Pemicu Perang Bubat dan Perselisihan Sunda-Jawa, Kecantikan Dyah Pitaloka Citraresmi Disebut Cocok Jadi Artis

- Redaksi

Kamis, 2 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dyah Pitaloka Citraresmi. l Istimewa

Dyah Pitaloka Citraresmi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Bagi sebagian besar masyarakat Sunda, nama Dyah Pitaloka Citraresmi tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Seperti dikutip dari laman p2kp.stiki.ac.id, gadis cantik ini merupakan putri Kerajaan Sunda Galuh yang terkenal pada masanya.

Dyah Pitaloka Citraresmi atau Citra Rashmi adalah seorang putri raja yang bernama Mahaparabu Linggabuana. Ia lahir pada 1340 dan wafat 4 September 1357 dan dimakamkan di Astana Gede, Situs Kerajaan Galuh.

Kecantikannya Dyah Pitaloka yang terkenal saat itu membuat Raja Majapahit Hayam Wuruk berhasrat untuk menjadikannya sebagai permaisuri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengetahui keinginan Raja Majapahit tersebut, Raja Sunda Prabu Maharaja Linggabuana berniat mengikat persekutuan dengan Kerajaan Majapahit yang besar dan jaya.

Raja Sunda kemudian mengantar langsung putrinya ke Majapahit untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk.

Sesampainya Dyah Pitaloka di istana Kerajaan Majapahit bersama sang ayah dan beberapa prajurit, Patih Gajah Mada justru tidak memberi izin untuk masuk. Rombongan tersebut akhirnya berkemah di sebuah lembah bernama Bubat.

Namun, kesalahpahaman antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda membuat pernikahan tersebut urung dilaksanakan.

Alih-alih melangsungkan pernikahan, Patih Gajah Mada justru melarang Raja Hayam Wuruk untuk mendatangi Bubat.

Ia dan pasukannya menawarkan diri untuk berangkat menemui Raja Sunda Linggabuana dan meminta agar Dyah Pitaloka diserahkan sebagai tanda penaklukkan Kerajaan Sunda kepada Majapahit.

Hal itu yang akhirnya membuat Raja Sunda Linggabuana marah hingga akhirnya terjadi pertumpahan darah. Dyah Pitaloka, sang ayah, dan sebagian besar prajurit meninggal dunia di Bubat pada waktu itu.

Raja Sunda yang merasa dipermalukan akhirnya menyatakan perang dan terjadilah pertumpahan darah yang dikenal dengan perang bubat. Raja Sunda yang juga merupakan ayah dari Dyah Pitaloka Citraresmi meninggal dunia pada peperangan itu.

Menolak untuk dijadikan selir dan diperbudak, Dyah Pitaloka Citraresmi kemudian memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Raja Majapahit, dikabarkan murka kepada Gajah Mada hingga kemudian sang Mahapatih mengasingkan diri. Bahkan diceritakan, Hayam Wuruk sejak saat itu lebih sering sakit-sakitan.

Sementara, di tanah Pasundan, raja Sunda berikutnya mengharamkan semua warganya menikah dengan penduduk Jawa. Kisah perang Bubat dan larangan menikah Sunda dengan Jawa ini kemudian diceritakan secara turun temurun.

Wajah Dyah Pitaloka Citraresmi

Potret paras cantik Dyah Pitaloka versi AI atau Artificial Intelligence tengah viral di media sosial. Wajah sang ratu disebut-sebut begitu menawan hingga banyak mendulang pujian dari warganet.

Beberapa waktu lalu, sebuah akun TikTok mengunggah potret wajah Dyah Pitaloka dari sebuah patung. Patung yang diklaim merupakan perwujudan seorang ratu itu hidup di tahun 1340 hingga 1357.

Mulanya, teknologi AI mengambil bagian utama dari wajah patung tersebut, yakni alis, dahi, mata, hidung, bibir, dan dagu. Kemudian, muncul sosok wanita dengan paras yang sangat cantik mengenakan mahkota dari emas.

Setelah sempurna menjadi sebuah gambar wajah seorang wanita, teknologi AI juga mengubahnya seolah-olah nampak hidup. Kedua bola mata wanita tersebut berkedip, bibirnya tersenyum, dan wajahnya bergerak.

Aku meminta AI untuk menghambarkan wajah Dyah Pitaloka Citraresmi berdasarkan patung Nyai Ambatkasih,” tulis akun TikTok @ainusantara, dikutip sukabumiheadline.com pada Kamis (2/3/2023).

Unggahan tersebut mendulang beragam komentar positif dari warganet. Banyak yang memuji kecantikan wanita dalam video tersebut yang diduga merupakan perwujudan Ratu Dyah Pitaloka.

Pantes aja Raja Majapahit jatuh cinta,” tulis salah seorang warganet.

Cocok jadi artis… kalau jaman skrg pasti udh jadi seleb terkenal,” imbuh warganet lainnya.

Kalau jadi sama Raja Hayamwuruk nggak tau anaknya bakal secakep apa,” timpal warganet lain.

Berita Terkait

5 tren wisata Gen Z di Sukabumi, dari eksplorasi niche hingga eco tourism
20 universitas swasta terbaik di RI versi Uniranks 2026, almamater tokoh asal Sukabumi
Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya
10 kampus negeri/swasta terbaik di Jabar 2026: Visibilitas global, riset, kinerja akademik dan keterbukaan
Alpha woman: Mandiri, pede, ambisius, adaptif, tegas urusan karier dan pribadi
10 daerah dengan mdpl tertinggi di Jawa Barat, ada Sukabumi, Cianjur dan Garut
50 kampus negeri dan swasta terbaik di Indonesia versi Webometrics 2026
Mengenal 6 bangunan tertua di Sukabumi, megah dan berkarakter

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:30 WIB

5 tren wisata Gen Z di Sukabumi, dari eksplorasi niche hingga eco tourism

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:46 WIB

20 universitas swasta terbaik di RI versi Uniranks 2026, almamater tokoh asal Sukabumi

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:27 WIB

Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:03 WIB

10 kampus negeri/swasta terbaik di Jabar 2026: Visibilitas global, riset, kinerja akademik dan keterbukaan

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:32 WIB

Alpha woman: Mandiri, pede, ambisius, adaptif, tegas urusan karier dan pribadi

Berita Terbaru

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bertemu Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi - Kementerian Luar Negeri RI

Internasional

Akhirnya Menlu Sugiono diterima Menteri Luar Negeri Iran

Sabtu, 11 Jul 2026 - 14:13 WIB

Jampidsus Febrie Ardiansyah - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Nasional

Jampidsus Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya

Sabtu, 11 Jul 2026 - 05:02 WIB