102 tahun Sarkem Cicurug Sukabumi dan kisah hidup ulama berdarah menak Sunda

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Sarkem Cicurug, Sukabumi - Muhammad Irfan

Suasana Sarkem Cicurug, Sukabumi - Muhammad Irfan

sukabumiheadline.com – Rabu (22/2/2023), pagi sekira pukul 07.30 WIB, kabar duka menyelimuti umat Muslim Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hari itu, ulama sekaligus pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hasaniyyah, KH R Amang Muhammad di Kampung Kaum Kaler, Kelurahan/Kecamatan Cicurug, KH R Amang Muhammad wafat.

Ucapan duka mengalir atas wafatnya ulama yang juga populer dipanggil Ajengan Amang itu, terutama dari para pejabat dan ponpes di Kota maupun Kabupaten Sukabumi.

Siapa ulama kharismatik ini sebenarnya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Profil Ajengan Amang

KH R Amang Muhammad, dalam tubuhnya mengalir darah biru menak Sunda pada era pra kemerdekaan RI. Ia merupakan putra KH Mukhsin Baidlowi bin KH Muhammad Hasan Basri bin H Abdillah bin Sumapraja atau dikenal dengan sebutan Ajengan Bintang.

Untuk informasi, KH Muhammad Hasan Basri merupakan keturunan kelima dari seorang menak Sunda, Dalem Aria Wiara Tanu Datar, seorang ulama yang sepanjang hidupnya juga menyebarkan ajaran Islam.

Raden Aria Wira Tanu Datar atau Kanjeng Dalem Cikundul atau juga Pangeran Panji Natakusumah atau Pangeran Jayalalana atau Raden Ngabehi Jayasasana adalah bupati pertama yang juga seorang penyebar Islam di wilayah Kabupaten Cianjur.

Mendedikasikan hidup untuk dakwah Islam

Almarhum KH R Amang Muhammad atau Ajengan Amang - Ist
Almarhum KH R Amang Muhammad atau Ajengan Amang – Ist

KH Muhammad Hasan Basri, kakek dari Ajengan Amang, wafat pada 1948. Dakwah sang kakek kemudian dilanjutkan oleh KH R Amang Muhammad, setelah sebelumnya oleh Mama Ajengan KH Muhsin (ayah dari Ajengan Amang).

Adapun, dakwah dan ceramah Ajengan Amang melanjutkan kajian Tafsir Jalalayn yang sebelumnya dilakukan sang kakek di Masjid Bintang, Cicurug.

Ajengan Amang sendiri dikenal sosok istiqamah dalam berdakwah, sehingga majelis yang dimulai sejak 1924 tersebut tetap bertahan hingga lebih dari satu abad lamanya.

Pada setiap Kamis pagi hingga menjelang Dzuhur, majelisnya banyak didatangi para kiai dan santri yang ingin memperdalam ilmu agama. Pengajian Tafsir Jalalayn ini berlangsung di Masjid Bintang oleh ulama besar KH Muhammad Hasan Basri bin H Abdillah bin Sumapraja.

“Amanat Mama Bintang, pengajian Tafsir Jalalayn harus terus dilanjutkan anak-cucunya,” kata Ajengan Amang.

Mengenal Tafsir Jalalayn

Menurut Ajengan Amang yang juga menjabat Mustasyar PCNU Kabupaten Sukabumi itu, Tafsir Jalalayn merupakan tafsir yang cocok untuk kalangan umum.

Hal itu pula yang menjadi alasan kenapa leluhurnya tetap menggunakan tafsir tersebut. Meski demikian, dalam menyampaikan pengajarannya, ia kerap memperkaya dengan tafsir-tafsir lainnya.

Ajengan Amang dan Pemberdayaan Ekonomi Umat 

Selain itu, keramaian jamaah majelis juga mampu mengungkit perekonomian terus berputar dengan kehadiran banyak para pedagang kecil saat pengajian berlangsung.

Bahkan, tak mengherankan jika dari mulai kalangan ibu ibu hingga bocah kecil, terutama di wilayah Cicurug dan sekitarnya, hingga hari ini cukup familiar dengan Sarkem alias Pasar Kemisan.

Saking populernya, keberadaan Sarkem tak pelak mengundang keingintahuan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengunjunginya pada Kamis (20/10/2022) lalu.

Masjid Kaum Berdiri di Atas Tanah Wakaf Keluarga Ajengan Amang

Tidak banyak warga Cicurug, Kabupaten Sukabumi yang mengetahui sejarah berdirinya Masjid Al-Hurriyyah yang beralamat di Kampung Kaum Kidul RT 002/003, Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Jawa Barat. Sebagian warga hanya percaya masjid tersebut terbilang berusia tua, semenjak pertama kali didirikan.

Alun-alun dan Masjid Al Hurriyyah yang sudah menjadi ikon Kecamatan Cicurug, ini dibangun pada 1940 dan berdiri di atas tanah wakaf dari juragan tanah setempat bernama Raden Mahrom. Baca lengkap: Wakaf dari Juragan Tanah, Sejarah Masjid Al Hurriyyah Cicurug Sukabumi Menurut Kyai Amang

Berita Terkait

Profil Kumaila Hakimah, alumni ponpes di Sukabumi yang sebut AlQuran sudah kadaluwarsa
Mengenal pondok pesantren yang didirikan Wali Songo, nomor 5 di Jawa Barat
4 foto masa muda kedekatan tokoh asal Sukabumi dengan Prabowo dan Menhan
Profil Mr R Syamsudin: 5 fakta tokoh asal Sukabumi, didukung Kapolri jadi Pahlawan Nasional
Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya
Daftar tokoh bergelar SH diabadikan jadi nama jalan, nomor 17 asal Sukabumi
Profil dan kisah hidup Tan Boen Soan: jurnalis dan novelis asal Sukabumi, lahir 1905
Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:33 WIB

102 tahun Sarkem Cicurug Sukabumi dan kisah hidup ulama berdarah menak Sunda

Jumat, 11 September 2026 - 06:49 WIB

Profil Kumaila Hakimah, alumni ponpes di Sukabumi yang sebut AlQuran sudah kadaluwarsa

Jumat, 11 September 2026 - 02:28 WIB

Mengenal pondok pesantren yang didirikan Wali Songo, nomor 5 di Jawa Barat

Kamis, 10 September 2026 - 01:50 WIB

4 foto masa muda kedekatan tokoh asal Sukabumi dengan Prabowo dan Menhan

Rabu, 9 September 2026 - 08:00 WIB

Profil Mr R Syamsudin: 5 fakta tokoh asal Sukabumi, didukung Kapolri jadi Pahlawan Nasional

Berita Terbaru