Pria di Gunungguruh Sukabumi Meraup Uang Jutaan Rupiah per Bulan dari Kebun Strawberry

- Redaksi

Rabu, 16 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buah Strawberry. l Istimewa

Buah Strawberry. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l GUNUNGGURUH – Sehampar kebun strawberry berbuah merah menyala tampak menyegarkan mata siapapun yang berkunjung. Buah-buahannya terlihat ranum dan menggoda untuk digigit.

Kebun strawberry tersebut berada di Jl. Pelabuhan Dua, Kampung Pangleseran RT 01/04, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Diakui owner kebun strawberry, Muhamad Dikri, kebun strawberry tersebut berawal dari hobi sejak 2016 lalu. Saat itu, ia hanya menanam sekira puluhan pohon saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berawal dari hobi sekira enam tahun lalu. Waktu awal saya hanya menanam sekira 50 sampai 200 pohon strawberry saja di belakang rumah,” ungkap Dikri kepada sukabumiheadline.com, Rabu (16/11/2022) pagi.

IMG 20221116 172202
Kebun strawberry milik Muhamad Dikri. l Dok. Pribadi

Namun, tambah Dikri, dalam perjalanannya, tiga tahun kemudian atau pada 2019, ia menambah jumlah pohon strawberry yang ditanam.

“Saya melihat peluang usaha. Akhirnya pada 2019 mencoba menanam lebih banyak sampai seribu lebih pohon di dalam green house,” tambahnya.

Diakuinya, hingga tahun 2021 sampai 2022, ia sudah menanam lebih dari 4.000 pohon di lahan terbuka. Hal itu karena menurutnya, strawberry tersebut memilik bentuk menarik dan disukai semua kalangan.

“Strawberry adalah tanaman unik dan banyak digemari anak hingga dewasa sekalipun. Untuk pemasarannya pun tidak sulit, konsumen bisa datang langsung ke kebun atau bisa pesan lewat WA atau via reseller kami,” jelas Dikri.

Baca Juga: Jadi Miliarder dari Jual Foto Selfie, Akhirnya Ghozali Everyday Dicolek DJP

Alasan Memilih Strawberry

Lebih jauh, Dikri menambahkan, alasannya memilih berkebun strawberry adalah untuk membuktikan bahwa strawberry juga bisa ditanam, tumbuh subur dan berbuah di suhu yang panas.

“Di tempat kami dengan ketinggian di bawah 400 MDPL. Sedangkan, yang orang lain tahu strawberry hanya bisa tumbuh dan berbuah di suhu yang dingin dengan ketinggian minimal 700/100 MDPL,” ungkapnya.

“Dan ternyata benar, strawberry bisa ditanam dan berbuah di suhu panas sekalipun dengan perawatan khusus dan pemupukan yang tepat,” imbuh Dikri.

Alhasil, kebun strawberry miliknya saat ini menjadi agrowisata pertama petik buah strawberry langsung di Pangleseran.

IMG 20221116 172213
Pengunjung kebun strawberry milik Muhamad Dikri. l Dok. Pribadi

“Jadi bisa sambil mengedukasi, sekaligus mengajak anak muda untuk terjun ke bidang pertanian karena yang kita tahu anak anak muda sekarang gengsi untuk bertani,” jelasnya.

Berkat pengalaman dan capaiannya saat ini, Dikri pun menjadi konsultan cara bertanam strawberry di suhu yang panas.

Modal Awal dan Omzet

Muhamad Dikri menambahkan, saat mulai berkebun strawberry, sedikitnya ia mengeluarkan modal hingga Rp12 juta.

“Modal sebesar itu untuk pembelian bibit, pupuk kandang, sekam bakar, karung polybag besar dan kecil, serta membuat pagar dengan jaring,” pungkasnya.

Untuk informasi, dari kebun hobinya tersebut, dalam sebulan ayah satu anak ini bisa meraup Rp3 juta hingga Rp5 juta.

Bagi yang berminat mengunjungi kebun strawberry miliknya, dipungut tiket masuk seharga Rp5.000. Sedangkan, yang berminat membeli buah strawberry, harganya Rp70 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram, tergantung varietas yang diinginkan.

Berita Terkait

Ternyata ini satu-satunya alasan KAI perluas elektrifikasi jalur KRL hingga Sukabumi
Soal KRL Sukabumi, KAI: Pelanggan KA Pangrango terus meningkat
Giliran Menhub bicara pembangunan jalur KRL Sukabumi dan Cikampek
Berubah lagi, cicilan Kopdes Merah Putih kini dibayar APBN Rp3 miliar per gerai
Sukabumi hasilkan 11 ribu ton, ini 8 cara rawat pohon kakao tua agar berbuah lebat
Bunyi aturan baru, DAU dan Dana Desa bisa digunakan untuk Kopdes Merah Putih
Mulai 6 April 2026, bayar pajak kendaraan di Jabar tak perlu KTP pemilik lama
Daftar kecamatan penghasil jagung di Sukabumi, ratusan ribu ton!

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 01:47 WIB

Ternyata ini satu-satunya alasan KAI perluas elektrifikasi jalur KRL hingga Sukabumi

Jumat, 10 April 2026 - 18:57 WIB

Soal KRL Sukabumi, KAI: Pelanggan KA Pangrango terus meningkat

Jumat, 10 April 2026 - 13:39 WIB

Giliran Menhub bicara pembangunan jalur KRL Sukabumi dan Cikampek

Kamis, 9 April 2026 - 17:43 WIB

Berubah lagi, cicilan Kopdes Merah Putih kini dibayar APBN Rp3 miliar per gerai

Kamis, 9 April 2026 - 01:27 WIB

Sukabumi hasilkan 11 ribu ton, ini 8 cara rawat pohon kakao tua agar berbuah lebat

Berita Terbaru