Puan Maharani Menggagas Islam Merah Putih

- Redaksi

Minggu, 1 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puan Maharani. l Ilustrasi: Fery Heryadi

Puan Maharani. l Ilustrasi: Fery Heryadi

SUKABUMIHEADLINE.com l Ketua DPR RI Puan Maharani disebut-sebut akan menggagas ide baru di dunia agama dan perpolitikan Indonesia, yakni Islam Merah Putih.

Rencana Puan menggagas Islam Merah Putih disampaikan oleh Direktur Eksekutif Jaringan Moderasi Beragama Indonesia Islah Bahrawi, saat diskusi Politik Indonesia Point seri 6 bertajuk “Islam Merah Putih Puan Maharani” di Jakarta, 26 April 2022 lalu.

Tujuan Puan Maharani ciptakan Islam Merah Putih, kata Islah, lantaran ingin membuat keseimbangan antara nasionalisme dengan agama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menilai bahwa gagasan Islam Merah Putih yang dicetuskan Puan Maharani merupakan terobosan menarik karena menghadirkan keseimbangan antara nasionalisme di satu sisi dan agama di sisi yang lain.

“Ini konsep menarik. Saya suka. Karena Puan menghadirkan keseimbangan antara nasionalisme dan agama. Gagasan Islam Merah Putih itu adalah politik tengah, tidak terlalu ke kiri, tidak terlalu ke kanan juga dan itu menjadi keuntungan tersendiri,” jelas Islah.

Menurutnya, hadirnya gagasan ini juga menjadi penangkal hadirnya politik identitas berdasarkan agama yang saat ini masih menjadi “jualan politik” pada setiap kali Pemilu.

Di banyak tempat, konflik terjadi karena nasionalisme dan identitas dibenturkan.

“Kita lihat Sudan, Rwanda dan negara-negara di Timur Tengah dilanda konflik karena tidak mampu menempatkan identitas baik agama maupun suku dalam konteks kebangsaan,” urai Islah.

Dia menjelaskan Islam Merah Putih yang disampaikan Puan tidak perlu diperdebatkan seakan-akan menjadi aliran baru dalam Islam.

“Ini sama sekali tidak ada yang aneh. Sama dengan Islam Nusantara yang dianggap seakan aliran baru dalam Islam. Saya katakan, memang yang model begini, hanya orang cerdas saja yang paham, hanya orang-orang yang mau berpikir,” terangnya.

Membangun Masjid

Sebelumnya, Puan Maharani yang juga Ketua DPP PDIP mengatakan partainya bersyukur bisa membangun masjid yang lokasinya berada persis di kantor DPP PDIP lama di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Masjid yang dinamakan At Taufiq didedikasikan nama ayahanda Puan, yakni Taufiq Kiemas yang berpulang ke rahmatullah beberapa tahun lalu.

“Semoga bermanfaat bagi umat, dan semoga amal dan jasa-jasa pak Taufik ikut juga dinikmati dan diresapi untuk semua yang hadir untuk bisa berdoa dan beribadah di masjid At Taufiq ini. Ini bukan hal yang biasa. Seperti disampaikan Cak Nun, ini mirip-mirip PDI Perjuangan. PDI Perjuangan itu Islam merah-putih,” kata Puan.

Berita Terkait

Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia
4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo
Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa
Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra
Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta
Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis
Mahfud MD: Gibran bisa dimakzulkan
Perlindungan dan Pembela Masyarakat Adat dalam RUU Masyarakat Adat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:00 WIB

4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis

Berita Terbaru

Presiden RI Prabowo Subianto menangis terharu - BAZNAS

Politik

SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:00 WIB