Ribuan Kopdes Merah Putih masuk sistem pajak, bagaimana dengan di Sukabumi?

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Langkah pembenahan administrasi keuangan koperasi mulai menunjukkan dalam setahun terakhir, semakin banyak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang memilih masuk ke sistem perpajakan resmi.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat, hingga 16 Desember 2025 sudah ada 81.436 koperasi yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Angka tersebut hampir menyamai total KDKMP yang tercatat di Kementerian Koperasi, yakni 83.016 unit.

Menariknya, sebagian besar pendaftaran dilakukan secara sukarela. Sekitar 69,55 persen koperasi mendaftar atas inisiatif sendiri, sementara sisanya terintegrasi melalui kegiatan pendataan lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mempercepat proses, DJP dan Kementerian Koperasi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) yang memuat integrasi sistem pendaftaran NPWP badan bagi KDKMP. Kolaborasi ini juga menjadi tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 terkait percepatan pembentukan koperasi desa secara nasional.

Dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Direktur Jenderal Pajak Bimo Wjiayanto menilai, integrasi ini bukan hanya soal administrasi, tetapi pondasi bagi penguatan peran koperasi.

“Kami bersepakat mempercepat integrasi pendaftaran NPWP badan bagi koperasi desa merah putih agar pengawasan dan pelayanan bisa berjalan lebih efektif,” kata Bimo, dikutip Jumat (2/1/2026).

Melalui PKS tersebut, kedua institusi akan berbagi dan memanfaatkan data, melakukan sosialisasi, serta menyusun program edukasi bersama.

DJP nantinya memperoleh data profil dan potensi keuangan koperasi sebagai dasar analisis pemenuhan kewajiban perpajakan. Sementara Kementerian Koperasi mendapatkan akses data NPWP dan laporan kepatuhan SPT untuk memperkuat pengawasan kinerja koperasi.

Menurut Bimo, basis data terpadu ini memberi ruang bagi kebijakan yang lebih presisi.

“Dengan data yang akurat, penerimaan negara lebih terjaga dan pembinaan koperasi bisa dilakukan lebih terukur,” ujarnya.

Kopdes Merah Putih di Sukabumi 

Koperasi Desa Merah Putih - sukabumiheadline.com
Koperasi Desa Merah Putih – sukabumiheadline.com

Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyalurkan bantuan hibah sebesar Rp20 juta kepada masing-masing Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di 33 kelurahan.

Bantuan hibah tersebut diberikan sebagai modal, bukan pinjaman, sehingga pengurus koperasi dapat fokus sepenuhnya pada pemberdayaan anggota tanpa terbebani kewajiban utang-piutang.

Melalui dana stimulan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi membuka ruang bagi Koperasi Merah Putih untuk tumbuh secara mandiri dan menjadi solusi nyata dalam pemulihan ekonomi serta penanganan persoalan sosial di tingkat kelurahan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

“Kita bersyukur apa yang kita rencanakan setahap demi setahap dapat terealisasi dengan dinamika dan lika-likunya,” ujar Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.

Ia juga meminta agar setiap koperasi fokus mengembangkan potensi wilayah masing-masing tanpa membandingkan diri dengan daerah lain.

Pemerintah Kota Sukabumi, menurutnya, akan melakukan pemantauan selama satu tahun untuk melihat perkembangan setiap KMP sebelum mendorong koperasi yang telah siap mengakses pembiayaan perbankan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan hingga Rp100 juta.

Sementara itu di Kabupaten Sukabumi, yang terdapat 386 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sejauh ini baru Kopdes Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, yang menunjukkan kemajuan signifikan sejak diluncurkan pada April 2025.

Koperasi yang beralamat di Kampung Cikaret RT 002/002 itu, telah memiliki sekitar 150 anggota yang berkontribusi dalam pengembangan usaha.

Ketua Koperasi Merah Putih, Ridwan Ali Yusup, menjelaskan bahwa koperasi ini telah mulai memasarkan produk seperti tabung gas elpiji 3 Kg dan telur ayam negeri.

“Kita ada 1 karyawan dan kebetulan untuk gaji karyawan itu kita gaji Rp2 juta per bulan, dan kita bakal menyerap lokal untuk peluang kerja lainnya,” kata Ridwan.

Berita Terkait

15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat
32 kecamatan penghasil 332 ton buah nenas Sukabumi, tak sekadar enak
Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan
Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat
Lumbung padi di Jawa Barat: Indramayu juara, Sukabumi 5 besar
10 ribu ton! 38 kecamatan penghasil kacang panjang di Sukabumi, kaya protein nabati, vitamin, dan mineral
Membanding produksi daging kerbau, sapi, kambing, domba dan babi di Sukabumi
Daftar kecamatan penghasil petai Sukabumi, produksi ribuan ton

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:56 WIB

15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:09 WIB

32 kecamatan penghasil 332 ton buah nenas Sukabumi, tak sekadar enak

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:00 WIB

Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:56 WIB

Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:27 WIB

Lumbung padi di Jawa Barat: Indramayu juara, Sukabumi 5 besar

Berita Terbaru

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

Purbaya: Anggaran MBG mau dipangkas Rp40 triliun

Kamis, 26 Mar 2026 - 00:51 WIB