SUKABUMIHEADLINES.com l CICURUG – Palti Hatta Simbolon, seorang Pendeta Muda di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berpesan kepada umat Kristiani untuk berbagi suka cita Natal kepada sesama manusia.
“Pesan saya bagi umat Kristiani di tahun 2021, marilah tetap bersukacita dan bersyukur. Kita sambut juru selamat Yesus Kristus yang kita peringati kelahirannya pada hari ini. Mari kita bagikan suka cita Natal di tengah-tengah situasi sulit seperti sekarang, di tengah-tengah pandemi Covid-19,” kata pendeta berusia 46 tahun itu kepada sukabumiheadlines.com, Sabtu (25/12/2021).
Sebagai umat Kristiani, menurutnya, patut membagikan suka cita Natal di manapun berada, sehingga bangsa ini mampu menghadapi situasi seberat apapun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tidak sendiri karena ada Tuhan yang bersama kita Imanuel, inilah pesan saya di hari raya Natal tahun ini. Puji Tuhan saya tetap bersyukur, bersukacita di tengah-tengah pandemi yang sudah hampir dua tahun kita alami, tapi Natal tetap diperingati dengan penuh suka cita, meskipun dengan penuh kesederhanaan,” papar Palti.
Meskipun dalam suasana pandemi, tapi Palti mengaku tetap bersyukur karena masih tetap bisa memperingati Natal tahun ini, meskipun dengan pembatasan-pembatasan.
“Saya tetap bersyukur masih bisa beribadah meskipun harus dibatasi dengan online, tidak bisa bertemu dengan saudara-saudara semuanya, namun terpenting membawa suka cita dalam kehidupan kita, jadi itu kesan saya di hari Natal tahun ini,” tambahnya.
Palti juga berharap, ke depannya bisa membangun toleransi beragama. “Saya bersyukur sebagai bagian bangsa Indonesia ini, bangsa yang berbhineka tunggal ika, yang berbeda-beda tapi satu dalam Indonesia. Perbedaan-perbedaan yang ada di tengah-tengah kita tidak membuat kita saling meniadakan, tetapi saling mempererat kita satu sama lain. Boleh berbeda agama, boleh berbeda suku, tetapi kita tetap satu bangsa Indonesia,” harap Palti.
Ia juga mengajak umat Kristiani untuk mendahulukan rasa hormat kepada sesama agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar.
“Mari kita saling mendahulukan memberi hormat, supaya bangsa kita menjadi bangsa yang besar seperti yang dicita-citakan pendiri bangsa. Kita adalah bangsa beradab, bangsa yang beradasarkan pada Pancasila yang sudah menata kehidupan kita. Oleh karena itu, kerinduan atau harapan saya ke depannya, kita semakin menghormati satu sama lain tidak memperuncing perbedaan tapi kita bersatu sebagai bangsa. Inilah harapan saya untuk pembangunan toleransi beragama,” pungkasnya.