Sekolah Vokasi IPB University Bantu UMKM Sukabumi Promosikan Produk Olahan Sorgum

- Redaksi

Rabu, 8 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produk olahan Jasumi Sorgum. l Istimewa

Produk olahan Jasumi Sorgum. l Istimewa

sukabumiheadline.com I CIBEUREUM – Sekolah Vokasi IPB tahun ini mengadakan kegiatan IPB Goes To Field atau IGTF yang bertujuan untuk membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar dapat mengembangkan usahanya, meskipun didera pandemi Covid-19.

Karenanya, mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi Sekolah Vokasi IPB University terjun langsung untuk memberikan pendampingan melalui IGTF yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM IPB).

Kelompok 1 IGTF Sukabumi
Kelompok 1 IGTF Sukabumi

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu UMKM yang mendapat pendampingan melalui Program IGTF, Kelompok Tani Sauyunan yang memproduksi berbagai produk olahan berbahan sorgum atau sejenis padi-padian.

Pendampingan UMKm Melalui IGTF

“Melalui Program IGTF, mahasiswa memberikan pendampingan serta bantuan dengan cara branding dan repackaging kemasan produk agar lebih menarik perhatian konsumen, sehingga tertarik untuk membelinya,” jelas Ketua IGTF 1 Sukabumi Siti Rachmawati Rahayu kepada sukabumiheadline.com, Rabu (8/12/2021).

Rahayu menambahkan, pada Senin, 1 November 2021 lalu, mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok IGTF 1 terjun langsung ke salah satu daerah di Sukabumi untuk melakukan survei sekaligus wawancara pertama.

Adapun, lokasi UMKM tujuan berada di Jl. Pembangunan, Kampung Selakaso RT 03/ RW 03, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

“Survei pertama dilakukan guna melihat langsung bagaimana kondisi UMKM. Kami juga melakukan wawawancara untuk menganalisis UMKM Kelompok Tani Sauyunan. Hal tersebut dilakukan agar kami bisa mengetahui bagaimana sejarah berdirinya UMKM tersebut dan kendala yang dihadapi. Dari situ, kami mendiskusikan bagaimana mencari jalan keluarnya,” kata Rachma lagi.

Baca Juga :  Usaha Sampingan Pasutri di Jampang Tengah Sukabumi, Raup Jutaan Rupiah dari Bendera Mini

Ia menambahkan, dari hasil wawancara tersebut, diketahui jika berdirinya UMKM tersebut berawal dari ketidak sengajaan Bu Eneng Rostika dalam menanam tanaman sorgum dan mengolahnya menjadi makanan yang lezat

4
Brownies Sargon I Dok. Pribadi

“Di luar dugaan ibu Eneng, ternyata produk tersebut diminati teman-temannya di PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga-red). Sejak itu, tahun 2017, berdirilah Kelompok Tani Sauyunan yang bergerak di bidang olahan pangan berbahan dasar sorgum pada tahun 2017,” papar Rachma lebih jauh.

Menurut Rahayu, Kelompok Tani Sauyunan saat ini memiliki 25 anggota. “Kelompok Tani Sauyunan ini berhasil mengubah sorgum menjadi 35 jenis makanan yang berbeda-beda, seperti brownies lumer, cookies, pangsit, sistik, mochi, sasagon, puding, kue cincin, dan lainnya.”

Selain itu, Kelompok Tani Sauyunan tidak hanya menjual berbagai olahan berbahan dasar sorgum, mereka juga menjual bibit sorgum,” tambah Rachma.

3 2
Jasumi Sargon I Dok. Pribadi

Kendala yang Dihadapi

Dari hasil survei IGTF 1 Sukabumi, diketahui jika permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM Kelompok Tani Sauyunan saat ini ialah masih banyaknya masyarakat yang belum mengenal apa itu sorgum.

Baca Juga :  Nyawa Anaknya Rp100 Juta, Curhat Penjual Candil di Cijulang Sukabumi

“Salah satu alasan UMKM Kelompok Tani Sauyunan ini kesulitan memasarkan produk, adalah masih minimnya peminat makanan olahan sorgum. Selain itu, UMKM ini juga tidak rutin memproduksi makanan olahan sorgum ini. Jadi mereka produksi berdasarkan pesanan saja, sehingga pemasarannya masih terbatas. Karenanya olahan sorgum tersebut belum masuk ke toko-toko karena dari segi packaging masih tradisional,” jelas Rachma.

Solusi dari IGTF 1 Sukabumi

Berdasarkan temuan di lapangan, Kelompok 1 IGTF Sukabumi tergerak untuk memberikan solusi guna membantu UMKM Kelompok Tani Sauyunan.

“Kelompok 1 IGTF Sukabumi membantu UMKM ini dengan cara melakukan branding digital,” ujar Rachma.

“Kami membuatkan akun Instagram dan Facebook guna memasarkan produk olahan sorgum, sehingga bisa lebih dikenal khalayak luas. Tak hanya itu, kami juga membuatkan packaging yang menarik dan leaflet untuk disebarkan kepada masyarakat, sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang apa itu sorgum, sekaligus mempromosikan produk olahannya,” tambah dia.

2 1
Sasagon I Dok. Pribadi

Rahayu menambahkan, bantuan mahasiswa Prodi Komunikasi SV IPB University, ini diharapkan dapat membantu UMKM Kelompok Tani Sauyunan, agar dapat dikenal lagi.

“Harapan kami, Kelompok IGTF 1 Sukabumi, dapat menjadikan UMKM tersebut lebih berkembang dalam mengembangkan usahanya. Terutama mengenalkan produk olahan sorgum yang lezat dan juga sehat,” tandas Rachma.

Layanan pelanggan dapat menghubungi: WhatsApp: 0858-1741-9520 (Ibu Eneng), Instagram: @jasumi.sorgum

Berita Terkait

Peluang ekspor untuk petani di Sukabumi, daun kratom laku keras di AS untuk vitalitas
Dikeluhkan warga Sukabumi, ternyata segini tarif listrik PLN per KWh setelah program diskon 50%
Warga Sukabumi ngeluh tarif listrik jadi lebih mahal dibanding sebelum program diskon 50%
Siap-siap warga Sukabumi, Menteri ESDM akan ganti LPG dengan DME dan jargas rumah tangga
Daya beli masyarakat anjlok dipicu precautionary saving, warga Sukabumi melakukannya?
Mendirikan Koperasi Desa Merah Putih di Sukabumi? Begini mekanisme, skema dan usahanya
Klaim program Makan Bergizi Gratis luar biasa bagi ekonomi, Luhut: Kita semua terperangah
Pemprov Jawa Barat dapat uang fantastis setelah bebaskan utang pajak kendaraan

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 12:00 WIB

Peluang ekspor untuk petani di Sukabumi, daun kratom laku keras di AS untuk vitalitas

Rabu, 2 April 2025 - 14:00 WIB

Dikeluhkan warga Sukabumi, ternyata segini tarif listrik PLN per KWh setelah program diskon 50%

Rabu, 2 April 2025 - 01:24 WIB

Warga Sukabumi ngeluh tarif listrik jadi lebih mahal dibanding sebelum program diskon 50%

Sabtu, 29 Maret 2025 - 10:00 WIB

Siap-siap warga Sukabumi, Menteri ESDM akan ganti LPG dengan DME dan jargas rumah tangga

Jumat, 28 Maret 2025 - 13:00 WIB

Daya beli masyarakat anjlok dipicu precautionary saving, warga Sukabumi melakukannya?

Berita Terbaru