sukabumiheadline.com – Hasil kajian Mandiri Institute bertajuk Demograpihic Insight: Dinamika Kelas Menengah di 2025, mengungkap penurunan kelas menengah masih terus terjadi hingga tahun lalu, di mana jumlah kelas menengah pada 2025 telah turun 1,1 juta orang, menjadi 46,7 juta orang.
Jumlah kelas menengah yang turun kelas ke dalam kategori aspiring middle class ini pun lebih dalam dibanding 2024 yang turun kelas sebanyak 400 ribu orang.
Masalah ini diiringi dengan terus munculnya data makan tabungan oleh masyarakat, termasuk saat momentum hari raya keagamaan pada tahun ini. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) pada Maret 2026, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) turun dari 17,7% menjadi 17,6%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, hasil kajian BCA Economic & Industry Research juga menunjukkan kenaikan transaksi konsumen bulan lalu tampaknya didahului oleh penurunan saving rate, yang menunjukkan konsumsi lebih banyak ditopang oleh pengurangan bantalan keuangan rumah tangga, bukan oleh pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat.
Indikasinya terlihat dari menurunnya porsi kepemilikan rumah tangga dan reksa dana pada aset finansial. Pada instrumen surat berharga negara (SBN), porsinya turun dari 12,3% menjadi 11,8% pada Maret 2026. Sementara pada ekuitas atau saham, porsinya turun lebih dalam dari 18,0% menjadi 16,6%.
Melambatnya pembelian paper assets mengindikasikan bahwa rumah tangga mengalokasikan lebih banyak sumber daya yang ada untuk kebutuhan konsumsi selama Ramadan, sebab indeks belanja konsumen BCA atau BCA Consumer Spending Index sempat menyentuh puncaknya di 2026 di level 132,7. Angka ini lebih tinggi dibanding puncak Ramadan 2025 yang berada di 129,8 namun lebih rendah dibandingkan 2024 yang tercatat.
Warga Sukabumi mulai makan tabungan

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah tabungan dan pinjaman warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hingga akhir Desember 2025, dari Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat.
Data di bawah menunjukkan bahwa jumlah tabungan warga Kabupaten Sukabumi di bank terus mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir. Di sisi lain, jumlah pinjaman warga Kabupaten Sukabumi ke bank pada tiga tahun terakhir justru lebih besar dan mengalami kenaikan.
Posisi Simpanan Masyarakat Rupiah dan Valuta Asing pada Bank Umum dan Bank BPR di Kabupaten Sukabumi, 2023-2025, dikutip sukabumiheadline.com, dari data Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Kamis (30/4/2026), menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2023 simpanan warga Kabupaten Sukabumi tercatat sebesar Rp9.007.436.000 (Rp9 miliar lebih). Jumlah tersebut turun menjadi Rp8.533.250.000 pada 2024, dan kembali turun menyisakan Rp8.375.019.000 pada 2025. Baca selengkapnya: Menghitung jumlah tabungan warga Sukabumi di bank, lebih doyan pinjam









