sukabumiheadline.com l SAGARANTEN – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dikenal memiliki banyak pondok pesantren (Ponpes). Bahkan, data sementara menyebutkan jumlah total ponpes di Sukabumi mencapai sekira seribu lebih, dan memungkinkan jumlahnya terus bertambah.
Setiap ponpes tentu memiliki keunggulan masing-masing. Dari mulai kurikulum, konsep pendidikan hingga biaya. Banyak ponpes di Sukabumi yang dikenal berbiaya relatif mahal. Hal itu tentu sebanding dengan fasilitas pendidikan yang memadai.
Namun, tak sedikit pula ponpes yang menggratiskan biaya pendidikan, di mana santri hanya diwajibkan fokus dalam menuntut ilmu agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu Ponpes yang menggratiskan biaya pendidikan santrinya sampai lulus, adalah Pondok Pesantren Habibillah Al Karomah atau lebih dikenal Al-Haq. Ponpes yang didirikan sejak 1995 ini berlokasi di Kampung Ciketa, Desa Gunung Bentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
“Pesantren ini saya dirikan sejak 1995 yang tujuannya untuk memberikan bantuan kepada warga kurang mampu yang anaknya ingin menuntut ilmu di ponpes hingga lulus Madrasah Aliyah atau setingkat SMA,” kata Pimpinan Ponpes Al-Haq KH Abdullah.

Keberadaan Ponpes Al-Haq di pelosok Sukabumi itu, bisa capai dengan tiga jam perjalanan, untuk menempuh jarak sejauh 60 km dari Kota Sukabumi.
Ditambahkan Kyai Abdullah, saat ini ponpes tersebut memiliki lebih dari 250 santri dan santriwati yang mayoritas mondok atau bermukim di ponpes.
Adapun, untuk kesehariannya, para santri, baik putri maupun putra, mendapatkan makan tiga kali tanpa dipungut biaya sedikit pun.
Sama seperti di ponpes lainnya sesuai melaksanakan pendidikan formal, mulai dari Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) secara reguler, para santri akan melanjutkan dengan pembelajaran ilmu agama, seperti sorogan, bandongan, hadoroh dan membaca kitab kuning.
“Santri kami sudah banyak yang berprestasi baik tingkat Kabupaten Sukabumi maupun nasional untuk di bidang dakwah, bahkan dua santri pun diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti program magang,” kata kyai yang menyelesaikan pendidikan S-1 dan S-2-nya di bidang kependidikan itu.
Selain itu, hampir 85 persen santri di Ponpes Al-Haq berasal dari desa sekitar, yang rata-rata dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu.
“Sisanya, berasal dari kecamatan lain di Kabupaten Sukabumi. Bahkan, ada juga yang datang dari Boyolali, Jawa Tengah,” tambahnya.

Kyai Abdullah juga menjelaskan bahwa dengan dukungan dan bantuan Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI), ponpes itu juga mengembangkan program kewirausahaan dalam bentuk Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP).
“Ponpes juga terus berikhtiar untuk menuju kondisi-kondisi ke arah kemandirian, sehingga bisa berkembang,” katanya.
Sementara, badan usaha milik BUMP Ponpes Al-Haq yang saat ini sudah berjalan, adalah sound system, di mana sejak diberikan bantuan YBM-BRI senilai Rp83 juta, kini sudah berhasil menambah peralatan sejenis secara mandiri.
Dukungan usaha BUMP itu menginspirasi pihaknya untuk mengembangkan usaha jasa itu yang hingga kini berjalan baik.
“Bahkan, kini santri pun sudah ada yang menjadi operator jika ada permintaan jasa dari lingkungan desa sekitar,” katanya.
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Ponpes Al-Haq, YBM-BRI juga memfasilitasi pelatihan bagi para guru di SMK Wikrama, Kota Bogor.
Untuk informasi, biaya modal usaha dan pelatihan di luar dana beasiswa yang diberikan YBM-BRI yang nilainya mencapai hampir seratusan juta Rupiah.
Sedangkan, bantuan untuk biaya pembangunan sarana-prasarana asrama senilai Rp117.700.000, dan BUMP usaha sound system sebesar Rp83 juta.