sukabumiheadline.com l Tak hanya di dunia hiburan Tanah Air, talenta asal Sukabumi, Jawa Barat juga berhasil mengukir prestasi di bidang olahraga terpopuler kedua setelah sepak bola, bulutangkis.
Tidak banyak yang tahu jika sosok pebulutangkis nasional, Berry Angriawan merupakan atlet asal Sukabumi. Padahal, wajah dan aksi pria kelahiran Sukabumi, 3 Oktober 1991 ini di lapangan, kerap wara wiri di televisi swasta Indonesia.
Ia adalah atlet bulutangkis Ganda Putra Indonesia berpasangan dengan Rahmat Adianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Berry juga sempat bermain di Ganda Campuran berpasangan dengan Claudia Ni Made dan Ayu Rahmasari.
Senior Marcus-Kevin
Pasangan Berry Angriawan/Hardianto adalah senior bagi Marcus Gideon/Kevin Sanjaya, tetapi mereka terhitung sebagai junior bagi Moh Ahsan/Hendra Setiawan.
Berry (kelahiran Sukabumi, 3 Oktober 1991) adalah pemain jebolan PB Djarum, sementara Hardianto (kelahiran Cilacap, 28 Februari 1993) adalah pemain binaan Mutiara Cardinal.
Salah satu pencapaian terbaik mereka adalah meraih medali emas tim Ganda Putra di Kejuaraan Asia 2016, dan medali emas tim ganda putra dari ajang SEA Games 2017.
Untuk level BWF World Tour, Berry/Hardianto pernah meraih juara Australian Open 2018, dan runner up di New Zealand Open 2018.
Sebelumnya, saat baru saja dipasangkan, Berry/Hardianto juga pernah juara Malaysia Masters 2017 hingga Thailand Open 2017.
Prestasi Berry Anggriawan
Dalam cabang olah raga (cabor) bulutangkis ganda putra, Berry berhasil mencatatkan diri sebagai juara Auckland International pada 2009 berpasangan dengan Muhammad Ulinnuha.
Pada tahun yang sama, ia juga menjadi juara Lao International Challenge 2009, juga berpasangan dengan Muhammad Ulinnuha.
Kemudian pada 2010, menjadi juara XI Giraldilla Internacional bersama Muhammad Ulinnuha, lalu Perempat final INDIA GRAND PRIX GOLD 2010 juga bersama Muhammad Ulinnuha.

Selanjutnya, juara SUNKIST INDONESIA INTERNATIONAL CHALLENGE INDOCOCK DJARUM OPEN 2010 bersama Muhammad Ulinnuha, dan Semi Final PROTON Malaysia International Challenge 2010 (Sabah) berpasangan dengan Muhammad Ulinnuha.
Kemudian pada 2011, Berry Anggriawan menjadi Juara XII Torneo Giraldilla 2011 saat berpasangan dengan Christoper Rusdianto, dan Semi Final Singapore International Series 2011 bersama Rahmat Adianto serta Perempat Final PROTON Malaysia International Challenge 2011 juga bersama Rahmat Adianto.
Pada 2012, Berry Anggriawan berhasil menembus babak Perempat Final Osaka International Challenge 2012 bersama Rahmat Adianto, dan Perempat Final SCG Thailand Open 2012 juga bersama Rahmat Adianto.
Sementara di Ganda Campuran Berry Anggriawan menembus babak Perempat Final 2009 Auckland International bersama Delis Yuliana.
Kemudian pada 2010, menjadi Juara XI Giraldilla Internacional saat berpasangan dengan Claudia Ni Made, dan Runner – up XII Torneo Giraldilla bersama Ayu Rahmasari.
Mundur dari Pelatnas
Berry Angriawan/Hardianto sebenarnya pernah jadi bagian dari Pelatnas, sebelum akhirnya mundur di akhir tahun 2019 lalu.
Keputusan untuk mengundurkan diri dari Pelatnas diambil karena mereka menyadari betul bahwa performa mereka di sepanjang tahun 2019 lalu, tidak terlalu memuaskan.