sukabumiheadline.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjawab pertanyaan Anggota Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani terkait janji menaikkan gaji guru sebesar Rp2 juta. Lalu juga mempertanyakan apakah hal yang sama akan dirasakan guru swasta.
Pertanyaan Lalu dilontarkan saat rapat kerja Komisi X DPR dengan Mendikdasmen, Mendiktisaintek, dan Menbud di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
“Itu semua ribut, ributnya ini ribut senang, kemudian khawatir apakah Rp2 juta ini akan diberikan pada semua guru hari ini yang notabene berstatus PNS? Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana dengan guru-guru di swasta?” kata Lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Calon Wakil Menteri, alumni MTs Yasti 1 Cisaat Sukabumi dipanggil ke Hambalang
Mendapatkan pertanyaan tersebut, Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya sudah memasukkan perhitungan soal kesejahteraan guru tersebut ke rancangan anggaran 2025. Sedangkan nominal dan aturan pastinya akan diumumkan kemudian.
“Sekarang ini kami belum mengambil kebijakan soal Ujian Nasional, PPDB, Zonasi, Merdeka Belajar, dan lain-lain yang beredar di media sosial itu, karena itu bukan pernyataan kami, itu aspirasi masyarakat,” kata Mu’ti.
Baca Juga: Dosen UMMI Sukabumi jadi Wakil Menteri Pendidikan punya harta sebanyak ini
“Yang sudah kami anggarkan, sudah ada hisabnya, tinggal nunggu sidang isbatnya, itu soal kesejahteraan guru. Tapi jumlahnya ditunggu saja karena sidang isbatnya belum dilaksanakan,” jelas dia.
“InsyaAllah kalau didukung anggota DPR, angkanya itu dan kesejahteraan guru ASN dan non-ASN, anggaran kami di 2025 sudah ada (itu) di dalamnya, dan akan kami sampaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” sambungnya.
Baca Juga: Fajar Riza Ul Haq jadi Wakil Menteri Pendidikan, pria asal Sukabumi itu dapat gaji segini
Sebelumnya pada pembukaan Pameran Bulan Bahasa dan Sastra, Senin (28/10/2024), Mu’ti mengatakan skema kenaikan gaji guru pada 2025 dianggarkan baik untuk guru ASN bersertifikasi maupun guru honorer.
Mu’ti mengatakan, kesejahteraan guru masuk ke dalam quick win program prioritas Presiden Prabowo Subianto agar guru semangat mendidik anak bangsa.
Pada acara tersebut, Mu’ti juga tidak menyebutkan nominal kenaikan gaji guru pada 2025 tersebut. Ia mengatakan, besaran ini belum disampaikan karena masih ada pendataan guru. Jika sudah selesai, data guru RI akan diteruskan ke Kementerian Keuangan agar dapat dicairkan.
“Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama pada tahun 2025 sudah bisa terealisasi untuk menaikkan tunjangan guru,” kata Mu’ti.
Janji Prabowo-Gibran
Seperti diketahui, menaikkan gaji guru sebesar Rp2 juta merupakan janji dari Calon Presiden Prabowo Subianto. Ia berjanji akan menaikkan gaji guru jika dirinya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pada pemilihan umum 14 Februari 2024 lalu.
Janji tersebut diperkuat oleh Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo. Adik kandung Prabowo Subianto itu mengatakan pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan menambah gaji guru sebesar Rp2 Juta per bulan setiap tahunnya jika nanti menang.
Tak hanya itu, Prabowo-Gibran juga berjanji memberikan tunjangan hari raya (THR) untuk guru termasuk honorer di Indonesia.
“Tolong sampaikan ke semua guru di Indonesia, Prabowo-Gibran akan menambah gaji mereka Rp2 juta per bulan selama 13 bulan setiap tahun termasuk THR. Akan diberikan kepada guru-guru, termasuk guru honorer di seluruh Indonesia,” kata Hashim, pada Ahad (29/10/2023) lalu.