sukabumiheadline.com – Partai Gema Bangsa baru saja dideklarasikan berdiri pada Sabtu, 17 Januari 2026. Partai dengan logo berwarna kuning dan latar biru itu didirikan eks pentolan Partai Nasdem dan Perindo.
Partai Gerakan Mandiri Bangsa atau disingkat jadi Partai Gema Bangsa, adalah salah satu partai politik di Indonesia. Para inisiator pendirian partai tersebut diantaranya Andogo Wiradi, Ahmad Rofiq, dan Muhammad Sopiyan.
Langsung dukung Prabowo
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya saat deklarasi, Ketua Umum (Ketum) Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq langsung memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden (capres) pada pemilu 2029 mendatang.
Menurutnya, membangun Indonesia tidak cukup 5 tahun. Hal itu dijelaskan oleh Rofiq saat diwawancarai oleh awak media usai deklarasi di JCC, Senayan, Jakarta Selatan (Jaksel).
Dia mengungkapkan bahwa butuh waktu minimal 10 tahun bagi seorang presiden di Indonesia untuk mewujudkan gagasan-gagasannya. Karena itu, Partai Gema Bangsa menilai bahwa periode pertama Presiden Prabowo harus dilanjutkan sampai periode kedua.
”Membangun Indonesia yang begitu besar itu nggak cukup 5 tahun, nggak realistis kalau hanya satu periode. Dua periode itu syarat minimal seorang pemimpin itu bisa teruji, apakah yang menjadi bagian dari gagasannya atau misi perjuangannya itu bisa tercapai atau tidak,” kata dia.
Jika hanya 5 tahun atau satu periode, Rofiq menilai tidak ada banyak hal yang dapat dihasilkan. Lain soal bila 10 tahun, dia percaya gagasan-gagasan dari Presiden Prabowo akan benar-benar terasa manfaat dan dampaknya.
Untuk itu, Partai Gema Bangsa di awal kelahirannya langsung memberikan dukungan kepada Prabowo untuk kembali mencalonkan diri sebagai capres pada 2029.
Profil Partai Gema Bangsa
Saat ini Ketua Umum Partai Gema Bangsa dijabat oleh Ahmad Rofiq. Lahir di Lamongan, Jawa Timur, pada 25 Agustus 1975, Ahmad Rofiq bukan orang baru di belantika panggung politik Tanah Air. Ia merupakan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem dan Perindo.
Dalam pidato deklarasinya, ia menegaskan bahwa partai tersebut lahir dari kegelisahan dan harapan rakyat akan Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan bermartabat.
“Hari ini bukan sekadar deklarasi sebuah partai politik. Hari ini adalah pernyataan tekad, suara hati, dan gema perubahan,” kata Rofiq di hadapan ribuan kader dan tamu undangan.
Sedangkan, Sekjen Partai Gema Bangsa dijabat Muhammad. Partai ini berkantor pusat di Jl. Hang Jebat IV No.3, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.
Berideologi Pancasila, demokrasi Pancasila, reformisme, populisme, nasionalisme religius, politik hijau, dan developmentalisme. Partai ini disebut berada di posisi tengah ke kanan-tengah.
Hingga kini, Partai Gema Bangsa, lanjut Rofiq, telah berhasil membangun struktur organisasi secara penuh di seluruh Indonesia dalam satu tahun ini. Parta Gema Bangsa mengeklaim sudah memiliki 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota.
Menurutnya, setidaknya tiga alasan utama berdirinya Partai Gema Bangsa, pertama, partai ini memiliki visi mewujudkan Indonesia mandiri, maju, berdaulat, berbudaya, adil dan Makmur dengan semangat nasionalisme religius.
Kedua, Gema Bangsa mengusung gagasan desentralisasi Politik yaitu memberikan kewenangan kepada pengurus di daerah untuk menentukan arah politik di daerah sehingga dapat berkontribusi atas kemajuan daerah dengan menjadikan potensi kekayaan alam untuk kepentingan masyarakat.
Dan ketiga, agar partisipasi masyarakat dapat maksimal, sehingga dalam pengambilan keputusan sesuai dengan keinginan dan harapan rakyat di daerah.









