25.3 C
Sukabumi
Senin, April 22, 2024

Usaha haram jual 15 ribu butir obat saat Ramadhan, pemuda Tipar Sukabumi Lebaran di tahanan

sukabumiheadline.com - Seorang pemuda diamankan polisi karena...

Daftar kamera mirrorless tapi harga di bawah Rp5 juta, minat?

sukabumiheadline.com - Ingin merasakan sensasi saat melakukan...

Motor Matic Retro Penjegal Yamaha Grand Filano dan Honda Stylo, Harga Rp17 Juta

sukabumiheadline.com - Kehadiran motor Jialing Bugatti 125,...

Roda Hidup Berputar, Pria Sukabumi Ini Diusir dari Indonesia Tapi Malah Jadi Konglomerat

Gaya hidupRoda Hidup Berputar, Pria Sukabumi Ini Diusir dari Indonesia Tapi Malah Jadi Konglomerat

sukabumiheadline.com l Roda kehidupan memang selalu berputar, setidaknya itu yang dialami seorang konglomerat asal Sukabumi, Jawa Barat.

Sebelum sukses seperti saat ini, kisah hidupnya ternyata sangat memilukan karena keluarganya diusir dari Indonesia, sehingga ia harus menetap di Singapura.

Ya, pria itu bernama Adrian Zecha. Seorang pengusaha hotel yang telah memiliki jaringan hingga tersebar di 20 negara.

Diberitakan sukabuniheadline.com sebelumnya, Adrian Zecha adalah pendiri dari grup Aman Resort, salah satu jaringan hotel ternama dunia. Baca lengkap: Kenalkan, Adrian Zecha asal Sukabumi Pemilik Jaringan Hotel di 20 Negara

Adrian Zecha, pemilik jaringan hotel di 20 negara asal Sukabumi. l Istimewa
Adrian Zecha, pemilik jaringan hotel di 20 negara asal Sukabumi. l Istimewa

Pemilik nama lengkap Adrian Willem Ban Kwie Lauw-Zecha atau populer dengan nama Adrian Zecha, ini lahir di Sukabumi, pada 1933 silam dan tumbuh dalam didikan keluarga Tionghoa kaya raya.

Mely Tan dalam The Chinese of Sukabumi (1963) menulis bahwa keluarga Adrian Zecha merupakan pengusaha sukses di Indonesia. Ayahnya, yakni William Lauw-Zecha, adalah orang Indonesia pertama yang lulus dari Lowa University, AS, pada 1923, dan di Pennsylvania pada 1950-an.

Bahkan, saudara-saudaranya sukses menempati jabatan tertinggi di pemerintahan masa kolonial.

Menetap di Singapura

Namun, masa masa kelam dalam hidup Adrian Zecha kemudian menghampiri pada 1956-1957, di mana kedudukan keluarganya hancur. Hal itu karena Presiden RI ke-1, Ir. Soekarno melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta di Indonesia.

Tak hanya itu, nasionalisasi perusahaan juga dibarengi dengan meningkatnya sentimen terhadap warga non-Indonesia.

Akibatnya, perusahaan milik ayah Adrian Zecha diambil oleh negara. Mirisnya lagi, Zecha dan keluarganya juga harus angkat kaki dari Indonesia dan tinggal di Singapura bersama keluarganya.

Sementara, Adrian Zecha saat itu tengah berada di AS karena masih bekerja sebagai jurnalis di majalah Time.

Awal Tertarik Bisnis Hotel

Jauh sebelum bisnis hotel pada 1988, Adrian Zecha menjalani karier sebagai jurnalis wisata di berbagai media. Sebab profesinya itulah yang membuatnya kerap ditugaskan berkeliling dunia, meliput informasi tentang satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya.

Adrian Zecha yang lahir dari keluarga pengusaha, seolah mulai terinspirasi dan mulai muncul keinginan untuk berbisnis di bidang pariwisata dalam dirinya.

Salah satu jaringan hotel milik Adrian Zecha. l Istimewa
Salah satu jaringan hotel milik Adrian Zecha. l Istimewa

Diketahui, sentuhan pertama Adrian Zecha dengan bisnis hotel terjadi pada 1972. Saat ia turut membangun Regent International Hotels sebelum akhirnya mendirikan hotel sendiri pada 1988.

Berbekal pengalamannya berkeliling dunia, Adrian Zecha mengaku tidak pernah menyukai konsep hotel-hotel kebanyakan di dunia, yang menawarkan ruangan besar dengan tingkat kelas berbeda.

Baginya, konsep seperti ini mengharuskan hotel berdiri dengan bangunan besar dan menutupi keindahan lokasi wisatanya itu sendiri.

Muncullah ide untuk membangun hotel dengan konsep berbeda, yakni secara eksklusif dan kecil, hanya ada 50 kamar saja. Tujuannya, agar dia bisa membangun hotel di wisata di daerah terpencil.

Ia kemudian mulai mewujudkan konsepnya itu di Phuket, Thailand. Bersama temannya, Anil Thadani, ia membangun hotel di sana dengan biaya Rp59 miliar.

Pada Desember 1987, hotel pertamanya itu pun selesai dibangun dan diberi nama Amanpuri.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer