32 C
Sukabumi
Senin, Juni 24, 2024

Hamas Gencatan Senjata di Gaza, Hizbullah Tetap Gempur Israel dari Lebanon

sukabumiheadline.com l Milisi perlawanan Lebanon, Hizbullah dilaporkan...

Persib Pernah Rugi Rp18 Miliar, Glenn Sugita Bos Maung Bandung Berharta Rp29 Triliun

sukabumiheadline.com - Perjalanan Persib Bandung yang menjelma...

Dengan DNA 250 CC, Kawasaki Ninja Matic 160 Bakal Obrak Abrik Dominasi NMax dan PCX

sukabumiheadline.com l Pasar otomotif Indonesia kembali dihebohkan...

Sheikh Yassin: Negara Israel akan Lenyap 2027, Ini 5 Tandanya

KhazanahSheikh Yassin: Negara Israel akan Lenyap 2027, Ini 5 Tandanya

sukabumiheadline.com l Sosok Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin memprediksi tidak lama lagi Negara Israel akan lenyap dari muka bumi. Wawancara dengan salah seorang tokoh pendiri Hamas yang telah lama meninggal karena dibunuh Israel itu kembali viral di tengah perang Israel-Hamas.

Beredar di media sosial, wawancara dengan Sheikh Yassin terkait prediksinya tentang Israel yang akan lenyap pada 2027 yang akan datang.

Diketahui, hal itu disampaikan Yassin saat wawancaranya dengan jurnalis Al Jazeera, Ahmed Mansour, pada 8 Mei 1999. Yassin meninggal pada 2 Maret 2004.

“Israel berdiri di atas kezaliman dan penindasan, sehingga segala sesuatu yang lahir dari penindasan akan berakhir pada kehancuran,” kata Yassin dalam wawancaranya.

Menurutnya, Israel memang didukung oleh kekuatan besar. Namun, kekuatan itu tidak ada yang kekal. Dia mengibaratkan kekuatan itu sama halnya seperti manusia yang lahir, tumbuh, besar, tua lalu meninggal dunia.

Negara akan tumbuh, berkembang sedikit demi sedikit, berada pada puncak kejayaannya kemudian akan hancur.

“Saya katakan, Insya Allah Israel akan hancur di awal abad mendatang, tepatnya pada 2027, Israel tidak akan ada lagi,” katanya ketika usia Israel 50 tahun sejak didirikan.

Sheikh Yassin menyebut analisanya itu berdasarkan AlQuran. Dia mengatakan ada fase generasi setiap 40 tahun akan berubah.

“Saya beriman kepada Al-Qur’an yang mulia, Al-Qur’an mengatakan generasi akan berubah setiap 40 tahun,” kata lagi.

“Dalam 40 tahun pertama kami menghadapi Nakba (pada 1948), 40 tahun kedua kami memulai Intifada (pada 1987) yang mana kami melakukan penentangan peperangan pengeboman terhadap Israel, 40 tahun ketiga akan berakhirnya entitas Israel, Insya Allah,” jelas Sheikh Yassin.

“Rujukan AlQuran, apabila Allah SWT menghukum bani Israil tidak keluar dari padang pasir selama 40 tahun supaya apa? Supaya menukarkan dari generasi yang sakit sudah berputus asa dengan generasi pejuang. Gerakan Nakba yang pertama telah pergi, diganti dengan generasi pelempar batu dan pelempar bom, generasi seterusnya adalah generasi pembebas, Insya Allah,” papar dia.

Profil Sheikh Ahmed Ismail Hassan Yassin

Sheikh Ahmad Ismail Yassin dilahirkan di Desa Al Jaurah di pinggiran Al-Mijdal, selatan Jalur Gaza. Tanggal lahirnya tak diketahui secara pasti, namun menurut paspor Palestina miliknya, ia lahir pada 1 Januari 1929, meskipun ia menyatakan lahir pada 1938.

Sheikh Yassin merupakan salah seorang pendiri Hamas, dan menamatkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Tiga Tanda Kehancuran Israel

1. Citra Unggul Intelijen IsraelRuntuh Seketika

yang selama ini dikenal paling canggih runtuh oleh serangan Hamas pada 7 Oktober lalu ke Israel selatan, yang diberi nama Operasi Badai Al-Aqsa.

Mossad (badan intelijen Israel untuk operasi asing) dan Shin Bet (badan intelijen Israel untuk keamanan internal) sama-sama gagal memprediksi dan mencegah Operasi Badai al-Aqsa oleh Hamas.

2. Iron Dome Gagal

Operasi Badai Al-Aqsa dimulai dengan tembakan ribuan roket dari berbagai arah, dan sebagian besar gagal dicegat sistem pertahanan Iron Dome.

Pagar perbatasan Israel yang canggih dengan berbagai peralatan sensor juga dengan mudah diterobos para milisi Hamas. Operasi Hamas tersebut mengakibatkan 1.200 orang tewas, dan ratusan lainnya diculik sebagai tawanan.

3. Dukungan Barat Melemah

Israel mulai kehilangan dukungan dari barat. Menurut mantan perdana menteri Israel Ehud Barak, ia baru-baru ini memperingatkan bahwa militer negaranya hanya mempunyai waktu beberapa pekan untuk menghancurkan Hamas.

Selain itu, negara-negara Barat akan menarik dukungannya terhadap operasi militer di Gaza karena banyaknya korban jiwa dari warga sipil Palestina yang aejauh ini sudah lebih dari 11.000 warga Gaza tewas akibat pengeboman Israel.

4. Berselisih dengan Amerika Serikat

Ehud Barak menyebut jika saat ini negaranya kehilangan pemerintahan di Benua Eropa.

“Kami kehilangan opini publik di Eropa dan dalam satu atau dua minggu kami akan mulai kehilangan pemerintahan di Eropa. Sepekan berikutnya, perselisihan dengan Amerika akan muncul ke permukaan,” jelas Barak.

5. Israel Terlilit Utang 

Akibat perang dengan Hamas yang berkepenjangan dengan Hamas, perekonomian Israel saat ini dalam posisi tercekik utang.

Diketahui, untuk mendanai perang dengan Hamas sejak 7 Oktober 2023, Israel menggelontorkan sekira 30 miliar Shekel atau setara Rp121 triliun.

Menurut Kementerian Keuangan Israel, besaran utang yang tidak biasa tersebut awal pekan ini. Menurut kementerian tersebut, USD4,1 miliar dari jumlah tersebut merupakan utang dalam mata uang dolar yang diperoleh dari penerbitan di pasar internasional.

Berikutnya, pada Senin lalu, Kementerian Keuangan Israel mengumumkan utang lagi USD957 juta di pasar lokal dalam lelang obligasi mingguannya untuk mendanai militer, memberi kompensasi kepada bisnis di dekat perbatasan dengan Gaza dan keluarga para korban di pihak Israel.

Semua ini telah menyebabkan rekor defisit anggaran, yang bulan lalu membengkak menjadi USD6 miliar, peningkatan lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer