Miris, Dalam 8 Tahun Terakhir Belasan Pabrik di Kabupaten Sukabumi Bangkrut

- Redaksi

Rabu, 8 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com l Dalam kurun delapan tahun, sebanyak 13 pabrik yang bergerak dalam industri padat karya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bangkrut dan lima perusahaan merelokasi pabrik mereka ke luar daerah.

Menurut data DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi, ke-13 pabrik tersebut bangkrut dalam kurun 2015 hingga Semester I 2023.

Belasan Pabrik di Sukabumi Bangkrut dan Relokasi ke Jawa Tengah, Ini Biang Keroknya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, sepanjang 2015 hingga 2019, terdapat selusin pabrik di Sukabumi bangkrut. Satu pabrik kemudian menyusul gulung tikar pada 2023.

Sejumlah faktor pun dituding menjadi penyebab terjadinya kebangkrutan pabrik tersebut. Dari mulai ketatnya persaingan bisnis, kondisi perekonomian Indonesia yang belum stabil, regulasi yang merugikan dunia usaha hingga besarnya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sukabumi.

Baca Juga :  Gudang di Cicurug Sukabumi Bikin Banjir dan LBG Lebih dari Izin, Cheung: Tak Bisa Beri Informasi

Karenanya, Ketua DPK APINDO Kabupaten Sukabumi, Sudarno meminta semua stakeholders untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan perusahaan.

“Saya harap para pengusaha dan tenaga kerja di Kabupaten Sukabumi mampu menjaga kondusivitas supaya perusahaan bisa tetap bisa berjalan,” kata Sudarno.

“Pemerintah daerah juga diharapkan agar tidak membuat kebijakan yang akan merugikan dunia usaha, serta tidak memberikan kepastian hukum,” imbuhnya.

5 Perusahaan Merelokasi Pabrik ke Luar Sukabumi

DPK APINDO Kabupaten Sukabumi juga mencatat sebanyak lima pabrik telah merelokasi pabriknya ke luar daerah, seperti Garut, Jawa Barat dan ke Jawa Tengah karen perbedaan besaran UMK yang cukup signifikan.

Namun, tambah Sudarno, kelima pabrik yang memilih merelokasi pabrik mereka ada pengusaha yang memiliki modal besar saja. Sementara sisanya, 12 pabrik lain memilih menghentikan kegiatan usahanya.

Baca Juga :  Diperkuat Remaja asal Gegerbitung Sukabumi, Ini Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs UEA

Menurut hitungan DPK APINDO UMK Kabupaten Sukabumi saat ini sebesar Rp3.351.884 per bulan.

Sedangkan, di wilayah Jawa Tengah hanya di kisaran Rp2 juta per bulan. Dengan demikian terdapat selisih hingga sekira Rp1,3 juta per orang per bulan.

“Dengan selisih Rp1,3 juta per bulan dari satu orang pekerja saja, dikalikan dengan misalnya 3.000 orang buruh. Maka selisihnya mencapai Rp4 miliar per bulan,” tambahnya.

Besaran selisih tersebut di luar uang lembur dan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang nilainya sampai 10,5% dari upah.

Berdasarkan selisih tersebut, jika dirata-rata sebesar Rp5 miliar per bulan, maka total selisihnya mencapai sekira Rp60 miliar per tahun.

Sudarno menilai, angka tersebut cukup untuk membangun pabrik baru di luar daerah.

Berita Terkait

5 orang terkaya Indonesia 2025, nomor 1 punya aset triliunan Rupiah di Sukabumi
Kapasitas, profil perusahaan dan pemilik saham Star Energy Geothermal Salak Sukabumi
Tahun depan iuran BPJS naik, Menkes: Sedang didiskusikan dengan Menkeu
Progres pembangkit listrik super besar, di Sukabumi PLTA Cibuni 3 dan PLTA Cimandiri 3
2026 skema Subsidi LPG 3 kg berubah, pemerintah minta masyarakat sadar
5 artis terkaya di Indonesia: 4 asal Sukabumi, nomor 1 seleb Rp1 triliun
Turun, posisi kredit UMKM Sukabumi ke bank tiga tahun terakhir
Update jumlah penduduk miskin di Sukabumi dan Jawa Barat

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 03:33 WIB

5 orang terkaya Indonesia 2025, nomor 1 punya aset triliunan Rupiah di Sukabumi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 04:08 WIB

Kapasitas, profil perusahaan dan pemilik saham Star Energy Geothermal Salak Sukabumi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 10:00 WIB

Tahun depan iuran BPJS naik, Menkes: Sedang didiskusikan dengan Menkeu

Rabu, 27 Agustus 2025 - 00:01 WIB

Progres pembangkit listrik super besar, di Sukabumi PLTA Cibuni 3 dan PLTA Cimandiri 3

Selasa, 26 Agustus 2025 - 12:31 WIB

2026 skema Subsidi LPG 3 kg berubah, pemerintah minta masyarakat sadar

Berita Terbaru

Uya Kuya dan Eko Patrio - Ist

Daerah

Giliran rumah Eko Patrio dan Uya Kuya dijarah massa

Minggu, 31 Agu 2025 - 00:09 WIB

Rumah politisi Ahmad Sahroni di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara dikepung akibat kemarahan massa yang diduga atas ucapannya yang menjadi viral di media sosial - Ist

Daerah

Rumah Ahmad Sahroni dikepung massa, isinya dijarah

Sabtu, 30 Agu 2025 - 18:42 WIB

Penutupan Masa Sidang Kesatu Tahun Sidang 2025 dan Pembukaan Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2025 - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi dorong pemerintah genjot PAD

Sabtu, 30 Agu 2025 - 15:28 WIB