa Merah Putih sudah terbentuk

Bak seikat lidi

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih - sukabumiheadline.com
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih – sukabumiheadline.com

Sementara itu, ketika peresmian KDMP, Presiden Prabowo Subianto mengibaratkan koperasi seperti seikat lidi. Ketika hanya berjumlah satu, kata dia, lidi itu lemah dan tidak berarti. Berbeda kalau, katakanlah, kuantitas lidinya banyak, dia menjadi alat yang bermanfaat serta kuat.

Selain membangun konsolidasi ekonomi nasional, pemerintah, lewat KDMP, juga ingin mengentaskan kemiskinan, membuka lapangan kerja, hingga meringkas rantai distribusi bahan-bahan pokok bagi masyarakat.

Khusus soal rantai pasok, harapannya peran tengkulak dapat ditekan dan konsumen mampu memperoleh harga produk lebih terjangkau ketika alurnya diperpendek.

“Yang desa, nelayan punya pendingin lebih besar untuk bikin es dan menjaga ikan. Kemudian sebelahnya gudang akan ada gerai-gerai untuk sembako. Ada gerai untuk simpan pinjam,” ujar Prabowo.

Berita Terkait

Ini daftar kecamatan sentra ikan lele Sukabumi
Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan
21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi
Daftar kecamatan penghasil melon Sukabumi
Harga bibit Lele Sangkuriang: Varietas unggul asli Sukabumi solusi cepat untung
9,3 juta batang! Produksi bambu Sukabumi terbesar, ini kecamatan penghasil dan pujian KDM
10 kecamatan penghasil bawang merah di Sukabumi, Kalapanunggal tertinggi
10 kabupaten penghasil daging ayam terbesar: Sukabumi 76 juta kg, tapi harga naik terus

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:47 WIB

Menteri hingga kades di Sukabumi ungkap kendala operasional Kopdes Merah Putih

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:54 WIB

Ini daftar kecamatan sentra ikan lele Sukabumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 01:18 WIB

Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:00 WIB

21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi

Rabu, 18 Februari 2026 - 03:38 WIB

Daftar kecamatan penghasil melon Sukabumi

Berita Terbaru

Lele Sangkuriang asli Sukabumi - Ist

UMKM

Ini daftar kecamatan sentra ikan lele Sukabumi

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:54 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131