SUKABUMIHEADLINES.com l PARUNGKUDA – Adinda Dwi Putri, gadis belia korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Siliwangi, Kampung/Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/1/2022).
Kecelakaan maut tersebut melibatkan truk tronton B 9895 KYX , Suzuki pickup F 8075 WX dan sepeda motor D 6199 ZBC.
Saat itu, Adinda sedang membonceng pacarnya, Muhammad Akbar Satri (20) menuju arah Cibadak. Sepeda motor yang dikemudikan Akbar tersenggol pickup yang hendak menyalipnya, Adinda pun terjatuh dan tubuhnya terlindas ban belakang tronton bermuatan kapur yang melintas bersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara, Akbar terjatuh dan hanya mengalami luka ringan di tangan dan kaki. Sedangkan, Adinda langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) akibat tergilas ban tronton di bagian kepala dan perut. Baca: Adinda, Gadis Cicurug Sukabumi Jadi Korban Laka Maut di Parungkuda
Adinda, gadis berusia 18 tahun, itu diketahui merupakan warga Kampung Caringin Karet RT 04/03, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Berita Terkait:
Tabrakan Maut Truk vs Pick Up di Parungkuda Sukabumi, Pemotor Tewas
Ada Tabrakan Maut di Parungkuda, Jalur Bogor-Sukabumi Macet Parah
Terjebak Macet Tabrakan Maut di Parungkuda Sukabumi, Minibus Masuk Parit
Firasat Ayah
Adinda, gadis cantik ini, adalah anak kedua dari pasangan Hasil Purbakala (54) dan Kristin (48). Almarhumah memiliki seorang kakak laki-laki bernama Erlangga Eka Putra (22) dan adik perempuan bernama Adia Tri Putry (15).
Ditemui sukabumiheadlines.com di kediamannya, Hasil Purbakala mengungkapkan jika sosok Adinda di matanya, adalah anak paling pendiam, pemalu, penurut dan tidak suka menuntut kepada orang tua. Adinda baru lulus sekolah pada Juli 2021 dari SMA Negeri Parungkuda.
Pengakuan Hasil Purbakala dibenarkan tetangganya. Baca Selengkapnya: Pemalu dan Bijaksana, Adinda Korban Laka Maut di Parungkuda Sukabumi
“Ketika masih sekolah, almarhumah anak yang pintar secara akademik. Ia anak kesayangan dan paling dimanja,” tutur Hasil Purbakala, Jumat (7/1/2022).
Pengakuan Hasil Purbakala dibenarkan guru matematika SMA Negeri Parungkuda, Eli Sunarsah. Baca Selengkapnya: Pemalu dan Bijaksana, Adinda Korban Laka Maut di Parungkuda Sukabumi
Bahkan, saking disayang olehnya, tak mengherankan jika Hasil lazim memanggil Adinda dengan sebutan “si cantik” atau “si jimat”.
Tak hanya itu, pada saat mendapat kabar melalui telepon dari pacarnya bahwa Adinda mengalami kecelakaan, suara yang terdengar di telinga Hasil Purbakala adalah suara Adinda, bukan pacarnya.
“Pada hari meninggalnya almarhumah, ia meminta izin untuk pergi bersama kekasihnya yang biasa dipanggil Bara, untuk menengok temannya yang tengah dirawat di RSUD Sekarwangi, Cibadak,” kata Hasil Purbakala.
Sebelum anak kesayangannya itu meninggal dunia, Hasil Purbakala mengaku memiliki firasat tidak seperti biasa, ia selalu ingin dekat anak gadis yang selalu bilang “i’m done” di akun media sosial TikTok-nya.
“Sekira jam 11.00 siang almarhumah pamit pergi. Pas kejadian itu saya mendapat telepon dari pacarnya, tapi anehnya suara di telepon bukan suara pacar almarhumah, melainkan suara Adinda. Dia bilang di telepon, “Ayah, Dinda kecelakaan,” sambil menangis,” tuturnya kelu.
Hasil Purbakala mengaku masih sulit untuk percaya bahwa anak gadis kesayangannya itu telah benar-benar pergi meninggalkannya, tetapi “si jimat” itu memang telah pergi untuk selamanya.
Selamat jalan, Adinda.