Ngeri! Puluhan penambang emas ilegal di Pongkor Bogor keracunan gas

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan penambang emas ilegal di Pongkor Bogor keracunan gas - Ist

Puluhan penambang emas ilegal di Pongkor Bogor keracunan gas - Ist

sukabumiheadline.com – Sejumlah penambang emas ilegal di kawasan pertambangan emas Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dirawat akibat terkena gas beracun, Rabu (14/1/2026). Puluhan Penambang Tanpa Izin (PETI) dikabarkan mengalami keracunan gas massal saat beraktivitas di dalam lubang tambang.

Gas beracun tersebut diduga berasal dari asap mesin generator yang digunakan para penambang sebagai sumber penerangan di dalam lubang yang minim sirkulasi udara.

Sebelumnya, beredar pesona berantai melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, mengenai kabar keracunan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Asalamua Alaikum, INALILAHI WA INA ILAIHI ROJIUN, Infor masi hari ini Rabu 14 januari 2026 telah terjadi musibah masal di lokasi penambangan Nunggul bogor yang di klola warga masyarat,” demikian bunyi pesan yang beredar.

“Terjadi keracunan yang keluar dari dalam lubang tambang di perkirakan 700 orang meninggal di dalam Lubang, bagi yang punya sanak anak kluraga sodara atau tetangga yang kerja di Lokasi penambangan Nunggul segera mencari informasi atao melaporkan kepemerintah setempat. Agar di tindak lanjuti informasi ke sesama pemerintahan, terimakasih,” lanjut pesan tersebut.

Baca Juga :  Bukan Bandung apalagi Sukabumi, ini daftar kota dengan populasi terpadat di Jawa Barat

Namun, kabar resmi menyebut setidaknya lima orang pria, yang diketahui merupakan warga Kecamatan Nanggung, dilarikan ke klinik terdekat karena mengalami gejala sesak napas berat dan pusing hebat.

Informasi dihimpun, mereka merupakan penambang yang menggali lubang secara ilegal di kawasan milik PT Aneka Tambang (Antam). Tim medis yang menangani para korban menyatakan, kelima penambang tersebut tiba di klinik sekira pukul 02.00 WIB dini hari.

“Lima pasien datang dengan keluhan sesak napas akut dan pusing-pusing. Sekarang mereka masih dirawat intensif untuk pemulihan kadar oksigen,” ujar dr. Aditya, tim medis klinik seperti dilansir Antara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti penambang yang masih terjebak di dalam lubang tambang emas tersebut. Situasi di lapangan masih sangat tertutup, mengingat aktivitas ini merupakan praktik pertambangan tanpa izin (PETI).

Baca Juga :  Warga Bogor Tewas Tertembak Teman dalam Turnamen Berburu Babi Hutan di Sukabumi

Pihak pemerintah daerah setempat maupun manajemen PT Aneka Tambang Pongkor belum memberi pernyataan resmi terkait kronologi maupun data total korban yang terdampak asap generator tersebut.

Upaya pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih tertinggal di dalam lubang telah dihentikan sementara. Di sisi lain, hujan yang masih mengguyur kawasan Nanggung membuat lubang tambang jadi rawan longsor dan berbahaya bagi tim penyelamat.

Selain faktor cuaca, sisa-sisa gas beracun di dalam lubang juga menjadi kendala dalam proses evakuasi korban.

Berita Terkait

Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad
KDM: Lebaran opang, becak, angkot libur dua pekan
Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal
Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA
Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak
Jalan Nasional lintasi pusat kota se-Jawa Barat bakal diserahkan ke kota/kabupaten
Bupati di Jawa Barat ini wajibkan 1 kecamatan 1 hektar hutan
Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 02:40 WIB

Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad

Sabtu, 21 Februari 2026 - 03:43 WIB

KDM: Lebaran opang, becak, angkot libur dua pekan

Kamis, 19 Februari 2026 - 03:30 WIB

Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:30 WIB

Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131