Profil, pendidikan dan karier politik Ayatollah Alireza Arafi, suksesor Ali Khamenei yang gugur

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayatollah Alireza Arafi - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Ayatollah Alireza Arafi - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Alireza Arafi adalah seorang ulama dan politikus Iran yang telah menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas sejak 2019, serta anggota Majelis Ahli sejak 2022.

Saat ini, dikutip dari sukabumiheadline.com dari artikel berjudul Iran names three men for interim Leadership Council to pick next supreme leader, dilansir CBS News, Senin (2/3/2026), saat ini ia duduk dalam Dewan Kepemimpinan Sementara, setelah Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel.

Di dewan tersebut, Arafi menjadi suksesor perjuangan Ayatollah Ali Khamenei, bersama Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei - sukabumiheadline.com
Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei – sukabumiheadline.com

Profil Alireza Arafi 

Alireza Arafi lahir pada 1959 di Kota Meybod, Provinsi Yazd, Iran. Ia seorang pemeluk Islam, mazhab Syiah Dua Belas Imam (Twelver Shi’a), yurisprudensi Ja’fari, dan berpegang pada aliran Usuli. Arafi lahir dari keluarga etnis Lak. Keluarganya diperkirakan memeluk Islam setelah sebelumnya beragama Zoroastrianisme pada abad ke-19.

Ayahnya, Ayatollah Mohammad Ibrahim al-Arafi, dikabarkan merupakan teman dekat Ruhollah Khomeini, meskipun beberapa analis menganggap pernyataan itu berlebihan.

Latar belakang dan pendidikan

Dikutip dari biografinya, Alireza Arafi menyelesaikan pendidikan dasar di Qom, melanjutkan belajar di seminari, mempelajari bahasa Arab dan Inggris, serta mempelajari matematika dan filsafat.

Sejumlah profesor ternama Iran yang mengajar Arafi, antara lain Ali Meshkini, Muhammad Baqir al-Sadr, Kazem al-Haeri, Morteza Haeri Yazdi, Mohammad Fazel Lankarani, Hossein Vahid Khorasani, Jawad Tabrizi, Abdollah Javadi-Amoli, dan Morteza Motahhari, hingga Mohammad-Taqi Mesbah-Yazdi.

Arafi dikenal sebagai tokoh ulama terkemuka dan pemimpin pendidikan keagamaan di Iran, serta aktif dalam politik nasional melalui jabatan-jabatan strategisnya.

Karier keagamaan dan politik

Momen Ayatollah Alireza Arafi menyalami Paus Paulus Yohanes - Reuters
Momen Ayatollah Alireza Arafi menyalami Paus Paulus Yohanes – Reuters

Sebelum Revolusi Islam, Arafi dikenal sebagai penceramah dan penulis. Profil publiknya meningkat setelah Ali Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada 1989. Pada tahun-tahun berikutnya, Arafi diangkat ke sejumlah posisi resmi.

Pada 1992, saat berusia 33 tahun, ia ditunjuk sebagai imam salat Jumat di kota kelahirannya, Meybod, yang dianggap sebagai langkah cukup awal dalam kariernya. Ia kemudian mengemban berbagai peran di lembaga keagamaan dan politik Iran, termasuk, pada 2015, sebagai imam salat Jumat di Qom.

Baca Juga :  Deretan jenis pelanggaran lalin di Jalan Tol Bocimi 2024-2025

Meski tidak mengikuti ujian tertulis yang diselenggarakan Dewan Pengawas (Guardian Council) untuk mengikuti Majelis Ahli, Arafi dikonfirmasi menjadi anggota Majelis Ahli pada pemilu 2015 berkat ketentuan Pasal III dari Undang-Undang yang mengatur pemilu Majelis Ahli di Iran, yang memungkinkan persetujuan discretionary dari Pemimpin Tertinggi Iran untuk mengesampingkan syarat dari Dewan Pengawas.

Pada Juli 2016, Khamenei mengangkat Arafi, yang saat itu berumur 57 tahun, sebagai kepala seminari di seluruh Iran. Tiga tahun kemudian, pada Juli 2019, Khamenei menambahkannya ke Dewan Pengawas yang terdiri dari 12 anggota, sebuah badan konstitusional yang bertanggung jawab meninjau legislasi dan mengawasi pemilihan umum, termasuk proses persetujuan kandidat pejabat publik.

SetelahPembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada 28 Februari 2026, di tengah serangan Israel dan AS terhadap Iran selama tahun 2026, Arafi ditunjuk sebagai anggota Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari tiga orang, yang akan bertindak sebagai pemimpin tertinggi sementara sampai terpilih pemimpin tertinggi baru.

Jabatan dan karier Alireza Arafi

Saat ini Alireza Arafi menjabat Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara sejak 1 Maret 2026, bersama Masoud Pezeshkian dan Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i. Sebelumnya jabatan ini dipegang oleh Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi.

Sebelumnya, Arafi pernah memegang sejumlah jabatan penting di Iran, antara lain:

  • Anggota Dewan Pengawas sejak 15 Juli 2019, diangkat oleh Ali Khamenei menggantikan Mohammad Momen.
  • Anggota Majelis Ahli sejak 8 Maret 2022 untuk Daerah Pemilihan Provinsi Tehran dengan suara mayoritas 1.293.072.
  • Kepala seminar-seminar keagamaan di Iran sejak 2016 atas penunjukan Ali Khamenei.
  • Imam Salat Jumat di Qom sejak 2015, juga diangkat oleh Ali Khamenei.
  • Presiden Universitas Internasional Al-Mustafa dari 2008 hingga 2018, kemudian digantikan oleh Ali Abbasi. Pada 2020, ia menyatakan bahwa sekitar 40.000 mahasiswa non-Iran belajar di Iran dan lebih dari 80.000 lulusan dari universitas tersebut.
  • Presiden Pusat Internasional Ilmu Islam
  • Anggota Dewan Penasehat Universitas
  • Kepala Departemen Pendidikan di Institut Rakyat Imam Khomeini
  • Dewan Penelitian Seminari Qom
  • Anggota Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan
  • Presiden seminari Iran
Baca Juga :  10 kecamatan terluas dan tersempit, luas Kabupaten Sukabumi berbanding jumlah penduduk

Ideologi

Arafi memandang Islam, khususnya Islam Syiah, sebagai kerangka intelektual dan peradaban yang lengkap, mampu merespons pemikiran filsafat, budaya, dan politik Barat modern.

Ia menekankan kekurangan moral dan spiritual dari modernitas Barat, seperti sekularisme, liberalisme, dan materialisme. Ia berpendapat bahwa keilmuan Islam menawarkan epistemologi dan model sosial alternatif yang berlandaskan wahyu dan otoritas agama. Ia juga kritis terhadap agama lain, terutama Kristen.

Karya dan buku yang diterbitkan

Seorang mujtahid karena keahliannya dalam yurisprudensi dan filsafat Islam, Arafi telah menerbitkan lebih dari 20 buku dan artikel tentang bidang-bidang tersebut.

Berikut adalah catatan dan referensi terkait Alireza Arafi:

Catatan:
Persian: علی رضا اعرافی

Daftar Referensi:

– Biografi Alireza Arafi.
– Reals, Tucker (2026-03-01). “Iran names three men for interim Leadership Council to pick next supreme leader”. CBS News. Diakses 1 Maret 2026.
– https://jameehmodarresin.org/
– Vatanka, Alex (6 Juli 2020). “The Islamic Republic’s next generation of leaders: A profile of Alireza Arafi – Middle East Institute”. Middle East Institute. Disimpan dari arsip asli pada 10 Januari 2026. Diakses 1 Maret 2026.
– arafi. Basis Informasi Mr. Arafi.
– Vatanka, Alex (6 Juli 2020). “The Islamic Republic’s next generation of leaders: A profile of Alireza Arafi – Middle East Institute”. Middle East Institute. Disimpan dari arsip asli pada 10 Januari 2026. Diakses 1 Maret 2026.
– nasimonline. Ayatollah Al-Araf pernah menjadi direktur Seminari Qom. Disimpan dari arsip asli pada 5 Oktober 2018. Diakses 21 November 2016.
– shora-gc. Undang-Undang Pemilihan Majelis Ahli.
– “Mengapa AS menyerang Iran? Apa yang kita ketahui tentang serangan dan respons Tehran”. www.bbc.com. 1 Maret 2026. Diakses 1 Maret 2026.
– گنجی، اکبر (2 Agustus 2017). “Keajaiban ‘membuat 50 juta orang menjadi Syiah’ dan ‘menghabisi’ sejumlah besar mereka di Suriah dan Irak”. via www.radiofarda.com.

Berita Terkait

Sepak terjang dan profil Suster Ika: Biarawati amankan 13 wanita Jawa Barat dari eksploitasi seksual
Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi
Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan
1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah
14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I
28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Profil, pendidikan dan karier politik Ayatollah Alireza Arafi, suksesor Ali Khamenei yang gugur

Senin, 23 Februari 2026 - 23:55 WIB

Sepak terjang dan profil Suster Ika: Biarawati amankan 13 wanita Jawa Barat dari eksploitasi seksual

Senin, 23 Februari 2026 - 00:57 WIB

Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:04 WIB

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan

Kamis, 19 Februari 2026 - 04:21 WIB

1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131