Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi, Modern dan Mandiri dengan Konsep Agro Park

- Redaksi

Jumat, 6 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi. l Istimewa

Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l NYALINDUNG – Pondok pesantren (ponpes) sejatinya adalah tempat pendidikan tradisional, tempat di mana para santri menuntut ilmu agama Islam. Karenanya, tak heran jika di ponpes lazim memiliki banyak peraturan dan disiplin ketat.

Para santri biasanya menginap di kobong, berupa bangunan sederhana semi permanen.

Adapun, di ponpes tradisional biasanya diajarkan kitab-kitab Islam klasik atau sering disebut kitab kuning, dengan sistem sorogan, wetonan, dan bandongan, seperti kitab-kitab Nahwu dan Sharaf, Fiqih, Ushul Fiqh, Hadits, Tafsir, Tauhid, Tasawuf, dan Akhlak, serta cabang lain seperti Tarikh dan Balaghah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kini, di Sukabumi, Jawa Barat banyak dibangun ponpes dengan label modern yang bisa juga diartikan sebagai tidak lagi menerapkan sistem pendidikan tradisional.

Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi. l Istimewa
Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi. l Istimewa

Meskipun tak ada kriteria pasti mengenai label ponpes modern, tapi umumnya mereka memiliki sekolah formal di bawah kurikulum Kementerian Agama (Kemenag) atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), seperti SD/MI, MTS/SMP, MA/SMA, maupun perguruan tinggi.

Di sisi lain, penguasaan atau porsi pembelajaran kitab kuning menjadi berkurang, dengan penekanan pada penguasaan bahasa asing Arab dan Inggris.

Demikian pula dengan Ponpes Yatim Mabda Islam yang berlokasi di Kampung Pasirgede, Desa/Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Ponpes ini didirikan oleh seorang pengusaha muda bernama Sandi Noviandi, pada akhir 2016 silam. Sedangkan untuk pengelolaan, Ponpes Yatim Mabda Islam dipimpin seorang pembina yang bernama Ustazd Muhammad Hidayat.

Pemuda berumur 30 tahun ini merupakan warga asli setempat, namun memiliki usaha di bidang properti dan obat-obatan herbal yang berkedudukan di Bogor dan Jakarta.

Para santri yang menuntut ilmu di pesantren ini adalah anak-anak yatim dari wilayah Sukabumi, pada umumnya berusia sekolah dasar hingga SMA.

Untuk para calon santri baru, syaratnya hanya menunjukkan surat izin dari orang tua dan surat keterangan anak yatim dari kelurahan yang telah direkomendasikan oleh Ketua RT dan RW tempat tinggal calon santri.

Baca Juga :  Atap Ponpes Sabilul Huda Cisaat Sukabumi Ambruk
Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi. l Istimewa
Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi. l Istimewa

Semua biaya pendaftaran dan biaya selama belajar menuntut ilmu di pesantren, serta biaya hidup semuanya ditanggung pihak pesantren. Demikian pula dengan segala keperluan alat tulis dan seragam dan lainnya, ditanggung pihak pesantren.

Para santri hanya perlu fokus menuntut ilmu, baik ilmu agama dan umum, serta keterampilan untuk bekal hidup ketika sudah kembali kepada masyarakat.

Bagi para santri yang telah lulus jenjang SMA dan memiliki  prestasi bagus, pihak yayasan akan membantu agar santri dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, kuliah di Mesir dan negara lainnya.

Dan bagi santri yang mempunyai keterampilan memadai yayasan juga memberikan peluang untuk mendapatkan pekerjaan di lingkungan yayasan tersebut.

Mandiri dari Usaha dan Infaq

Pada awal pendiriannya Pesantren ini dibiayai dari infaq para donatur yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan dan pendidikan anak-anak yatim.

Dengan modal awal berupa tanah seluas kurang lebih dua hektare, dibangunlah asrama tempat para santri mondok, bangunan sekolah, serta rumah-rumah para ustadz meskipun masih terbilang sederhana.

Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi. l Istimewa
Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi. l Istimewa

Seiring berjalannya waktu, pada akhir 2019, Ponpes Yatim Mabda Islam telah memiliki tanah seluas 15 hektare dalam satu hamparan, berupa sawah, lahan pertanian kering dan pepohonan, kolam ikan, serta peternakan lebah madu, domba dan ayam.

Selain itu, terdapat lagi lahan berupa kebun pisang seluas satu hektar, sehingga luas keseluruhannya adalah 16 hektare.

Ponpes ini juga memiliki areal pertanian produktif ini dijadikan sebagai agro park yang menawarkan prospek untuk siklus tertutup, dengan menggunakan aliran limbah dari satu sektor sebagai bahan baku atau input produksi untuk sektor lainnya.

Tak heran jika kemudian lokasi ini banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Mereka berwisata religi ke Ponpes Yatim Mabda Islam, sekaligus menyaksikan berbagai hewan peliharaan sebagai bagian dari obyek wisata, seperti rusa, monyet, ikan, burung, kambing, kelinci, landak, dan kuda.

Baca Juga :  Innalillahi, Ponpes di Sukalarang Sukabumi Terbakar

Wisatawan juga dapat melihat berbagai jenis pepohonan, seperti hutan pinus, mahoni, tin, kurma, zaitun dan bidara, serta berbagai macam bunga dan buah-buahan.

Di tempat ini juga terdapat area bermain anak-anak, seperti lapangan panahan, kuda tunggangan, hammock di bawah pohon pinus yang sejuk, spot-spot untuk ber-selfie, rumah burung dan kelinci, serta areal tempat memberi makan domba-domba dan hewan peliharaan lainnya.

Untuk Anda yang ingin beristirahat sejenak, di kawasan ini terdapat gazebo, villa untuk tamu dan beberapa aula terbuka tempat pertemuan, serta cafe-cafe kecil, serta kolam renang.

Jika masih penasaran, Anda bisa melihat-lihat budidaya pertanian jamur tiram dan lebah madu trigona (teuweul).

Dari berbagai usaha tani produktif yang dikelola ponpes, infaq dan tiket masuk serta tiket untuk wahana-wahana lainnya, digunakan untuk biaya operasional pesantren.

Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi. l Istimewa
Ponpes Yatim Mabda Islam Sukabumi. l Istimewa

Visi Ponpes Yatim Mabda Islam 

Ponpes Yatim Mabda Islam memiliki visi, yakni menjadi “Pesantren Modern yang tetap memegang Manhaj Salaf, yang menyelenggarakan Pendidikan Islam untuk mencetak Generasi Mandiri yang Cinta Qur’an dan Siap Memimpin”.

Karenanya ponpes ini diharapkan akan menjadi rumah terbaik bagi anak-anak yatim dan menjadi wasilah yang mengantarkan para santri yatim tersebut dalam meraih cita-citanya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Ponpes Yatim Mabda Islam menetapkan misi sebagai berikut:

  1. Menjadikan Islam dengan metode dan sarana yang sesuai dengan perkembangan zaman.
  2. Membina Ilmu keagamaan: aqidah, akhlaq, bahasa Arab, sirah Nabawiyah, dan ilmu syari’ah lainnya dengan cara membangun pemahamannya tentang kehidupan, sehingga menjadi landasan sikap dan perilaku sehari-hari, bukan sekadar mentransfer ilmu.
  3. Mengajarkan ilmu-ilmu sains yang diperlukan dalam kehidupan.
  4. Membekali ilmu kemandirian, berupa keterampilan dan keahlian agar siap terjun dalam kancah kehidupan bermasyarakat secara mandiri.

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru