Pria Depresi Disebut Begal dan Ditembak di Jalanan, Polres Sumenep Didemo Warga

- Redaksi

Jumat, 18 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa di Polres Sumenep. l Istimewa

Aksi unjuk rasa di Polres Sumenep. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l Aksi polisi dari Polres Sumenep yang menghujani tembakan Herman (24) tahun karena diduga sebagai pelaku begal, videonya viral di media sosial TikTok, Ahad (13/3/2022).

Dalam video yang diunggah akun @Arofiq Dirga nampak seorang pria terkapar di jalanan itu bernama Herman (24) pria Desa Gadu Timur Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Namun, tudingan begal dibantah oleh pamannya, Fauzan yang menyebut jika Herman hanya mengalami depresi berat. Ia dikabarkan stres setelah bercerai dengan istrinya. Karena depresi itulah, sebut Fauzan, Herman jadi sering mengamuk.

“Herman ini bukan begal. Dia hanya depresi. Stress berat setelah bercerai dengan istrinya. Ia mendapati istrinya selingkuh dengan pria lain,” katanya, seperti diberitakan beritajatim.com, Selasa (15/3/2022).

Berita Terkait : Paman Sebut Hanya Depresi, Pria Mati Terkapar di Jalan Ditembak Polisi

Buntutnya, massa aksi berunjuk rasa di depan Polres Sumenep, Kamis (17/3/2022) kemarin. Mereka menuntut keadilan terkait kasus penembakan menewaskan Herman.

Baca Juga :  Surat Cinta dalam Botol di Pantai untuk Naisa Hilfia Yuriza Ditulis 6 Tahun Lalu

Ketua DPC GMNI Sumenep, Robi Nurrahman mengatakan, aksi polisi yang menembak Herman secara bertubi-tubi dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Tindakan aparat kepolisian melakukan tembakan bertubi-tubi sangat tidak manusiawi dan melanggar HAM, meski dengan dalih Herman diduga sebagai pelaku percobaan perampasan sepeda motor,” katanya diberitakan beritajatim.com.

Karenanya, warga menuntut agar lima polisi penembak mati Herman diadili sesuai aturan hukum yang berlaku. “Kami minta Kapolres menindak tegas lima oknum polisi yang telah menembak Herman hingga meninggal. Penembakan itu tidak sesuai prosedur, karena sudah tersungkur tapi masih diberondong tembakan. Padahal hukum di negara kita ini azas praduga tak bersalah,” tandasnya.

Berita Terkait

Paksa napi Muslim makan daging anjing, Kalapas Enemawira DPR RI minta pecat dan proses hukum
Dekat dengan Zionis, Gus Yahya dipecat PBNU, tak lagi berstatus ketum PBNU per hari ini
Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur dilayani Kereta Wisata Jaka Lalana mulai 14 Desember
Menko Kumham Yusril: Saya heran warga pilih lapor Damkar dibanding polisi
Dedi Mulyadi kaji ulang Hari Jadi Jawa Barat, mengacu penobatan Prabu Siliwangi
Penampakan sebelum dan sesudah gerbang Gedung Sate senilai Rp3,9 M
Kemenhut: Ada bos besar tambang ilegal di Gunung Halimun-Salak Sukabumi
Buntut sidak KDM ke pabrik AQUA, Komisi VII DPR bentuk Panja AMDK

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 18:38 WIB

Paksa napi Muslim makan daging anjing, Kalapas Enemawira DPR RI minta pecat dan proses hukum

Rabu, 26 November 2025 - 23:16 WIB

Dekat dengan Zionis, Gus Yahya dipecat PBNU, tak lagi berstatus ketum PBNU per hari ini

Rabu, 26 November 2025 - 03:00 WIB

Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur dilayani Kereta Wisata Jaka Lalana mulai 14 Desember

Selasa, 25 November 2025 - 19:17 WIB

Menko Kumham Yusril: Saya heran warga pilih lapor Damkar dibanding polisi

Minggu, 23 November 2025 - 21:15 WIB

Dedi Mulyadi kaji ulang Hari Jadi Jawa Barat, mengacu penobatan Prabu Siliwangi

Berita Terbaru