Mewah tapi klasik bakal jadi tren fesyen 2025, bagaimana dengan warna dan bahan?

- Redaksi

Sabtu, 5 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeans longgar dan animal print - Istimewa

Jeans longgar dan animal print - Istimewa

sukabumiheadline.com – Tahun 2025, dunia fesyen diklaim semakin matang dalam menghadirkan tren baru yang penuh inovasi. Mengkolabosaikan gaya klasik dengan sentuhan modern, tren fesyen tahun ini diprediksi akan menjawab kebutuhan gaya hidup dan selera masyarakat.

Sementara itu, bahan linen, suede, organza, sifon, dan tulle akan digemari banyak kalangan, dilengkapi aksesoris berupa tas besar, sepatu yang nyaman sepanjang hari, dan aksesori yang ramping.

Dari pakaian yang mengutamakan kenyamanan hingga tampilan yang berani dan statement, berikut ulasannya, dilansir sukabumiheadline.com dari InStyle.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tren aksesoris, warna dan motif fesyen 2025

Cokelat tua, tangerine, pastel, dan warna laut diprediksi akan menjadi tren warna fesyen tahun ini. Alasannya, warna cokelat tua akan memberikan kesan berkelas.

Sedangkan, tangerine mudah dipadukan dengan warna lain, warna pastel seperti merah muda lembut, biru langit, dan sage green akan mendominasi.

Untuk tren kain ringan seperti organza, sifon, dan tulle akan menawarkan keanggunan dan fleksibilitas. Sedangkan, tren dress tunik akan memberikan penampilan elegan dan nyaman digunakan untuk acara formal, semi-formal, maupun kasual. 

Sementara itu, untuk motif, animal print seperti harimau dan sapi, classic stripes, dan motif vintage bakal jadi pilihan.

1. Animal print

Setelah dominasi pola leopard pada 2024, penggemar fesyen kini terpikat oleh motif bertema hewan lainnya. Tahun ini, motif harimau dan sapi diprediksi menjadi sorotan.

Selebritas seperti Rihanna yang memopulerkan motif sapi dan Katie Holmes yang mengenakan motif harimau menjadikan tren ini semakin diminati. Brand fesyen, baik high-end maupun yang lebih terjangkau, memanfaatkan motif ini untuk koleksi terbaru mereka.

2. Classic stripes

Pola garis-garis, yang identik dengan gaya timeless, kembali menjadi tren besar. Popularitas jaket wanita dan kemeja rugby semakin menguatkan tren ini. Desainer seperti Rabanne, Max Mara, dan Proenza Schouler, serta merek Gigi Hadid, “Guest In Residence,” menghadirkan koleksi garis-garis dengan interpretasi modern.

3. Jeans longgar

Tahun ini menjadi era kebangkitan celana jeans longgar. Setelah skinny jeans sempat mengancam kembali populer, desainer merespons dengan menciptakan potongan yang lebih longgar, seperti barrel jeans dan wide-leg pants.

Tren ini menghadirkan kenyamanan dan siluet baru yang kontras dengan jeans ketat yang populer sebelumnya.

Berita Terkait

5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks
6 tren model rambut pria 2027, Low Taper & Flow hingga Modern Baby Mullet
8 tren fesyen 2027: Genderless, sustainable fashion naik level hingga AI
Tren job hugging di tengah ketidakpastian ekonomi, ini penyebab dan dampak negatif
Ingin tampil cantik dan fresh? Pilih 10 model rambut pendek wanita ini untuk referensi
5 model rambut comb over untuk pria ke kampus atau ngantor
Tinggalkan smartphone, Gen Z kompak pilih dumbphone
Johatsu: Hidup sudah mentok, tren ganti identitas dan memulai hidup dari nol

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:00 WIB

5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:00 WIB

6 tren model rambut pria 2027, Low Taper & Flow hingga Modern Baby Mullet

Sabtu, 26 September 2026 - 10:00 WIB

8 tren fesyen 2027: Genderless, sustainable fashion naik level hingga AI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Tren job hugging di tengah ketidakpastian ekonomi, ini penyebab dan dampak negatif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Ingin tampil cantik dan fresh? Pilih 10 model rambut pendek wanita ini untuk referensi

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB