sukabumiheadline.com – Sejumlah tren baru di kalangan orang tua pada 2026 fokus pada kesehatan mental, literasi digital, dan keseimbangan dalam penggunaan teknologi untuk mendukung perkembangan anak di era digital.
Secara umum, tren ini menunjukkan pergeseran ke arah pendekatan pengasuhan yang lebih sadar, adaptif, dan berfokus pada kesejahteraan holistik anak di tengah dinamika dunia modern.
Berikut adalah beberapa tren utama dalam pola asuh (parenting) pada 2026 disajikan sukabumiheadline.com untuk Anda, para orang tua, Sabtu (17/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Peran ayah yang meningkat

Terdapat penekanan yang lebih besar pada peran aktif ayah dalam pengasuhan anak, tidak hanya terbatas pada peran pencari nafkah.
2. Prioritas kesehatan emosional anak

Mayoritas orang tua muda (sekitar 68%) kini lebih mengutamakan kesehatan emosional anak dalam pola asuh mereka. Ini mencakup fokus pada empati dan komunikasi terbuka. Tren ini menjadi gaya hidup terintegrasi, dari mulai gaya hidup sehat, termasuk aktivitas fisik rutin dan kesehatan mental, menjadi kebiasaan baru yang diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
3. Literasi digital dan batasan teknologi
Dengan semakin maraknya teknologi, orang tua didorong untuk meningkatkan literasi digital mereka dan menetapkan batasan yang jelas pada penggunaan gawai anak-anak. Teknologi digunakan sebagai alat edukasi, namun tetap dalam pengawasan ketat.
4. Pengajaran keterampilan hidup praktis

Orang tua semakin sadar bahwa mereka perlu mempersiapkan anak remaja untuk dunia nyata, tidak hanya fokus pada pencapaian akademis atau pilihan karier semata.
5. Pola asuh hibrida (hybrid parenting)
Orang tua dari Generasi Z, misalnya, mulai menciptakan gaya pengasuhan hibrida mereka sendiri, menggabungkan pendekatan tradisional dengan metode baru untuk mempersiapkan anak menghadapi tantangan masa depan.









