PKB Pecah, Usul Perpanjangan Masa Jabatan Presiden oleh Cak Imin Ditentang Kader Sendiri

- Redaksi

Jumat, 8 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera PKB. l Istimewa

Bendera PKB. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l Kader sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim punya pandangan berbeda dengan Ketua Umumnya, yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin soal penundaan Pemilu 2024.

Luqman, menolak penundaan pemilu usulan Cak Imin beberapa waktu lalu. Perbedaan pandangan itu tampak usai Presiden Jokowi meminta para menterinya berhenti bicara penundaan pemilu.

Tak berselang lama, Luqman menerbitkan siaran pers. Dia mendukung pernyataan Jokowi dan berharap isu penundaan pemilu tak berkembang lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semoga perintah Presiden Jokowi itu menjadi batu nisan dari kuburan wacana penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden 2027 dan presiden 3 periode,” kata Luqman, Rabu (6/4/2022).

Baca Juga :  Menggiurkan, Honor Petugas KPPS Pemilu 2024 Naik Tiga Kali Lipat

Luqman setuju dengan Jokowi yang meminta jajarannya untuk peka terhadap masalah yang dihadapi masyarakat saat ini. Mulai dari minyak goreng hingga kenaikan bahan bakar. Bukan malah bicara penundaan pemilu 2024.

“Sangat tidak etis jika elit-elit malah sibuk bermanuver untuk melanggengkan kekuasaannya!” kata Luqman.

Luqman, yang juga Ketua PP GP Ansor itu berharap perintah Jokowi benar-benar dipatuhi oleh seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju. Jangan lagi ada anggota kabinet yang bicara penundaan pemilu maupun masa jabatan presiden tiga periode.

Pernyataan Luqman Hakim itu jelas bertentangan dengan Ketua Umum partainya, yakni Muhaimin Iskandar. Diketahui, isu penundaan pemilu 2024 mencuat atas usulan Cak Imin.

Baca Juga :  Dorong Pemilu Berintegritas, Panwascam Kabandungan Sukabumi Lakukan Waskat Logistik

Usulan itu Cak Imin sampaikan pada 23 Februari lalu di hadapan para jurnalis di DPR, Jakarta. Dia mengusulkan pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun.

Cak Imin mengaku sudah berkeliling Indonesia dan melihat perekonomian tengah bangkit. Jika pemungutan suara digelar pada 14 Februari 2024, Cak Imin khawatir pemulihan ekonomi pascapandemi terganggu, sehingga lebih baik ditunda 1-2 tahun.

Disusul kemudian, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto setuju dengan usulan tersebut.

Berita Terkait

Profil Partai Gema Bangsa, didirikan eks Nasdem dan Perindo, langsung dukung Prabowo
Daftar penyataan SBY ketika tolak Pilkada dipilih DPRD, tapi kini Demokrat berubah sikap
Pilkada oleh DPRD dan sikap plin-plan Partai Demokrat: Dulu tolak sampai walk out, kini dukung
Soal pilkada melalui DPRD, Partai Demokrat: Kami bersama Prabowo
PDIP tolak Pilkada oleh DPRD: Rakyat Marah hak demokrasinya dirampas
SPI Sukabumi tolak mau Prabowo Pilkada oleh DPRD: Jahat dan hambat regenerasi kepemimpinan
PDIP Jawa Barat galang dana bantuan bencana alam Sumatera Rp1 miliar
Target Kaesang presiden, PSI: Ogah anak proklamator, nenek puluhan tahun jadi ketum partai

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 10:39 WIB

Profil Partai Gema Bangsa, didirikan eks Nasdem dan Perindo, langsung dukung Prabowo

Senin, 12 Januari 2026 - 02:38 WIB

Daftar penyataan SBY ketika tolak Pilkada dipilih DPRD, tapi kini Demokrat berubah sikap

Rabu, 7 Januari 2026 - 07:35 WIB

Pilkada oleh DPRD dan sikap plin-plan Partai Demokrat: Dulu tolak sampai walk out, kini dukung

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:03 WIB

Soal pilkada melalui DPRD, Partai Demokrat: Kami bersama Prabowo

Rabu, 31 Desember 2025 - 21:11 WIB

PDIP tolak Pilkada oleh DPRD: Rakyat Marah hak demokrasinya dirampas

Berita Terbaru