Miris, hampir 50% nasabah pinjol berprofesi guru

- Redaksi

Rabu, 15 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pinjaman online - Istimewa

Ilustrasi pinjaman online - Istimewa

sukabumiheadline.com – Fakta miris mengungkap bahwa guru menjadi nasabah pinjaman online (pinjol) terbanyak DDi Indonesia. Hal itu diungkap oleh Peneliti Ekonomi Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi.

Menurutnya, meski fakta tersebut tak serta merta menjadi indikator negatif, namun hasil riset di tahun 2023 membawa pesan untuk dicermati.

“Hasil riset lembaga No Limit Indonesia, menunjukan bahwa profesi nasabah pinjol adalah guru. Angkanya mencapai 42 persen. Ini menarik dicermati mengingat guru adalah kalangan terdidik yang seharusnya punya bekal literasi keuangan mumpuni,” kata Acuviarta, saat menggelar diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Tasikmalaya, dikutip Rabu (15/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mirisnya lagi, Acuviarta mensinyalir motivasi pinjaman ini dipergunakan untuk keperluan konsumtif atau sebagai cara untuk memenuhi gaya hidup.

“Saya kira lebih kepada memenuhi gaya hidup. Selain itu ketidakjelasan pendapatan yang dialami oleh guru honorer bisa juga menjadi penyebab mengapa guru jadi profesi nasabah pinjol tertinggi,” kata dia.

Baca Juga :  Empat pinjol ditutup OJK selama 2024, ini daftarnya

Jawa Barat Juara 

Sementara data OJK menunjukkan total nasabah pinjol di Indonesia sebanyak 18.168.355 rekening. Lebih dari 5 juta rekening itu adalah milik masyarakat Jawa Barat.

Sementara itu di bawah guru, kalangan yang menjadi nasabah pinjol tertinggi adalah korban PHK dan di urutan ketiga adalah ibu rumah tangga.

“Kalau korban PHK boleh jadi ini karena terdesak kebutuhan lalu dia memanfaatkan pinjol karena kemudahan memperoleh dana cepat. Tapi di peringkat ketiga ada ibu rumah tangga yang menurut saya ini motivasinya untuk memenuhi gaya hidup,” kata Acuviarta.

Sementara di sisi lain, dugaan pemanfaatan dana pinjol untuk kebutuhan konsumtif juga tergambar dari tingginya angka kredit macet. “Tingkat wanprestasi atau kredit macetnya relatif tinggi, mencapai 3,29 persen,” kata Acuviarta.

Baca Juga :  Waspada Warga Sukabumi, Ini Daftar 173 Pinjol Ilegal Terbaru dari OJK

Plt Kepala OJK Tasikmalaya, Misyar Bonowisanto mengatakan pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih bijaksana dalam memanfaatkan pinjol yang belakangan semakin gencar berusaha meraih nasabah.

“Penting bagi masyarakat untuk memahami risikonya. Maka edukasi tentang pengelolaan keuangan jadi penting, baik itu terkait pinjol mau pun investasi,” kata Misyar.

Untuk pinjol, menurut Misyar masyarakat hendaknya meminjam di lembaga atau pinjol yang legal. Saat ini OJK mencatat ada 102 lembaga pinjol yang diawasi oleh OJK.

Sementara ratusan bahkan ribuan pinjol ilegal lainnya selama ini terus berusaha menjerat masyarakat dengan pinjaman berbunga tinggi dengan modus beragam.

“Kemudahan membuat aplikasi atau website telah mendorong rentenir-rentenir beralih menjadi pinjol, sejauh ini pihak OJK sudah menutup sekitar 5.000 pinjol ilegal,” kata Misyar.

Berita Terkait

Ada BLT Rp300 ribu, warga Sukabumi wajib tahu 8 fokus Dana Desa 2026 sesuai Permendesa 16/2025
Belanja online fesyen lokal berkualitas di Elizabeth, ada ribuan produk dan gratis ongkir
Cara mendapatkan pupuk bersubsidi di Sukabumi sesuai HET
Ini lho jenis-jenis sumbangan bebas pajak di Indonesia
Kilang minyak Sukabumi kapan? 6 proyek Danantara groundbreaking Januari 2026, ini kata Mensesneg
Menanti IPO Persib di Bursa Efek Indonesia tawarkan 45% saham, ini penjelasan OJK
Dana Desa 2025-2026 larinya ke mana? Begini menurut BPK, Kemenkeu dan Permendes
Resmi! Daftar UMSK Jabar 2026 hasil revisi, Sukabumi Rp3,850 juta

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 05:15 WIB

Ada BLT Rp300 ribu, warga Sukabumi wajib tahu 8 fokus Dana Desa 2026 sesuai Permendesa 16/2025

Kamis, 8 Januari 2026 - 04:12 WIB

Belanja online fesyen lokal berkualitas di Elizabeth, ada ribuan produk dan gratis ongkir

Kamis, 8 Januari 2026 - 03:27 WIB

Cara mendapatkan pupuk bersubsidi di Sukabumi sesuai HET

Rabu, 7 Januari 2026 - 14:39 WIB

Ini lho jenis-jenis sumbangan bebas pajak di Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:01 WIB

Kilang minyak Sukabumi kapan? 6 proyek Danantara groundbreaking Januari 2026, ini kata Mensesneg

Berita Terbaru

Ilustrasi peternak ikan sedang memindahkan ikan ke kolam lain di tambak miliknya - sukabumiheadline.com

Headline

Mengintip potensi perikanan Kabupaten Sukabumi 2026

Minggu, 11 Jan 2026 - 02:56 WIB