Sekadar Mimpi Bocah Dusun Cengkuk Sukabumi Menggapai Mimpi

- Redaksi

Senin, 7 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak sekolah dasar di Dusun Cengkuk. l Istimewa

Anak-anak sekolah dasar di Dusun Cengkuk. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l CIKAKAK – Dusun Cengkuk berada di Desa Margalaksana, Kecamatan Cikakak. Sebuah dusun yang berada di pedalaman Kabupaten Sukabumi.

Dusun Cengkuk dikenal salah satunya karena masih kental memegang teguh adat istiadatnya. Meskipun memiliki banyak potensi sumber daya alam dan manusia, tapi dusun ini juga terkurung banyak persoalan sosial.

Di antara banyak persoalan sosial yang menyelimuti dusun ini, adalah ihwal mimpi-mimpi besar anak-anak dusun yang yang terhalang faktor ekonomi. Belum lagi fasilitas pendidikan dasar yang masih jauh dari kata layak. Maka keterbelakangan itu pun menjadi lengkap dengan keterbatasan infrastruktur jalan yang menopang aktivitas warganya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demikian dikemukakan Ketua Komunitas Gerakan Mengajar Desa (GMD) Sukabumi Farhan Fachrul Razi. “Banyak anak-anak yang jika ingin pergi ke sekolah harus melewati sungai terlebih dahulu, hal itu membuat mereka sulit untuk pergi ke sekolah ketika musim hujan akibat air sungai yang naik,” jelasnya kepada sukabumiheadlines.com, Senin (7/2/2020).

Tak cukup sampai di situ, mayoritas warga juga masih berpandangan bekerja jauh lebih penting ketimbang sekolah. Sehingga, tak heran jika banyak anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Sebenernya saya ingin melanjutkan sekolah, tapi orang tua lebih nyuruh untuk bekerja saja, pergi merantau ke kota, soalnya biaya sekolahnya itu mahal, belum lagi tempatnya jauh banget” kata salah seorang pelajar SMP yang namanya dirahasiakan.

Di dusun ini terdapat sekolah jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Namun, para guru di sana berinisiatif menyelenggarakan pembelajaran untuk murid SMP Terbuka dengan sistem shift, di mana KBM SD dilakukan di pagi sampai siang hari, KBM SMP dimulai dari jam 13.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Namun, lagi-lagi permasalahan sarana dan prasarana menjadi permasalahan pendidikan di sana. Fasilitas yang ada bisa dikatakan jauh dari layak karena hanya ada lima ruangan yang digunakan untuk proses belajar mengajar, di mana salah satu ruang kelas disekat papan menjadi dua ruang.

Potensi SDA dan SDM Dusun Cengkuk

Berdasarkan temuan GMD Sukabumi, diketahui jika begitu banyak impian anak-anak Dusun Cengkuk, mulai dari bercita-cita menjadi guru, dokter, polisi, polwan, hingga atlet. Namun, banyak faktor yang membuat mereka ragu dan takut untuk menjalankan pilihannya itu, karena terhalang faktor ekonomi, geografis, serta lingkungan, termasuk pola pikir masyarakat.

Di sisi lain, banyak potensi calon-calon atlet masa depan karena banyak kalangan remaja di dusun ini sangat menyukai olah raga bola voli.

“Hal tersebut membuat banyak anak ingin menjadi atlet voli, namun mereka kadang insecure bahwa mimpinya hanya cukup menjadi angan dan harapan,” kata Farhan.

Sementara di sisi lain, potensi wilayah Dusun Cengkuk juga sangat beragam dan menjanjikan nilai ekonomi, mulai dari pembuatan gula aren, kolangkaling, gelang yang menjadi ciri khas daerah. Belum lagi serba olahan beras yang dibuat warga setempat, tetapi karena terdapat hukum adat di mana tidak ada transaksi jual beli beras membuat segala olahan berbahan baku beras tidak bisa diubah menjadi peluang ekonomi di sana.

Hal itu karena warga Dusun Cengkuk yang sangat memuliakan beras. Karenanya, warga setempat menggunakan leuit berkapasitas 12 ton sebagai tempat penyimpanan padi agar warga selalu memiliki stok beras untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Farhan menilai, sejatinya pemerintah memerhatikan sarana dan prasarana pendidikan di Dusun Cengkuk. “Memajukan sektor pendidikan di Dusun Cengkuk tanpa harus menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal di dusun terebut,” tandas dia.

Berita Terkait

Elektrifikasi jalur KRL Sukabumi mulai 20 Mei 2026, begini spesifikasi teknisnya
Profil Mohammad Ali, Menteri Kesehatan RI ke-5 asal Sukabumi dan daftar Menkes era 1945-2026
Menghitung jumlah Gen Beta di Sukabumi, sang digital native sejati
Belajar dari kasus 2023, Sukabumi bakal tergusur dari 10 Kota Paling Toleran 2026
Miris, warga Sukabumi mulai makan tabungan
Sukabumi-Pangandaran: Jalan poros selatan segera dibangun Pemprov Jabar
5+2 masalah sosial di Sukabumi, dari kemiskinan, pengangguran hingga lesbian
IDG: Tanpa bantuan pendapatan wanita Sukabumi, keluarga di kabupaten/kota bermasalah

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 03:29 WIB

Elektrifikasi jalur KRL Sukabumi mulai 20 Mei 2026, begini spesifikasi teknisnya

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:55 WIB

Profil Mohammad Ali, Menteri Kesehatan RI ke-5 asal Sukabumi dan daftar Menkes era 1945-2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menghitung jumlah Gen Beta di Sukabumi, sang digital native sejati

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Belajar dari kasus 2023, Sukabumi bakal tergusur dari 10 Kota Paling Toleran 2026

Kamis, 30 April 2026 - 00:01 WIB

Miris, warga Sukabumi mulai makan tabungan

Berita Terbaru

Ilustrasi hewan kurban kambing, domba dan sapi - sukabumiheadline.com

Hikmah

Berkurban dengan cara utang, begini pandangan Islam

Senin, 4 Mei 2026 - 10:00 WIB