Murah, RM Padang di Pasar Parungkuda Sukabumi Ini Menjual Kekhasan Masakan Asli Minang

- Redaksi

Sabtu, 5 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu Nasi Padang murah di Parungkuda. l Feryawi

Menu Nasi Padang murah di Parungkuda. l Feryawi

SUKABUMIHEADLINE.com l PARUNGKUDA – Kalau bicara Nasi Padang, bagi warga Sukabumi, sepertinya sudah menjadi menu makan kedua setelah menu masakan Sunda atau masakan di rumah.

Tempat yang selalu resik dan menu makanan yang tersaji nampak terlihat fresh, membuat siapapun tergiur untuk mencicipinya.

Namun, tidak semua masakan Padang di luar daerahnya, Sumatera Barat, terasa nikmat seperti halnya menu masakan Padang di daerah asalnya yang dikenal lekat dengan rasa rempah yang begitu kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di Pasar Semi Modern (PSM) Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ada sebuah RM Padang yang rasanya sangat Padang, atau Foodies akan merasa begitulah rasa masakan Padang di daerah asalnya.

Di rumah makan tanpa nama ini, semua menu dihargai sama, yakni hanya Rp12 ribu saja per porsi. Dari mulai serba ikan hingga daging.

Saking lezatnya menu masakan Padang di sini, tak heran jika seringkali RM Padang ini sudah tutup, meskipun jam baru menunjukkan pukul 15.00 WIB.

Soal kekhasan rasa ini, pemilik RM Padang menyebut tidak memiliki resep khusus. Ia hanya mengaku memasak seperti yang biasa dilakukan orangtuanya di kampung halaman.

“Enggak ada. Enggak ada resep khusus. Saya masak seperti biasa aja dulu di kampung,” kata Daidi Rais kepada sukabumiheadline.com, Jumat (4/11/2022).

Sedangkan, soal banyaknya RM Padang yang rasanya tidak khas Padang, Daidi menyebut, hal itu karena kini banyak penjual masakan Padang yang bukan warga Padang atau Sumatera Barat.

“Sekarang kang banyak penjual masakan Padang yang bukan orang Padang, mungkin mereka pernah bekerja, lalu bikin rumah makan sendiri,” kata dia.

Berita Terkait

2 Oktober Hari Batik Nasional: Mengenal 7 sanggar batik di Sukabumi
5 foto hijab anggun Vanty Veronica, wanita Sukabumi di panggung film, model dan masterchef
Berapa lama simpan sisa makanan dalam kulkas tetap sehat dikonsumsi?
8 tren fesyen 2027: Genderless, sustainable fashion naik level hingga AI
Prabowo matangkan rencana pendidikan gratis dari PAUD/TK hingga kuliah
LPEM FEB UI: Mahasiswa sains, teknologi, teknik dan matematika kian sulit cari kerja
Innalillahi, Aries Budiman, artis dan drummer band Garasi asal Sukabumi meninggal dunia
Profil Cecep Herawan, Dubes RI untuk Korea Selatan terima Deputy CEO PERSIB di Seoul

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:47 WIB

2 Oktober Hari Batik Nasional: Mengenal 7 sanggar batik di Sukabumi

Selasa, 29 September 2026 - 03:07 WIB

5 foto hijab anggun Vanty Veronica, wanita Sukabumi di panggung film, model dan masterchef

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Berapa lama simpan sisa makanan dalam kulkas tetap sehat dikonsumsi?

Sabtu, 26 September 2026 - 10:00 WIB

8 tren fesyen 2027: Genderless, sustainable fashion naik level hingga AI

Jumat, 25 September 2026 - 18:18 WIB

Prabowo matangkan rencana pendidikan gratis dari PAUD/TK hingga kuliah

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB