sukabumiheadline.com – Wakil ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni saat ini menjadi sorotan publik ditengah tekanan masyarakat yang menentang keras pemberian tunjangan DPR. Pernyataan kontroversialnya menyita hampir di semua lini media massa dan juga media sosial.
Ahmad Sahroni menuai sorotan setelah menanggapi kritik mereka yang menuntut pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia”.
Ia pun makin disorot tatkala ditantang debat dengan influencer muda sekaligus diaspora Indonesia di Denmark, Salsa Erwina Hutagalung. Namun, Sahroni di akun Instagramnya mengaku tak akan meladeni orang yang mengajaknya debat itu dan memilih bertapa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perjalanan Ahmad Sahroni sebagai Anggota DPR
Ahmad Sahroni, yang kerap disapa Roni, lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 8 Agustus 1977. Ia adalah seorang pengusaha sekaligus politiskus Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
Ahmad Sahroni menempuh pendidikan dasar dan menengah di SDN Kebon Bawang 05 Pagi, lalu berlanjut ke SMP Yappenda Jakarta Utara, kemudian SMA Negeri 114 Jakarta.
Saat SMA, dia sempat aktif di organisasi sekolah dan menjabat sebagai ketua OSIS. Namun, selepas lulus pada 1995, kondisi ekonomi keluarganya membuatnya tidak bisa langsung melanjutkan ke perguruan tinggi. Demi bertahan hidup, dia bekerja di berbagai sektor.
Diketahui, Sahroni tidak langsung melanjutkan kuliah selepas SMA karena faktor biaya. Ia melanjutkan kuliah beberapa tahun kemudian.
Sahroni pernah menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, hingga tukang cuci di kapal pesiar. Ia juga pernah bekerja sebagai sopir truk di perusahaan bahan bakar minyak. Dari pengalaman inilah kemudian lahir citra dirinya sebagai pekerja keras yang membangun karier dari nol.
Langkah politik Ahmad Sahroni dimulai pada 2013 saat ia bergabung dengan Partai NasDem. Setahun kemudian, ia berhasil terpilih menjadi anggota DPR RI daerah pemilihan DKI Jakarta III dengan meraih 60.683 suara pada pemilu 2014.
Nilai ijazah Ahmad Sahroni
Kekinian, Ahmad Sahroni yang menuai sorotan setelah menanggapi publik yang mengkritik DPR sebagai “orang tolol sedunia”, itu menjadi bahan tertawan publik.
Hal itu terjadi setelah salah seorang massa yang menjarah rumah Sahroni men-twit nilai ijazah SMP milik crazy rich Tanjung Priok tersebut, oleh akun @abilball di platform X.
Dalam unggahan tersebut, ijazah SMP Sahroni tercatat pada tahun ajaran 1993/1995, dengan nomor induk 3359. Berdasarkan ijazah tersebut, nilai akademik Sahroni mayoritas berada di angka 6, dengan nilai tertinggi hanya 7.
Berikut rincian nilai ijazah SMP Ahmad Sahroni:
- Pendidikan Agama 7
- Pendidikan Moral Pancasila 6
- Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa 6
- Pendidikan Kesenian 6
- Bahasa Indonesia 7
- Bahasa Inggris 6
- Ilmu Pengetahuan Sosial 6
- Ilmu Pengetahuan Alam 6
- Pendidikan Keterampilan 6
- Bahasa Daerah 6
Jumlah keseluruhan nilai ijazah SMP Ahmad Sahroni adalah 68.