Pedagang Keliling Jadi Pengusaha Ayam Fillet di Cibadak Sukabumi Omset Rp70 Juta Sehari

- Redaksi

Rabu, 6 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joko Hartanto. l Istimewa

Joko Hartanto. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CIBADAK – Siapa sangka seorang penjual daging ayam keliling yang awalnya hanya mengais Rp1.000 hingga Rp2.500 dari per kilogram ayam yang dijualnya, kini berubah menjadi pengusaha daging ayam fillet dengan omset miliaran Rupiah per bulan.

H. Joko Hartanto, seorang pengusaha yang merintis usahanya dari nol kini telah berubah menjadi seorang pengusaha besar berkat kegigihannya dalam menjalankan bisnisnya.

Cerita berawal ketika pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah, tersebut merantau ke Kampung Kebon Pala, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada 1986 silam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, Joko mengaku saat itu ia merantau cuma bermodal nekad dengan hanya membawa peralatan memikul (rancatan) untuk berjualan keliling.

“Modal nekad aja, waktu itu saya dari Sukoharjo merantau ke Cibadak tahun 1986 hanya bermodal rancatan,“ kata Joko dikutip sukabumiheadline.com dari kanal YouTube Pejuang Duit.

Setibanya di Cibadak, ia mengaku menjadi tukang pikul selama tiga tahun. Ia juga merintis usaha menjual ayam potong keliling. Mulai dari setengah kilogram hingga berkembang menjadi tiga kilogram.

“Waktu itu, mendapat untung Rp2.500 dari per kilogram daging ayam yang dijual aja sudah alhamdulillah,“ kenang Joko.

Menjadi Miliarder

Seiring berkembangnya waktu dan usahanya, sejak sepuluh tahun lalu Joko tidak lagi berjualan daging ayam keliling. Ia telah menjadi bos dengan menjual 1 ton hingga 1,5 ton ayam per hari.

Bahkan, ia kini telah memiliki sebuah freezer besar dengan kapasitas 40 ton daging ayam segar. Sehingga tidak heran jika saat ini sekira 600 ekor ayam parent dan 1.000 ekor ayam broiler ia potong setiap hari untuk diproses menjadi fillet.

Daging ayam fillet tersebut kemudian digiling, lalu dibentuk menjadi bakso dan cilok daging ayam. Untuk prosesnya sendiri semua sudah dilakukannya sendiri di pabrik miliknya.

Pengusaha bakso 1
Bakso daging ayam. l Pejuang Duit

Berkat kerja kerasnya tersebut, saat ini omset usaha Joko sudah mencapai Rp70 juta per hari, atau setara Rp2,1 miliar per bulan. Namun, diakuinya, omset bisa melonjak signifikan jika menjelang hari raya Lebaran.

“Kalau omset saat ini antara 60 sampai 70 juta Rupiah lah per hari. Ajegnya 60an juta Rupiah. Tapi, kalau menjelang Lebaran, bisa sampai 250 sampai 300 juta per hari,“ ungkap Joko.

“Kan kalau menjelang Lebaran, para pedagang bakso itu masuk uang duluan,“ tambah dia.

Berita Terkait

Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif
Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis
Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak
Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan
Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman
KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland
Nomor 5 mualaf asal Sukabumi, ini daftar raja minimarket Indonesia
TNI dan polisi dilibatkan tagih pajak ke warga

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:32 WIB

Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:08 WIB

Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:19 WIB

Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman

Berita Terbaru