Rayakan Kemenangan Pakistan di Piala Dunia Kriket Guru Muslim di India Ditahan

- Redaksi

Selasa, 9 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nafeesa Attari. l Istimewa

Nafeesa Attari. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l UDAIPUR – Gegara Nafeesa Attari senang dengan kemenangan Pakistan atas India dalam pertandingan pembuka Piala Dunia Kriket T20 Oktober lalu. Guru di Kota Udaipur India bagian utara itu dipecat dan di tahan.

Dalam pertandingan tersebut, Pakistan menang atas India dengan poin 10 wicket, yang dianggap skor telak, pada 24 Oktober 2021.

Karena merayakannya dengan cara memposting kegembiraannya atas kemenangan Pakistan lewat WhatsApp. “Jeeeet gayeeee… (Kita menang-red),” tulis Attari yang juga menyertakan foto tim kriket Pakistan dalam statusnya di WhatsApp.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa hari kemudian, Nafeesa Attari mendekam di sel polisi. Nafeesa Attari termasuk beberapa orang Muslim di India yang dipenjara karena mendukung tim kriket Pakistan. Tindakan pemerintah ini mengundang kekhawatiran atas kebebasan berekspresi dan berpendapat di India.

Para pengamat berpendapat bahwa penahanan merupakan senjata terkini pemerintah India yang kini dikuasai kubu nasionalis Partai Bharatiya Janata (BJP) untuk menargetkan kaum minoritas Muslim. Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh pemerintah.

Berita Terkait

Arab Saudi dan Prancis serukan pendirian negara Palestina
Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan
5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas
12 negara yang tak pernah rayakan hari kemerdekaan, satu tetangga Indonesia
Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kehilangan gelar Kerajaan Brunei karena ulah tak pantas
Profil Abdul El-Sayed: Kemenangan tokoh Partai Demokrat pro Palestina guncang AS
Hampir 50 persen warga AS bosan calon dari parpol
PM Israel serahkan urusan Iran ke AS

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:01 WIB

5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:51 WIB

12 negara yang tak pernah rayakan hari kemerdekaan, satu tetangga Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kehilangan gelar Kerajaan Brunei karena ulah tak pantas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 04:07 WIB

Profil Abdul El-Sayed: Kemenangan tokoh Partai Demokrat pro Palestina guncang AS

Berita Terbaru