SUKABUMIHEADLINE.com l Berhembusnya isu kudeta kembali menyapa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyebut ada upaya pembajakan partainya oleh sosok ‘tanpa perahu’ untuk kepentingan Pemilu 2024.
Pria yang akrab dipanggil Cak Imin, itu mengklaim dia tak tahu isu kudeta tersebut. “Enggak dengar saya, enggak pernah dengar saya. Enggak ada. Indikasi ke arah sana enggak ada,” katanya, Rabu (18/5/2022).
Perang Dingin NU vs PKB
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah membuat pernyataan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak berpengaruh dan mengklaim 13 juta suara PKB solid, kekinian melalui akun Instagramnya, Cak Imin mengunggah pesan sarat politis.
Sebuah foto berupa kaus dengan tulisan “NU Kultural Wajib Ber-PKB, Struktural Sakarepmu“. Alhasil, unggahan tersebut kemudian direspons PBNU.
“Ya, tidaklah [wajib pilih PKB]. Itu pilihan hak demokrasi masing-masing,” ujar Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi.
Unggahan itu dibuat Cak Imin di tengah isu perseteruannya dengan PBNU. Konon bermula saat Cak Imin menyatakan bahwa PKB memiliki sekitar 13 juta pendukung solid dan tidak terpengaruh siapa pun, termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya.
Mengutip cnnindonesia.com, pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai unggahan Cak Imin sebagai bentuk kepanikan.
Adi menilai, akibat perseteruan dengan PBNU, ada potensi hilangnya suara NU untuk PKB. “Ya saya kira itu bentuk kepanikan Cak Imin akan kehilangan basis konstituen NU, karena PKB sangat identik dengan PKB-NU, bahkan NU itu ya the one and only konstituennya PKB,” kata Adi.
“PKB itu kan partai politik yang dilahirkan dari rahim NU meski ada partai lain yang basis pemilihnya sebagian NU seperti PPP, tapi paling kentara dan kental ke-NU-annya ya PKB,” tambah dia.