22.8 C
Sukabumi
Selasa, April 23, 2024

Pria tewas tersambar petir saat main handphone ternyata ASN Pemkab Sukabumi

sukabumiheadline.com - Korban tewas dalam insiden tersambar...

Daftar kamera mirrorless tapi harga di bawah Rp5 juta, minat?

sukabumiheadline.com - Ingin merasakan sensasi saat melakukan...

Belasan pemotor pengguna knalpot bising diamankan Satlantas Polres Sukabumi

sukabumiheadline.com - Belasan pengendara sepeda motor yang...

PKB Komentari Lucu Ganjar Pranowo Muncul di Adzan TV: Sekali-kali Jadi Imam Agar…

PolitikPKB Komentari Lucu Ganjar Pranowo Muncul di Adzan TV: Sekali-kali Jadi Imam Agar...

sukabumiheadline.com l Calon presiden (Capres) yang diusung PDI Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Perindo, Ganjar Pranowo muncul di tayangan adzan Maghrib di salah satu stasiun TV. Tayangan itu ramai disorot dan dikaitkan dengan politik identitas.

Dalam video yang dilihat, Selasa (12/9/2023), tayangan adzan Maghrib itu dibuka dengan pemandangan alam Indonesia. Kemudian, muncul sosok Ganjar menyambut jemaah yang akan shalat.

Dalam video, Ganjar mengenakan baju koko berwarna putih, peci hitam dan sarung batik. Dia menyalami dan mempersilakan jemaah yang datang untuk masuk ke dalam masjid.

Ganjar juga muncul saat sedang melakukan wudhu sebelum shalat. Ganjar duduk di shaf depan sebagai makmum.

Tayangan adzan Maghrib yang menampilkan Ganjar tersebut kemudian dikomentari Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid.

Ia mengaku tak mempermasalahkan bakal capres PDIP Ganjar Pranowo muncul di tayangan adzan Maghrib TV swasta. Jazilul malah meminta Ganjar sesekali juga menjadi imam.

“Bagus, ya. Bagus, ya. Saya senang ngelihat (Ganjar) ada di azan. Sekali-kali mungkin, sekali lagi mungkin (jadi) imam salat,” kata Jazilul.

“Supaya amin (AMIN) kita jelas, keras,” sambungnya.

Sebagai info, PKB telah mendeklarasikan dukungan untuk Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Pasangan ini disingkat AMIN.

Namun, Jazilul enggan memberi penilaian apakah adzan itu berkaitan dengan politik identitas atau tidak dan mempersilakan publik untuk menilai.

“Publiklah yang bisa menilai itu. Tapi setidaknya, publik sudah cerdas, kok, iklan sabun, iklan sampo, iklan politik, apalagi di dalam azan, tahu (publik) itu,” ujarnya.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer