sukabumiheadline.com – PT Ormat Geothermal Indonesia (OGI) menggarap proyek panas bumi di Indonesia. OGI merupakan anak perusahaan Ormat Technologies, Inc., perusahaan asal Israel yang berkantor di Nevada, Amerika Serikat (AS).
OGI adalah perusahaan pengembangan dan eksplorasi sumber daya panas bumi di Indonesia. OGI ditetapkan sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.
Profil PT OGI
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Indonesia, OGI berkantor di Dea Tower II Lantai 8, Jalan Mega Kuningan Barat, Jakarta. Dengan memenangkan lelang proyek geothermal WKP Telaga Ranu, maka OGI bakal mengembangkan dan mengusahakan potensi panas bumi di WKP Telaga Ranu.
Sedangkan kantor pusat induk, Ormat Technologies, Inc., di Reno, Nevada, AS. Ormat memiliki fasilitas manufaktur yang berlokasi utama di Yavne, Israel, dan satu fasilitas manufaktur tambahan di Turkiye.
Sebagai perusahaan publik, Pada 2004, setelah melantai di Bursa Efek New York atau New York Stock Exchange (NYSE: ORA) pada 2004, Ormat juga tercatat di Tel Aviv Stock Exchange (TASE). Ini mencerminkan basis investor internasional sekaligus keterkaitannya dengan Israel.
Setelah melantai di NYSE: ORA, Ormat memperkuat kapasitas pendanaan dan ekspansi globalnya. Ekspansi berlanjut ke Turki pada 2006 melalui proyek DORA 1, serta berbagai proyek REG di sepanjang jaringan pipa gas Amerika Serikat.
Sementara itu, OGI beroperasi di Indonesia sejak 1970-an, dengan menjadi pemasok unit pembangkit untuk industri telekomunikasi serta pipa gas dan minyak di Alaska, AS.
Dilansir The Times of Israel pada 31 Maret 2014, menyoroti bahwa meskipun Israel dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, teknologi Israel melalui Ormat akan menyediakan listrik bagi masyarakat Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Pengakuan terhadap kontribusi global Ormat juga terlihat ketika pada tahun 2013 perusahaan ini dinobatkan sebagai “Exporter of the Year” oleh Kementerian Ekonomi Israel, bukan hanya atas kinerja tahunan, namun juga atas perannya sebagai pemimpin dunia dalam pengembangan sistem energi panas bumi.
Hal ini menegaskan posisi Ormat sebagai perusahaan teknologi energi terbarukan berskala global dengan akar historis Israel dan jejak operasional lintas benua.
Pada 1973-an, Ormat pernah menggarap riset energi tenaga surya dan membangun Solar Pond Power Plant berkapasitas 5 MW pada 1980. Namun, anjloknya harga minyak mendorong perusahaan fokus ke bisnis utama, panas bumi dan pemanfaatan panas buangan, hingga mampu menghasilkan lebih dari 100 paten teknologi sistem pembangkit dan komponennya.
Pada era 1980 dan 1990-an, Ormat berevolusi dari pemasok peralatan menjadi kontraktor turnkey sekaligus pemilik dan operator pembangkit. Proyek-proyek penting termasuk Wabuska 700 kW, pembangkit ORC komersial pertama di AS, serta Ormesa I 30 MW.
Ormat kemudian mengembangkan Geothermal Combined Cycle Plant pertama di Hawaii, dan memperluas proyek Build-Operate-Transfer (BOT) serta Build-Own-Operate (BOO) di Filipina dan Kenya, termasuk kompleks Olkaria III yang berkapasitas 150 MW.
Ormat juga terlibat dalam proyek-proyek besar seperti Ngatamariki 100 MW di Selandia Baru dan Sarulla 330 MW di Indonesia, salah satu kompleks panas bumi terbesar di dunia.
Seiring perkembangan pasar energi global, Ormat memperluas bisnisnya ke penyimpanan energi (energy storage), termasuk akuisisi Viridity Energy dan pengoperasian proyek-proyek baterai skala utilitas di PJM, Texas (Rabbit Hill), dan California (Pomona).
Profil Ormat Technologies, Inc.
Ormat Technologies, Inc. adalah perusahaan energi terbarukan global dengan pengalaman lebih dari lima dekade dalam mengembangkan, membangun, memiliki, dan mengoperasikan pembangkit listrik berbasis panas bumi (geothermal) dan recovered energy generation (REG).
Ormat Technologies, Inc.. Sebuah perusahaan yang memiliki pengalaman luas dalam industri energi terbarukan, khususnya geothermal di berbagai negara, seperti AS, Kenya, Guatemala, Honduras, Guadeloupe, hingga Indonesia.
Ormat mengelola seluruh rantai nilai bisnisnya, mulai dari eksplorasi sumber daya, perancangan teknologi, manufaktur peralatan, konstruksi pembangkit, hingga kepemilikan dan operasional aset.
Inti dari teknologi Ormat adalah Ormat Energy Converter (OEC), unit pembangkit yang mampu mengonversi panas bersuhu rendah, menengah, hingga tinggi menjadi listrik secara efisien.
Dilansir dari laman resmi perusahaan, Ormat telah merekayasa, memproduksi, dan membangun pembangkit listrik dengan total kapasitas kotor sekitar 3.400 MW di berbagai belahan dunia.
Portofolio pembangkitan yang dimiliki dan dioperasikan perusahaan mencapai sekitar 1,5 GW, terdiri dari 1,2 GW aset panas bumi dan surya yang tersebar di AS hingga Indonesia, serta sekira 290 MW portofolio penyimpanan energi yang berlokasi di Amerika Serikat.
Didirikan pada tahun 1965 oleh Lucien Y. Bronicki dan Dita Bronicki, Ormat berawal dari pengembangan turbin surya berbasis teknologi Organic Rankine Cycle (ORC). Unit ORC bertenaga surya pertama berkapasitas 600W dipasang di Mali pada tahun 1966 untuk menggerakkan pompa air listrik.









