Miris, bocah 11 tahun di Gunungguruh Sukabumi alami gizi buruk dan TBC

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Kodim 0607 Sukabumi Letkol Indra Gunawan saat menjenguk Much Billal Tajudin Sopian - Ist

Komandan Kodim 0607 Sukabumi Letkol Indra Gunawan saat menjenguk Much Billal Tajudin Sopian - Ist

sukabumiheadline.com – Seorang bocah berusia 11 tahun bernama Much Billal Tajudin Sopian diduga kuat mengalami gizi buruk dan TBC. Namun, warga Kampung Kutamaneuh, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu berhasil diselamatkan.

Bilal kini telah dievakuasi ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi oleh Komandan Kodim (Dandim) 0607/Kota Sukabumi, Letkol Czi Indra Gunawan pada Rabu (3/9/2025).

Berdasarkan keterangan dihimpun, anak dari pasangan suami istri, Pian (59) dan Ratih Apriliani (35), ini dilaporkan menderita sakit sejak beberapa bulan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, karena alasan biaya, pengobatan yang layak untuk Billal Tajudin Sopian tak dapat dilanjutkan. Alhasil, kondisinya kritis dengan berat badan hanya tinggal 17,3 kilogram.

Alhamdulillah kini sudah dirawat di ruang isolasi Gedung Muraz lantai 3 di bawah penanganan dr. Anggun (spesialis anak) serta Ahli Gizi Mindi. Hasil pemeriksaan menyebutkan pasien mengalami dehidrasi, gizi buruk, dan TBC,” Letkol Czi Indra Gunawan.

Baca Juga:

Selain memastikan Bilal mendapatkan perawatan medis, Indra Gunawan juga memberikan bantuan berupa makanan untuk keluarga serta perlengkapan istirahat bagi orang tua bocah malang tersebut.

“Begitu menerima laporan dari anak buah di lapangan, (Koramil 0709/Cisaat) saya langsung turun ke lokasi agar anak segera mendapat penanganan. Alhamdulillah, sekarang sudah mendapatkan perawatan dari tenaga medis profesional,” kata Indra Gunawan.

Jumlah penderita TBC di Sukabumi

Tuberkulosis (TBC) atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri. TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

Menurut WHO, sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TBC di tahun 2020. Penyakit ini merupakan penyakit dengan urutan ke–13 yang paling banyak menyebabkan kematian, dan menjadi penyakit menular nomor dua yang paling mematikan setelah COVID-19.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, pada 2023 tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi menempati posisi tiga teratas penemuan kasus TBC. Ketiga kecamatan tersebut, adalah Cisaat, Cicurug dan Nagrak.

Adapun pada 2023, total ada sebanyak 3.979 Angka Penemuan TBC di Kabupaten Sukabumi.

Sedangkan untuk Kecamatan Gunungguruh, yang merupakan tempat domisili Much Billal Tajudin Sopian, pada 2023 tercatat 70 Angka Penemuan TBC, dengan 28 penderita di antaranya ditangani. Baca selengkapnya: Cicurug, Cisaat dan Nagrak, kecamatan dengan temuan penderita TBC terbanyak di Sukabumi

Angka tersebut naik pada 2024, seiring kenaikan Angka Penemuan TBC. Mengutip data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, penderita TBC mencapai angka 12 ribu lebih, atau naik sekira 300 persen dibandingkan 2023, dan 7 ribu di antaranya dilakukan pengobatan.

Untuk Gunungguruh, terjadi kenaikan jumlah penderita TBC menjadi 152 Angka Penemuan TBC dan 98 Pengobatan TBC. Baca selengkapnya: Penderita TBC di Kabupaten Sukabumi naik 300%, Cibadak terbanyak

Berita Terkait

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes
Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19
Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN
12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu
Wafa dan Kania, dua perempuan pelajar Sukabumi tewas tenggelam di pantai
Mahasiswa KKN keluhkan jalan hancur di Cibitung Sukabumi
Pacaran sama maling asal Medan, Wanita Sukabumi dianiaya dan diintimidasi hingga trauma
DPRD Kabupaten Sukabumi: Syukuran Nelayan Desa Ciwaru aset budaya

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:58 WIB

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:37 WIB

Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:42 WIB

12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:24 WIB

Wafa dan Kania, dua perempuan pelajar Sukabumi tewas tenggelam di pantai

Berita Terbaru

Serba bambu, peneliti ITB kembangkan rumah bambu modular tahan gempa bumi - ITB

Teknologi

Peneliti ITB kembangkan rumah bambu interlock tahan gempa bumi

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:37 WIB

Ilustrasi seorang warga miskin menjadi terdakwa di pengadilan - sukabumiheadline.com

Hukum

Hukum di Indonesia seperti golok, Mantan Ketua MK: Suram

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:40 WIB

Sukabumi

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:58 WIB

Honda F125 - Honda

Otomotif

Intip spesifikasi Honda F125, harga cuma Rp20 jutaan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 13:00 WIB