22.5 C
Sukabumi
Sabtu, Mei 25, 2024

Ternyata Ini Penyebab Ledakan Tabung CNG di Cibadak Sukabumi, Kepsek SD Korban Tewas

sukabumiheadline.com l Peristiwa pilu meledaknya tabung gas...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Jadwal, Rute dan Tarif DAMRI Sagaranten, Tegalbuleud, Surade dan Palabuhanratu

sukabumiheadline.com l DAMRI terus memperkuat konektivitas dengan...

Ngaku Adik Dajal dan Pernah Pesta dengan 25 Nabi, 5 Fakta Pelajar Sukabumi Hina Muhammad SAW

LIPSUSNgaku Adik Dajal dan Pernah Pesta dengan 25 Nabi, 5 Fakta Pelajar Sukabumi Hina Muhammad SAW

sukabumiheadline.com l CIBEUREUM – Warga Sukabumi, Jawa Barat dihebohkan dengan tersebarnya rekaman suara video berdurasi 35 detik yang kemudian viral dan jadi perbincangan di media perpesanan karena dinilai menghina Nabi Muhammad SAW.

Setelah ditelusuri suara di video tersebut ternyata berasal dari mulut seorang pelajar sebuah Madrasah Tsanawiyah yang masih berusia 14 tahun di Sukabumi berinisial ABH.

ABH membagikan enam voice message di status WhatsApp yang mengandung kata-kata kasar dan merendahkan Nabi Muhammad SAW.

1. ABH Mengaku Adik Dajal dan Pernah Pesta dengan 25 Nabi

Rekaman yang dibuat ABH pada status WhatsApp mengundang kehebohan publik. Pasalnya, pelajar kelas 7 sebuah Madrasah Tsanawiyah itu mengaku pernah mabuk bersama dengan Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, dalam rekaman yang dibuat pada Kamis (4/5/2023), sekira pukul 21.00 WIB itu ABH juga mengaku sebagai adik Dajal dan pernah berpesta dengan 25 nabi.

Bahkan, tak cukup sampai di situ, santri tersebut juga bertanya cara untuk masuk agama Konghucu.

2. Langsung Menyerahkan Diri Setelah Viral

Setelah viral, pelajar tersebut akhirnya menyerahkan diri ke polisi dengan diantar oleh keluarganya ke Mapolsek Cibeureum, Kota Sukabumi, Sabtu (6/5/2023) malam.

“Terhadap dugaan kasus penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW, kami dari pihak Polsek Cibeureum dan Polres Sukabumi Kota telah mengamankan terduga pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Yanto Sudiarto.

Sementara, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelajar tersebut mengaku rekaman dibuat untuk lucu-lucuan.

“Memang dari pengakuan dia, dia iseng untuk lucu-lucuan. Tapi ini untuk pembelajaran kita semuanya buat anak-anak juga, orang tua harus turut peduli. Jangan dianggap lucu, itu akan menjadi malapetaka,” kata Ari.

Ari berjanji pihaknya akan menyelesaikan masalah itu dengan ketentuan dan aturan yang belaku. Meski demikian, sang anak tak dilakukan penahanan namun tetap diamankan polisi.

“Kita sudah sesuai proses yang berlaku, intinya sekarang bapaknya memberikan pernyataan untuk menitipkan anaknya di sini, kita nggak tahan, supaya aman,” ujarnya.

“Kita amankan di polres, ditemani orangtuanya, karena kami mendapatkan informasi bahwa dia ada yang mau memukuli,” sambungnya.

Ditambahkan Ari, polisi juga telah melakukan tes urine dan pemeriksaan beberapa saksi. Hasil tes urine menunjukkan jika santri itu negatif obat-obatan terlarang maupun minuman keras

“Negatif. Alhamdulillah, dari voice note dia bilang mabuk dan sebagainya. Sehingga kita laksanakan tes urine, hasilnya negatif,” tutup Ari.

3. LFI akan Mengawal Kasus ABH

Tak pelak, rekaman tersebut mengundang banyak kecaman dari publik, salah satunya dari Ketua Laskar Fisabilillah Indonesia (LFI), sekaligus pengasuh Majelis Arrifa’iyah Indonesia Abi Kholil Asubki.

“Kami mengecam dengan keras atas terjadinya penghinaan terhadap para Nabi terutama Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh seorang siswa tingkat MTS,” kata Abi Kholil.

“Kami berharap pemerintah lebih tegas lagi terhadap para penista agama, sehingga tidak terus bermunculan,” tambahnya.

LFI juga mengaku akan mengawal kasus tersebut dan meminta agar pihak kepolisian segera bertindak dan menyelesaikan masalah tersebut.

“Kita datang ke Polres untuk mendorong kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW sehingga kasus ini cepat diselesaikan karena ini kan kasus SARA takutnya jadi berbahaya bagi dia sendiri kalau tidak dibereskan di polres. Jadi kami menuntut hari ini kurang dari 24 jam harus dihadirkan,” kata Abi Kholil.

4. Sikap MUI Kota Sukabumi 

Sementara itu, Ketua III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi Bidang Hukum dan Fatwa Apep Saefulloh, mengaku sudah bertemu dengan ABH. Menurutnya, sebelum kasus ini mencuat ke permukaan, terduga pelaku sudah bersyahadat ulang.

“Sudah, sudah bertemu di Polsek Cibeureum. Kalau nggak salah sudah ulang syahadat dengan kyai-kyai tempat kemarin itu untuk ijtihad kehati-hatian,” ucap Apep.

“Kita lihat dari faktor usia, dia itu masih 14 tahun dan juga bukan masalah kekeluargaan atau apa, menurut saya pembinaan harus dilakukan. Terakhir ketika orang masuk ke dalam penjara itu justru akan lebih buruk ke depannya, tapi kita lihat dulu hasil daripada BAP-nya, pemeriksaannya. Ketika dia menyimpangnya terlalu jauh maka tidak ada bisa istilah maaf,” tegasnya.

“Kami pengaduan dulu karena melihat anak masih di bawah umur. Restorative justice (RJ) itu kan dalam kasus SARA salah satu yang tidak bisa, jadi kita belum tahu juga kondisi anaknya gimana,” ujarnya.

5. Respons Wakil Gubernur Jawa Barat 

Kasus tersebut juga mengundang keprihatinan Wakil Gubenur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Ia menyayangkan adanya pelajar Madrasah yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Menurut Uu Ruzhanul Ulum, dirinya heran ada seorang remaja muslim tingkat SLTP melakukan semacam itu.

“Mungkin pemahaman keagamaannya yang kurang, keteledoran kita semua. Saya tidak menyalahkan orangtuanya, dan juga tidak menyalahkan yang lain tetapi itu menjadikan istabunafsi bagi Kita semua. Kok, ada anak kecil Muslim seperti itu yang berani melakukan penghinaan,” kata Uu, Ahad (7/5/2023).

Uu berharap remaja itu tidak diproses hukum, selain masih di bawah umur, tentu yang harus di perhatikan, kata dia, justru pendidikan moral, dan akhlak harus lebih ditingkatkan.

Pasalnya, saat ini pendidikan moral dan akhlak pada anak sekarang terus merosot, karena perkembangan era zaman yang semakin canggih.

“Meminta dinas pendidikan dan sekolah sekolah untuk lebih meningkatkan pendidikan moral dan akhlak, serta pendidikan Karakter,” harap Uu.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer