Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

- Redaksi

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sekelompok anak muda sedang berwisata di pedesaan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi sekelompok anak muda sedang berwisata di pedesaan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Wilayah Provinsi Jawa Barat populer disebut sebagai Priangan atau Parahyangan yang saat ini meliputi Jakarta (Batavia) hingga Banten. Namun kini, wilayah Priangan dibatasi hanya untuk Provinsi Jawa Barat.

Parahyangan atau Priangan (Bahasa Belanda: Preanger) yaitu kawasan kebudayaan Sunda di Jawa Barat yang lebarnya mencakup wilayah Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cimahi, Bandung, Cianjur, Sukabumi dan Bogor.

Wilayah paling barat Pulau Jawa ini terkenal akan kontur geografisnya yang berbukit dan memiliki banyak gunung dan lembah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti diketahui, sejumlah nama gunung yang ada di Jawa Barat terbilang populer di kalangan para pendaki, seperti Gunung Salak, Gede Pangrango hingga Papandayan.

Bahkan, nama-nama gunung tersebut saat ini digunakan menjadi nama-nama hotel, seperti Hotel Salak di Bogor dan Hotel Papandayan di Bandung, dan banyak lagi. Bahkan, Preanger sendiri juga diabadikan menjadi nama sebuah hotel.

Asal Mula Julukan Parahyangan

Gunung Salak - Istimewa
Gunung Salak – Ist

Parahyangan atau Priangan, dalam bahasa Belanda juga disebut dengan Preanger. Istilah tersebut awalnya untuk menggambarkan kondisi geografis wilayah yang banyak terdapat gunung-gunung dan perbukitan di bagian barat selatan Pulau Jawa.

Nama Parahyangan berasal dari Bahasa Sunda yang berarti “tempat tinggal para hyang atau dewa”. Parahyangan secara spesifik adalah daerah sekitar pegunungan di selatan Jawa Barat di mana orang Sunda terdahulu mempercayai gunung-gunung sebagai tempat bersemayamnya para dewa.

Legenda Sangkuriang dalam budaya Sunda berisi catatan mengenai danau purba prasejarah di dataran tinggi cekungan Bandung, yang menunjukkan bahwa orang Sunda sudah mendiami wilayah tersebut sejak zaman batu.

Pepatah dan legenda Sunda populer lainnya menyebutkan tentang terciptanya dataran tinggi Parahyangan terjadi ketika para hyang (dewa) sedang tersenyum, yang secara tersirat menunjukkan keindahan alam di wilayah ini.

Salah-satu layanan kereta api jarak jauh dari PT KAI untuk rute Jakarta dan Bandung dinamakan Kereta Api Parahyangan. Sejak bulan April 2010, layanan kereta api ini digabung dengan layanan Argo Gede menjadi Argo Parahyangan.

Sedangkan, kata preanger sendiri disebut Belanda untuk menggambarkan kondisi alamnya yang memilik gunung-gunung dan perbukitan.

Keberadaan gunung dan bukit menjadikan wilayah ini terkenal akan keindahan alamnya. Alhasil, banyak pujian yang menggambarkan kekaguman para pendatang terhadap kemolekan panorama di wilayah ini.

Tiga Wilayah Priangan

Gunung Papandayan
Gunung Papandayan – Ist

Informasi dihimpun sukabumiheadline.com, Parahyangan adalah bagian dari Kerajaan Sunda dan Galuh yang lampau, di mana kedua kerajaan yang kemudian menjelma menjadi Kerajaan Pajajaran tersebut dibatasi oleh Sungai Citarum.

Tatar ini kemudian dibagi menjadi tiga wilayah, yang terdiri dari Priangan Barat, Tengah dan Timur.

Adapun, wilayah Parahyangan Barat atau disebut juga Priangan Barat atau Kawasan Metropolitan Sukabumi, adalah salah satu kawasan metropolitan yang meliputi Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur hingga Bogor.

Sementara untuk Bandung dan sekitarnya disebut termasuk
Parahyangan Tengah atau disebut juga Kawasan Metropolitan Bandung Barat, adalah salah satu kawasan metropolitan yang meliputi Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang.

Sementara wilayah Priangan Timur merupakan daerah dari Provinsi Jawa Barat dan secara adminstratif terdiri dari empat Kabupaten dan dua Kota Madya diantaranya Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya dan Kota Banjar hingga Cirebon.

Bahasa Sunda Priangan

Ilustrasi perempuan Sunda sedang menyapa orang tua. dengan ramah atau someah - sukabumiheadline.com
Ilustrasi perempuan Sunda sedang menyapa orang tua. dengan ramah atau someah – sukabumiheadline.com

Namun ternyata, pembagian wilayah Priangan tidak semata hanya perkara batas administratif wilayah. Namun juga berdasarkan dialek bahasa Sunda yang digunakan.

Untuk informasi, bahasa Sunda Priangan terbagi menjadi empat dialek, Bandung, Garut, Sumedang, dan Tasikmalaya.

Berita Terkait

1 November: World Vegan Day, Inovasi Indonesia hingga All Saints’ Day
31 Oktober: Halloween, Saraswati hingga pendiri Pramuka Putri
30 Oktober: Hari ini 80 tahun lalu ORI resmi beredar hingga Mallaby tewas
29 Oktober: Konstantinus Agung masuk Roma dan 8 hari penting & bersejarah
28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia
27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage
24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 00:01 WIB

1 November: World Vegan Day, Inovasi Indonesia hingga All Saints’ Day

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:01 WIB

31 Oktober: Halloween, Saraswati hingga pendiri Pramuka Putri

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:55 WIB

30 Oktober: Hari ini 80 tahun lalu ORI resmi beredar hingga Mallaby tewas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:28 WIB

29 Oktober: Konstantinus Agung masuk Roma dan 8 hari penting & bersejarah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:44 WIB

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi dukun di Indonesia - sukabumiheadline.com

Kultur

5 cerita dan cap hitam teluh Jampang Sukabumi

Minggu, 1 Nov 2026 - 01:00 WIB

Le Minerale sponsori Persib Bandung - Ist

Nasional

Muncul seruan boikot Le Minerale dipicu video aksi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:00 WIB