Sandiaga Uno Siapkan Rp 2,4 Triliun, Pegiat Wisata Sukabumi Pesimistis

- Redaksi

Selasa, 20 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi objek wisata Sukabumi. | Foto: Trippers.id

Ilustrasi objek wisata Sukabumi. | Foto: Trippers.id

SUKABUMIHEADLINES.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tengah menyiapkan dana hibah untuk pemulihan sektor pariwisata di Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan sebesar Rp 2,4 triliun. Kemenparekraf tengah melakukan validasi data agar bisa segera difinalisasi di Komite Penanganan COVID-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

“Total anggaran yang sudah diapprove itu sekitar Rp 2,4 triliun. Itu untuk program pemulihan pelaku Parekraf,” ungkap Menparekraf Sandiaga Uno seperti dikutip dari suara.com, Senin, 19 Juli 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencarian dana bantuan hibah tersebut Namun kemungkinan akan dipercepat, dengan berbagai pertimbangan salah satunya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Rencana tersebut mendapat sambutan hangat dari para pegiat wisata di Sukabumi. Reza Agustiandi (26 tahun) dari Jelajah Sukabumi Tour and Adventure menilai perlu ada perhatian lebih dari pemerintah terhadap sektor pariwisata yang selama ini turut menopang perekonomian masyarakat.

“Bantuan dana tersebut akan sangat berpengaruh, karena sektor wisata sendiri, khususnya di Sukabumi, selama pandemi ini benar-benar lumpuh total,” kata Reza saat diwawancarai sukabumiheadlines.com, Senin, 19 Juli 2021.

“Objek wisata itu butuh biaya perawatan yang tidak sedikit, maka dari itu perlu adanya bantuan dari pemerintah,” imbuhnya.

Namun Reza cenderung khawatir dan pesimistis bantuan dana tersebut tidak tepat sasaran. “Saya berharapnya bantuan diberikan tepat sasaran dan yang terpenting pemerintah dan masyarakat saling bekerja sama agar pandemi ini cepat hilang agar kehidupan bisa kembali normal,” tutupnya.

Berita Terkait

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM
Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN
Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil
Niat cek air, pria Nagrak Sukabumi tewas dalam sumur
Polisi selidiki penemuan tengkorak wanita di Sungai Cikole Sukabumi
4 kecamatan di Kabupaten Sukabumi punya kapolsek baru

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM

Rabu, 30 September 2026 - 15:00 WIB

Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB