sukabumiheadline.com l Kata pepatah, hidup bak roda berputar. Kadang di bawah dan kadang pula di atas. Karenanya, dalam hidup terkadang merasa rezeki seolah mampet, sudah mencari uang ke sana kemari tapi tak juga mendapatkannya.
Lantas, apa yang salah sampai mendapatkan kesulitan rezeki?
Sebagai Muslim, ada baiknya kita selalu introspeksi diri termasuk apa yang menjadi sebab pintu rezeki tertutup. Walau rezeki terasa sempit, tetap jangan sampai menyalahkan Allah, kembalilah melihat pada diri sendiri dan apa yang sudah dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti dilansir kanal YouTube Dakwah Sang Ustadz, berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad mengenai alasan pintu rezeki tertutup.
Ustaz Abdul Somad atau populer dipanggil UAS, secara tegas mengungkapkan bahwa Allah tidak akan mengubah rezeki yang sudah ditetapkan untuk seorang hamba.
Melainkan tingkah hamba tersebut yang akan berpengaruh pada rezeki yang sebelumnya sudah ditetapkan oleh Allah.
“Allah tidak mengubah rezeki itu, lalu siapa yang mengubahnya, kita yang mengubah karena perbuatan maksiat,” kata UAS dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (19/3/2023).
Karenanya, kunci dari kelancaran rezeki sebenarnya cukup beriman dan beribadah dengan cara bersungguh-sungguh kepada Allah.
“Kalaulah penduduk suatu negeri itu beriman takut kepada Allah, kami bukakan berkah dari langit, dari bumi,” lanjut UAS.
Namun sebaliknya, jika hamba tersebut bermaksiat maka pintu rezeki pun akan ditutup.
“Manakala mereka dustakan ayat kami, manakala mereka sunyikan masjid kami, manakala mereka biarkan anak-anak yatim kami, kami cabut berkah,” jelasnya.
Selain itu, perlu diingat bahwa rezeki di sini bukan hanya terkait harta benda. Kesehatan, ketenangan, kebahagiaan dan hal-hal lain selain materi duniawi pun termasuk ke dalam rezeki yang Allah berikan kepada makhluk-Nya.
UAS pun merinci lebih lanjut terkait maksiat yang bisa membuat pintu rezeki tertutup.
“Membiarkan anak yatim, membiarkan masjid, membiarkan orang susah, maka inilah penyebab pintu-pintu rezeki ditutup oleh Allah SWT,” papar UAS.
Sedangkan, jika seorang hamba mau dengan ikhlas menolong sesama, maka pertolongan Allah juga akan menyertai hidupnya.
“Allah senantiasa menolong seorang hamba, selama hamba itu mau menolong saudaranya,” jelasnya.
Sampai ada peringatan tegas dari Nabi Muhammad SAW kepada orang-orang yang mengaku beriman tapi tidak berbuat baik kepada sesama.
“Kamu tak beriman kata Nabi, sampai kau sayang kepada saudaramu seiman sama seperti sayang kepada diri sendiri,” lanjut UAS.